Binance Diduga Diretas Rp100 Triliun! Tether dan Circle Bekukan Aset, Bitcoin Ikut Anjlok

Berita

30 Oct 2026

3 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Binance tengah menghadapi insiden keamanan besar yang diperkirakan berdampak hingga US$6,3 miliar atau sekitar lebih dari Rp100 triliun. Peristiwa ini memicu kekhawatiran di pasar kripto setelah sejumlah aset diduga ditarik tanpa izin dari dompet yang terhubung dengan bursa tersebut.

Dalam perkembangan terbaru pada 30 Oktober 2026, Binance menyatakan telah bekerja sama dengan sejumlah mitra blockchain untuk membekukan sekitar US$3 miliar aset yang berkaitan dengan insiden tersebut.

Bursa kripto terbesar di dunia itu juga menegaskan akan menanggung seluruh kerugian menggunakan dana Secure Asset Fund for Users (SAFU) dan dana perusahaan. Binance memastikan dana pengguna tetap aman.

Berdasarkan pembaruan resmi Binance, investigasi awal mengarah pada dugaan kompromi terhadap laptop milik seorang engineer DevOps. Pelaku diduga memanfaatkan akses tersebut untuk masuk ke dalam service container dan mengirimkan transaksi penarikan tanpa otorisasi.

Binance menyatakan belum menemukan bukti adanya kebocoran private key dompet. Meski demikian, investigasi masih berlangsung dan perusahaan berjanji akan merilis laporan teknis setelah seluruh fakta terverifikasi.

Baca juga: Bitcoin Halal atau Tidak? Ini Hasil Keputusan Muktamar NU ke-35

Binance Hentikan Deposit dan Penarikan, Investigasi Berlangsung

Sebagai langkah pencegahan, Binance untuk sementara menghentikan layanan deposit dan penarikan aset kripto selama pemeriksaan keamanan berlangsung.

Perusahaan juga telah mencabut otorisasi alamat yang terdampak serta melibatkan aparat penegak hukum dan perusahaan analitik blockchain untuk melacak aliran dana dan mengupayakan pemulihan aset.

Binance menyebut tim keamanannya bekerja sepanjang waktu untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bursa itu juga berencana menerbitkan pembaruan Proof of Reserves setelah proses pemulihan dan penanganan insiden selesai.

Sebelum pembaruan resmi tersebut dirilis, pergerakan dana dalam jumlah besar di jaringan Ethereum telah memicu spekulasi mengenai kemungkinan peretasan.

Salah satu alamat Ethereum yang terpantau menerima 28.005,6 ETH dari dompet berlabel Binance, kemudian mengirimkan sekitar 195.460 ETH atau senilai kurang lebih US$440 juta ke alamat lain.

Namun, angka transaksi tersebut hanya menggambarkan aktivitas pada satu alamat dan bukan keseluruhan dampak insiden yang kemudian diperkirakan Binance mencapai US$6,3 miliar.

Tether dan Circle Bekukan Miliaran Dolar Aset

Dilaporkan BeInCrypto, respons terhadap insiden ini juga datang dari penerbit stablecoin. Tether dan Circle mengambil tindakan pembekuan terhadap sejumlah aset yang diduga berkaitan dengan aktivitas penarikan tidak sah tersebut.

Berdasarkan laporan yang berkembang, Tether membekukan sekitar US$1,57 miliar aset terkait, sedangkan Circle membekukan lebih dari US$800 juta. Binance sebelumnya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan kedua perusahaan tersebut.

Selain Tether dan Circle, Ripple dilaporkan turut membekukan sekitar US$200 juta aset. World Liberty Financial juga bekerja sama dengan kustodian BitGo untuk membekukan aset terkait senilai sekitar US$27 juta dalam stablecoin USD1.

Secara keseluruhan, Binance memperkirakan sekitar US$3 miliar aset telah berhasil dibekukan melalui koordinasi dengan berbagai mitra.

Meski demikian, jumlah tersebut masih dapat berubah seiring berjalannya proses pelacakan dan investigasi.

Harga Bitcoin dan BNB Ikut Terkoreksi

Insiden keamanan Binance turut menjadi perhatian pelaku pasar kripto dan terjadi bersamaan dengan tekanan harga sejumlah aset digital.

Mengutip laporan Reuters pada 30 Oktober 2026, Bitcoin sempat turun sekitar 2% ke level US$77.646, sementara Ethereum melemah sekitar 2% ke US$2.238,76 dalam perdagangan Asia.

Token BNB juga mengalami tekanan lebih besar dengan penurunan lebih dari 8% dalam periode 24 jam berdasarkan data CoinGecko yang dikutip Reuters.

Kondisi tersebut memperlihatkan meningkatnya kehati-hatian investor di tengah kabar mengenai dugaan peretasan salah satu bursa kripto terbesar di dunia.

Meski demikian, penurunan pasar tidak dapat sepenuhnya dikaitkan dengan insiden Binance. Tekanan pasar kripto telah berlangsung sebelum peringatan mengenai aktivitas dompet tersebut muncul.

Insiden Binance Jadi Pengingat Risiko Keamanan Kripto

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya keamanan infrastruktur dan pengelolaan aset dalam industri kripto.

Selain keamanan private key dan dompet digital, akses internal perusahaan, perangkat karyawan, serta sistem operasional juga dapat menjadi titik kerentanan apabila tidak dilindungi dengan baik.

Bagi investor, insiden ini menjadi pengingat untuk memperhatikan aspek keamanan platform, transparansi cadangan aset, serta mekanisme perlindungan dana pengguna sebelum menggunakan layanan perdagangan kripto.

Untuk saat ini, Binance menyatakan dana pengguna tetap aman dan seluruh kerugian akibat insiden akan ditanggung perusahaan. Namun, kepastian mengenai penyebab, identitas pelaku, serta jumlah akhir aset yang terdampak masih menunggu hasil investigasi resmi.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secarareal-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Harga Bitcoin Hari Ini: BTC di US$79.624, Sinyal Akumulasi Mulai Terlihat?

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device