Bitcoin Tembus US$80.000 Usai Pemilu AS, Reli Bakal Berlanjut atau Cuma Sesaat?

Bitcoin

05 Nov 2026

4 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Bitcoin kembali menembus level US$80.000 setelah menguat lebih dari 6% dalam 24 jam. Meredanya ketidakpastian politik Amerika Serikat usai kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela menjadi salah satu katalis utama penguatan tersebut.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada 5 November 2026, Bitcoin (BTC) naik 6,21% ke US$80.497,83 dalam 24 jam. Kenaikan ini membawa Bitcoin kembali ke atas level psikologis US$80.000, sekaligus memulihkan sebagian kerugian setelah harga sempat menyentuh US$75.600.

Penguatan Bitcoin terjadi seiring dengan reli pasar aset berisiko yang lebih luas. Namun, pergerakan harga kali ini tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen politik, tetapi juga oleh likuidasi posisi short dalam jumlah besar.

Lantas, apakah Bitcoin mampu mempertahankan momentum kenaikannya atau justru berisiko mengalami koreksi kembali?

Meredanya Ketidakpastian Pemilu AS Dorong Harga Bitcoin

Salah satu faktor utama yang mendorong pemulihan harga Bitcoin adalah meredanya ketidakpastian setelah pemilu sela Amerika Serikat pada 3 November 2026.

Kemenangan Partai Demokrat yang berhasil menguasai Senat dan House of Representatives sempat memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek regulasi aset kripto di AS.

Kekhawatiran tersebut sebelumnya mendorong Bitcoin turun hingga US$75.600, seiring munculnya ekspektasi bahwa perubahan komposisi Kongres dapat memperlambat pembahasan regulasi kripto, termasuk CLARITY Act.

Namun, setelah hasil pemilu semakin jelas, tekanan pasar mulai mereda. Pelaku pasar tampaknya mulai mengalihkan perhatian dari ketidakpastian politik menuju faktor makroekonomi yang lebih luas.

Kondisi ini memicu fenomena sell the rumor, buy the news, ketika investor yang sebelumnya melakukan aksi jual karena kekhawatiran politik kembali masuk ke pasar setelah hasil pemilu terkonfirmasi.

Meski demikian, perubahan kekuatan politik di Kongres AS masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Partai Demokrat diperkirakan memiliki pengaruh lebih besar terhadap arah pembahasan regulasi aset kripto setelah Kongres baru mulai bertugas pada Januari 2027.

Baca juga: Bitcoin Bangkit Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS, Ini Dampaknya ke Pasar Kripto

Short Squeeze Perkuat Reli Bitcoin

Selain meredanya ketidakpastian politik, penguatan Bitcoin juga didorong oleh likuidasi posisi short dalam jumlah besar.

Data pasar menunjukkan lebih dari US$983 juta posisi perdagangan derivatif kripto dilikuidasi dalam 24 jam. Posisi short menyumbang mayoritas likuidasi tersebut.

Kondisi ini terjadi ketika kenaikan harga Bitcoin memaksa trader yang sebelumnya bertaruh pada penurunan harga untuk menutup posisi mereka.

Penutupan posisi short tersebut memicu pembelian Bitcoin tambahan, sehingga memperkuat momentum kenaikan harga.

Namun, reli yang didorong oleh likuidasi juga memiliki risiko tersendiri. Kenaikan harga yang terlalu bergantung pada penutupan posisi short belum tentu mencerminkan permintaan spot yang kuat.

Karena itu, keberlanjutan reli Bitcoin masih perlu dikonfirmasi melalui volume perdagangan spot dan arus dana investor institusional.

Analisis Harga Bitcoin: US$82.000 Jadi Resistance Berikutnya

Ilustrasi pergerakan harga Bitcoin (BTC) pada Kamis, 5 November 2026. Foto: CoinMarketCap.

Dari sisi teknikal, keberhasilan Bitcoin kembali menembus US$80.000 menjadi sinyal positif bagi pergerakan harga jangka pendek.

Meski demikian, Bitcoin masih menghadapi area resistance penting di kisaran US$81.300 hingga US$82.000.

Jika Bitcoin mampu mempertahankan harga di atas US$80.000 dan menembus area resistance tersebut, peluang penguatan lanjutan akan semakin terbuka.

Sebaliknya, apabila Bitcoin kembali turun di bawah US$80.000, tekanan jual berpotensi meningkat.

Level US$77.000 menjadi area support yang perlu diperhatikan. Jika harga menembus level tersebut, Bitcoin berisiko kembali menguji area terendah sebelumnya di sekitar US$75.600.

Dengan demikian, pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada kemampuannya mempertahankan level US$80.000 dan menembus resistance US$82.000.

Laporan Tenaga Kerja AS Jadi Katalis Berikutnya

Setelah pemilu sela AS, perhatian pelaku pasar akan beralih ke laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dijadwalkan pada 6 November 2026.

Data tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Jika data tenaga kerja menunjukkan pelemahan yang lebih besar dari perkiraan, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dapat meningkat. Kondisi tersebut berpotensi memberikan dukungan bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Sebaliknya, data tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan dapat memicu penyesuaian ekspektasi suku bunga dan meningkatkan volatilitas pasar.

Selain data makroekonomi, dilaporkan Cointelegraph, arus dana ETF Bitcoin spot AS juga menjadi indikator penting untuk mengukur kekuatan reli.

Sebelumnya, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar dana selama tiga hari berturut-turut. Perubahan menjadi arus masuk dapat menjadi sinyal tambahan bahwa permintaan institusional mulai kembali menguat.

Outlook Harga Bitcoin: Masih Bullish, tetapi Belum Aman

Ilustrasi pergerakan harga Bitcoin (BTC) pada Kamis, 5 November 2026 dalam rentang 24 jam. Foto: CoinMarketCap.

Secara keseluruhan, prospek harga Bitcoin dalam jangka pendek cenderung positif, tetapi masih memerlukan konfirmasi lanjutan.

Meredanya ketidakpastian pemilu AS dan likuidasi posisi short berhasil mendorong Bitcoin kembali ke atas US$80.000. Namun, keberlanjutan reli akan bergantung pada kemampuan harga mempertahankan level tersebut, menembus resistance US$82.000, serta didukung oleh permintaan spot yang lebih kuat.

Pelaku pasar juga perlu mencermati perkembangan regulasi aset kripto AS menjelang pergantian Kongres pada Januari 2027.

Dengan demikian, level US$80.000 menjadi area penting yang perlu dipantau. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan lanjutan masih terbuka. Namun, kegagalan mempertahankan support dapat memicu koreksi kembali menuju US$77.000 hingga US$75.600.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Apa Itu Tokenized Stock Tesla TSLAON? Simak Penjelasannya

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device