Bitcoin kembali menguat setelah sempat menyentuh level terendah dalam beberapa pekan terakhir. Pemulihan ini terjadi di tengah hasil pemilu sela Amerika Serikat yang diperkirakan membuat Partai Demokrat menguasai Kongres, memunculkan perhatian terhadap arah regulasi aset kripto di negara tersebut.
Menurut laporan Reuters pada 4 November 2026, Bitcoin sempat menyentuh level terendah dalam enam pekan sebelum kembali diperdagangkan pada US$78.354, naik 0,7% pada pukul 08.41 GMT. Ether juga menguat 1,4% ke US$2.323.
Pemulihan tersebut terjadi seiring dengan pergerakan pasar saham Amerika Serikat. Kontrak berjangka indeks saham AS yang sempat turun hingga 2% pada perdagangan malam sebelumnya berbalik menguat 0,3%.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa pemulihan Bitcoin berlangsung di tengah perbaikan sentimen pasar secara lebih luas, bukan hanya karena faktor politik.
Hasil Pemilu Sela AS Jadi Perhatian Pasar

Pemilu sela AS 2026 menjadi sorotan karena hasilnya berpotensi memengaruhi arah kebijakan aset kripto di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Media besar AS memproyeksikan Partai Demokrat akan menguasai DPR dan Senat. Namun, berdasarkan materi pemantauan per 4 November 2026, beberapa kursi Senat masih belum final.
Kemenangan Demokrat berpotensi memperlambat pembahasan regulasi kripto yang sebelumnya didorong oleh Partai Republik. Meski demikian, sejumlah anggota Demokrat juga mendukung pendekatan regulasi yang lebih terbuka terhadap industri aset digital.
Industri kripto sendiri telah menggelontorkan lebih dari US$300 juta untuk mendukung kandidat politik yang pro-kripto dari Partai Republik maupun Demokrat dalam dua siklus pemilu terakhir.
Di bawah pemerintahan Trump, AS telah mengambil sejumlah langkah untuk mendukung perkembangan industri kripto, termasuk mengurangi penegakan regulasi tertentu, membentuk cadangan strategis Bitcoin, serta mengesahkan undang-undang stablecoin federal.
Perubahan komposisi Kongres berpotensi memengaruhi kelanjutan agenda tersebut, terutama dalam pembahasan undang-undang dan pengawasan terhadap industri aset digital.
Salah satu perhatian pasar adalah perkembangan CLARITY Act, yang sebelumnya telah diblokir Senat pada 15 September 2026. Dengan perubahan kepemimpinan di komite keuangan Kongres, pembahasan regulasi kripto berpotensi menghadapi proses negosiasi yang lebih panjang.
Meski demikian, dampak terhadap kebijakan tidak akan terjadi secara langsung. Kongres baru dijadwalkan mulai bertugas pada Januari 2027, sehingga hasil pemilu dalam waktu dekat lebih berpotensi memengaruhi sentimen pasar daripada mengubah kebijakan secara langsung.
Tekanan Makro dan Arus Dana ETF Masih Membayangi Bitcoin

Di luar perkembangan politik, pasar kripto masih menghadapi tekanan dari sejumlah faktor ekonomi dan risiko industri.
Reuters melaporkan bahwa kapitalisasi pasar kripto telah kehilangan sekitar US$300 miliar dalam satu bulan terakhir. Penurunan tersebut terjadi ketika investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di tengah kekhawatiran terhadap prospek imbal hasil investasi kecerdasan buatan (AI) dan meningkatnya biaya pinjaman.
Bitcoin juga telah turun sekitar 41% dari rekor tertingginya di atas US$122.000 pada Oktober 2025. Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan tercatat sekitar US$2,61 triliun.
Tekanan juga terlihat pada produk investasi berbasis Bitcoin. Berdasarkan data LSEG/Lipper yang dikutip Reuters, ETF Bitcoin spot terbesar mencatat arus keluar dana sebesar US$215 juta sepanjang Oktober 2026. Angka tersebut membawa total arus keluar sepanjang tahun menjadi US$1,84 miliar.
Dalam sepekan terakhir, arus keluar ETF Bitcoin bahkan mencapai US$884 juta, menjadi arus keluar mingguan terbesar sejak awal Juli.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan harga Bitcoin belum tentu menandakan perubahan tren pasar secara keseluruhan.
Baca juga: Tokenisasi 101: Saat Saham, Emas, dan Obligasi Pindah ke Blockchain
Risiko Keamanan Kripto Turut Memengaruhi Sentimen
Selain faktor makroekonomi dan politik, risiko keamanan juga menjadi perhatian investor.
Peretasan Binance yang dilaporkan terjadi pada pekan sebelumnya diperkirakan menimbulkan dampak sekitar US$6,3 miliar. Insiden tersebut memicu kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur perdagangan dan penyimpanan aset digital.
Reuters melaporkan bahwa pelanggan Binance telah menarik dana bersih sebesar US$4,72 miliar sejak platform tersebut kembali beroperasi pada akhir pekan setelah insiden keamanan.
Tim Sun, peneliti senior HashKey, menilai bahwa serangkaian insiden keamanan membuat investor kembali mengevaluasi risiko aset kripto, termasuk risiko penyimpanan dan infrastruktur perdagangan.
Di sisi lain, perubahan lanskap politik AS juga berpotensi memperlambat perkembangan regulasi dan kerangka kelembagaan yang dibutuhkan industri kripto.
Kombinasi faktor tersebut membuat pasar kripto masih menghadapi sejumlah tantangan, meskipun Bitcoin mulai menunjukkan pemulihan harga.
Apa yang Perlu Dipantau Investor Kripto?

Dalam jangka pendek, pergerakan Bitcoin diperkirakan masih dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi dan kebijakan moneter AS.
Data inflasi, kondisi tenaga kerja, serta pergerakan harga minyak menjadi sejumlah indikator yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga The Federal Reserve.
Kenaikan suku bunga dapat meningkatkan biaya pinjaman dan mengurangi daya tarik aset berisiko seperti kripto. Sebaliknya, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar dapat mendukung sentimen pasar.
Selain itu, investor juga perlu memantau perkembangan agenda regulasi di Kongres AS, arus dana ETF Bitcoin, serta perkembangan investigasi insiden keamanan Binance.
Pemilu sela AS memang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen pasar. Namun, pergerakan harga Bitcoin tidak dapat dikaitkan secara langsung hanya dengan hasil pemilu.
Pemulihan Bitcoin setelah sempat melemah menunjukkan bahwa pasar masih merespons berbagai faktor secara bersamaan, mulai dari perkembangan politik hingga kondisi ekonomi global.
Bagi investor, memahami faktor-faktor tersebut dapat membantu melihat pergerakan pasar secara lebih menyeluruh tanpa bergantung pada satu peristiwa saja.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Apa Itu Tokenized Stock Tesla TSLAON? Simak Penjelasannya



