NAB Reksadana adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

Finansial

17 Sep 2026

7 menit

Ditulis oleh: Karin Hidayat

Pattern 1
Article

Pernah lihat harga reksadana di aplikasi investasi, lalu muncul angka seperti Rp1.500, Rp2.000, atau bahkan Rp10.000?

Angka tersebut biasanya berkaitan dengan NAB reksadana.

Buat yang baru mulai investasi, istilah NAB mungkin terasa cukup teknis. Padahal, konsepnya sederhana. NAB membantu kamu mengetahui nilai bersih dari seluruh aset yang dikelola dalam sebuah produk reksadana.

NAB juga menjadi dasar dalam menghitung berapa unit penyertaan yang kamu dapat ketika membeli reksadana.

Nah, sebenarnya apa itu NAB reksadana? Bagaimana cara menghitungnya? Apakah NAB yang tinggi berarti reksadana tersebut lebih mahal?

Yuk, bahas satu per satu.

Apa Itu NAB Reksadana?

NAB reksadana adalah Nilai Aktiva Bersih yang menunjukkan nilai bersih seluruh aset dalam sebuah reksadana setelah dikurangi kewajibannya.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, NAB bisa dianggap sebagai nilai kekayaan bersih yang dimiliki sebuah produk reksadana.

Aset reksadana bisa berupa saham, obligasi, deposito, surat berharga, atau instrumen pasar uang. Jenis asetnya tergantung pada produk reksadana yang dipilih.

NAB biasanya digunakan bersama istilah Unit Penyertaan (UP).

Ketika kamu membeli reksadana, uangmu akan dikonversi menjadi sejumlah unit penyertaan berdasarkan NAB per unit pada saat transaksi diproses.

Contohnya begini.

Kamu membeli reksadana senilai Rp1 juta. Misalnya, NAB per unit reksadana tersebut adalah Rp2.000.

Maka jumlah unit yang kamu dapat sekitar:

Rp1.000.000 ÷ Rp2.000 = 500 unit

Jadi, kamu memiliki 500 unit penyertaan.

Kalau kemudian NAB per unit naik menjadi Rp2.200, nilai investasi kamu menjadi:

500 unit × Rp2.200 = Rp1.100.000

Artinya, nilai investasi meningkat menjadi Rp1,1 juta sebelum memperhitungkan biaya atau faktor lain yang berlaku.

Apa Bedanya NAB dan NAB per Unit?

Ini bagian yang sering bikin bingung.

NAB adalah nilai aktiva bersih seluruh portofolio reksadana.

Sementara itu, NAB per Unit Penyertaan adalah nilai bersih tersebut yang dibagi dengan jumlah unit penyertaan yang beredar.

Secara sederhana, rumusnya:

NAB per Unit = Total Nilai Aktiva Bersih ÷ Jumlah Unit Penyertaan

Angka NAB per unit inilah yang biasanya kamu lihat di platform investasi.

Misalnya sebuah reksadana memiliki total aset bersih Rp100 miliar dan terdapat 50 juta unit penyertaan.

Maka:

Rp100 miliar ÷ 50 juta unit = Rp2.000 per unit

Jadi, NAB per unit reksadana tersebut adalah Rp2.000.

Bagaimana Cara Kerja NAB Reksadana?

NAB reksadana bisa berubah mengikuti perubahan nilai aset yang ada di dalam portofolionya.

Misalnya, sebuah reksadana saham memiliki sejumlah saham dalam portofolionya.

Ketika harga saham-saham tersebut naik, nilai aset reksadana dapat ikut meningkat. Hal ini bisa membuat NAB per unit naik.

Sebaliknya, kalau nilai aset dalam portofolio turun, NAB per unit juga bisa ikut turun.

Namun, pergerakannya tidak selalu sesederhana satu aset naik atau turun. Ada banyak faktor yang memengaruhi nilai portofolio.

Mulai dari perubahan harga instrumen investasi, transaksi pembelian dan penjualan, pendapatan investasi, biaya pengelolaan, sampai kewajiban reksadana.

Karena itu, NAB per unit dapat berubah dari waktu ke waktu.

Cara Menghitung NAB Reksadana

Secara umum, perhitungan NAB dilakukan dengan menjumlahkan seluruh nilai aset yang dimiliki reksadana.

Setelah itu, dikurangi dengan seluruh kewajiban yang dimiliki.

Rumus sederhananya:

NAB = Total Aset Reksadana − Total Kewajiban

Kemudian, untuk mengetahui NAB per unit:

NAB per Unit = NAB ÷ Total Unit Penyertaan

Contohnya, sebuah reksadana memiliki aset senilai Rp50 miliar.

Kewajibannya sebesar Rp500 juta.

Berarti NAB-nya:

Rp50 miliar − Rp500 juta = Rp49,5 miliar

Jika jumlah unit penyertaan yang beredar adalah 25 juta unit, maka NAB per unitnya:

Rp49,5 miliar ÷ 25 juta = Rp1.980

Jadi, NAB per unit reksadana tersebut adalah Rp1.980.

Dalam praktiknya, penghitungan dan publikasi NAB mengikuti ketentuan yang berlaku serta dilakukan berdasarkan nilai aset dan kewajiban reksadana pada periode penilaian.

Jenis NAB Reksadana Berdasarkan Produknya

NAB bisa ditemukan pada berbagai jenis reksadana.

Namun, karakter pergerakan NAB dapat berbeda karena setiap jenis reksadana memiliki portofolio dan tingkat risiko yang berbeda.

1. NAB Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang berinvestasi pada instrumen pasar uang dan/atau surat berharga dengan jatuh tempo atau sisa jatuh tempo tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.

Pergerakan NAB-nya cenderung berbeda dengan reksadana saham.

Produk ini sering digunakan oleh investor yang mencari instrumen dengan karakter risiko relatif lebih rendah dibandingkan reksadana saham.

Meski begitu, tetap ada risiko investasi. Nilai investasi tidak dijamin selalu naik.

2. NAB Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap umumnya menempatkan sebagian besar portofolionya pada efek bersifat utang.

Perubahan harga obligasi dapat memengaruhi nilai portofolionya.

Karena itu, NAB reksadana pendapatan tetap juga bisa mengalami kenaikan atau penurunan.

Perubahan suku bunga, kondisi pasar obligasi, kualitas penerbit, serta faktor pasar lainnya dapat memengaruhi pergerakan nilai aset di dalamnya.

3. NAB Reksadana Saham

Reksadana saham menempatkan sebagian besar asetnya pada saham.

Karena harga saham bisa bergerak cukup cepat, NAB reksadana saham juga dapat mengalami fluktuasi yang lebih besar.

Ketika pasar saham menguat, NAB berpotensi meningkat.

Sebaliknya, ketika pasar saham melemah, NAB juga bisa turun.

Karena itu, investor perlu memahami bahwa potensi pertumbuhan nilai investasi selalu disertai risiko.

4. NAB Reksadana Campuran

Reksadana campuran dapat mengalokasikan investasi pada kombinasi saham, obligasi, dan/atau instrumen pasar uang sesuai kebijakan investasinya.

Komposisi tersebut membuat pergerakan NAB dipengaruhi oleh beberapa jenis aset sekaligus.

Risikonya juga bergantung pada komposisi portofolio masing-masing produk.

Apakah NAB Reksadana yang Tinggi Berarti Mahal?

Belum tentu.

Ini salah satu kesalahpahaman yang cukup sering terjadi.

Misalnya ada dua reksadana.

Reksadana A memiliki NAB per unit Rp1.500.

Reksadana B memiliki NAB per unit Rp3.000.

Bukan berarti Re­ksadana A otomatis lebih murah atau lebih bagus dibandingkan Re­ksadana B.

NAB per unit hanya menunjukkan nilai per unit penyertaan. Angka tersebut tidak bisa digunakan sendirian untuk menentukan kualitas atau potensi keuntungan sebuah reksadana.

Yang lebih penting adalah melihat kinerja, tujuan investasi, strategi pengelolaan, komposisi aset, biaya, risiko, serta kesesuaiannya dengan profil dan tujuan investasi kamu.

Jadi, jangan memilih reksadana hanya karena NAB per unitnya terlihat rendah.

Apakah NAB Reksadana yang Turun Berarti Rugi?

Kalau NAB per unit turun, nilai investasi kamu memang bisa ikut turun, kemungkinan reksadana rugi pada saat itu.

Namun, kerugian investasi baru benar-benar terealisasi ketika kamu menjual unit pada nilai yang lebih rendah dibandingkan harga perolehan, dengan memperhitungkan biaya yang berlaku.

Contohnya, kamu membeli 1.000 unit ketika NAB per unit Rp2.000.

Total nilai pembelian:

1.000 × Rp2.000 = Rp2 juta

Kemudian NAB turun menjadi Rp1.800.

Nilai investasi kamu menjadi:

1.000 × Rp1.800 = Rp1,8 juta

Secara nilai, investasi sedang turun Rp200 ribu.

Kalau NAB kemudian kembali naik, nilai investasimu juga dapat meningkat lagi.

Namun, tidak ada jaminan bahwa NAB akan kembali ke tingkat sebelumnya. Karena itu, investasi tetap perlu disesuaikan dengan tujuan, jangka waktu, dan kemampuan menanggung risiko.

Kenapa NAB Reksadana Bisa Naik dan Turun?

Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi NAB.

Pertama, perubahan harga aset dalam portofolio.

Kalau aset yang dimiliki reksadana mengalami kenaikan nilai, NAB dapat ikut meningkat.

Kedua, kondisi pasar.

Pergerakan pasar saham dan obligasi dapat memengaruhi nilai aset yang dimiliki reksadana.

Ketiga, pendapatan dari aset investasi.

Bunga, kupon, dividen, atau pendapatan lain yang menjadi hak reksadana dapat memengaruhi nilai asetnya.

Keempat, biaya dan kewajiban reksadana.

Pengelolaan reksadana juga melibatkan berbagai biaya dan kewajiban yang diperhitungkan dalam nilai aktiva bersih.

Jadi, perubahan NAB merupakan hasil dari berbagai aktivitas dan perubahan nilai dalam portofolio reksadana.

Bagaimana Investor Menggunakan NAB?

Buat investor, NAB per unit terutama berguna untuk menghitung jumlah unit yang bisa diperoleh dan mengetahui nilai investasi yang dimiliki.

Saat membeli reksadana, kamu bisa menghitung perkiraan unit yang didapat dengan rumus:

Jumlah Unit = Nilai Investasi ÷ NAB per Unit

Sedangkan untuk mengetahui nilai investasi:

Nilai Investasi = Jumlah Unit × NAB per Unit

Contohnya, kamu memiliki 2.000 unit.

Jika NAB per unit saat ini Rp2.500, maka nilai investasimu secara sederhana adalah:

2.000 × Rp2.500 = Rp5 juta

Nah, dari sini kamu bisa melihat bagaimana perubahan NAB memengaruhi nilai investasi.

NAB Reksadana dan Harga Reksadana, Apakah Sama?

Dalam percakapan sehari-hari, NAB per unit sering disebut sebagai harga reksadana.

Namun, secara konsep, keduanya tidak persis sama seperti harga saham di bursa.

Pada reksadana, yang menjadi dasar perhitungan transaksi adalah NAB per Unit Penyertaan sesuai mekanisme dan waktu transaksi yang berlaku.

Karena itu, ketika kamu memasukkan nominal pembelian reksadana di aplikasi, jumlah unit yang diperoleh dapat dihitung berdasarkan NAB per unit yang berlaku untuk transaksi tersebut.

Ini juga alasan kenapa jumlah unit yang kamu dapat bisa berbeda dari perkiraan jika NAB berubah atau transaksi menggunakan NAB pada waktu yang berbeda.

Cara Melihat NAB Reksadana

Sekarang, mengecek NAB reksadana relatif mudah.

Informasinya biasanya tersedia di platform investasi, situs resmi pihak terkait, atau laporan produk reksadana.

Saat mengecek sebuah produk, jangan hanya melihat NAB per unit.

Coba lihat juga beberapa informasi penting seperti:

  • jenis reksadana;
  • tujuan dan kebijakan investasi;
  • komposisi portofolio;
  • kinerja historis;
  • tingkat risiko;
  • biaya yang berlaku;
  • manajer investasi;
  • prospektus dan dokumen terkait.

Dengan begitu, kamu nggak mengambil keputusan hanya berdasarkan satu angka.

Tips Memahami NAB Reksadana untuk Pemula

Kalau kamu masih baru, nggak perlu langsung menghafal semua istilah.

Mulai dari memahami tiga hal dasar.

Pertama, NAB menunjukkan nilai bersih aset reksadana.

Kedua, NAB per unit digunakan untuk menghitung nilai setiap unit penyertaan.

Ketiga, perubahan NAB dapat membuat nilai investasi kamu ikut berubah.

Setelah memahami tiga konsep tersebut, kamu bisa mulai mempelajari hal lain.

Misalnya, bagaimana membaca fund fact sheet, memahami risiko, melihat komposisi portofolio, dan membandingkan kinerja reksadana dalam periode tertentu.

Yang nggak kalah penting, jangan menganggap NAB rendah sebagai tanda sebuah produk pasti lebih menarik.

Begitu juga dengan NAB tinggi. Angka tinggi bukan berarti otomatis lebih mahal dalam arti yang sama seperti harga barang.

FAQ Seputar NAB Reksadana

Apa itu NAB reksadana?

NAB reksadana adalah Nilai Aktiva Bersih yang menunjukkan nilai seluruh aset reksadana setelah dikurangi kewajibannya.

Apa itu NAB per unit?

NAB per unit adalah nilai aktiva bersih reksadana yang dihitung untuk setiap unit penyertaan. Angka ini menjadi dasar dalam menghitung nilai pembelian atau nilai investasi reksadana.

Apakah NAB reksadana bisa turun?

Bisa. NAB dapat naik atau turun mengikuti perubahan nilai aset dalam portofolio serta berbagai faktor lain yang memengaruhi nilai aktiva bersih reksadana.

Apakah NAB tinggi berarti reksadana mahal?

Tidak selalu. NAB per unit yang tinggi tidak otomatis berarti sebuah reksadana lebih mahal atau kurang menarik. Evaluasi sebaiknya mempertimbangkan tujuan investasi, risiko, biaya, strategi, komposisi aset, dan kinerja produk.

Apakah NAB sama dengan keuntungan reksadana?

Tidak. NAB adalah nilai aktiva bersih. Keuntungan atau kerugian investasi dapat terlihat dari perubahan nilai investasi yang dipengaruhi oleh perubahan NAB per unit dan jumlah unit yang dimiliki.

Bagaimana cara menghitung jumlah unit reksadana?

Secara sederhana, jumlah unit dihitung dengan membagi nilai investasi dengan NAB per unit yang berlaku untuk transaksi tersebut.

Apakah semua jenis reksadana memiliki NAB?

Ya. Produk reksadana memiliki nilai aktiva bersih yang menjadi dasar penilaian nilai unit penyertaannya.

Kesimpulan

NAB reksadana adalah salah satu istilah dasar yang penting dipahami sebelum mulai berinvestasi di reksadana.

Sederhananya, NAB menunjukkan nilai bersih seluruh aset reksadana setelah dikurangi kewajiban. Sementara NAB per unit menunjukkan nilai setiap unit penyertaan.

Perubahan NAB dapat membuat nilai investasi kamu naik atau turun.

Tapi ingat, jangan menilai reksadana hanya dari tinggi atau rendahnya NAB.

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari jenis reksadana, komposisi aset, risiko, biaya, strategi investasi, hingga tujuan keuangan kamu.

Dengan memahami NAB, kamu jadi punya dasar yang lebih kuat untuk membaca informasi reksadana dan memahami bagaimana nilai investasi kamu dihitung.

Kalau kamu ingin mempelajari lebih banyak tentang investasi dan aset digital, kamu juga bisa mulai belajar dari berbagai materi edukasi yang tersedia di FLOQ Academy.

Untuk informasi dan aktivitas aset digital, kamu bisa mengunduh aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Bunga Reksadana: Berapa Keuntungannya dan Cara Menghitungnya?

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device