Harga Bitcoin (BTC) berada di level US$79.624,79 dengan kenaikan tipis 0,03% dalam 24 jam terakhir. Di tengah pergerakan yang relatif terbatas, Galaxy Research menilai fase bear market Bitcoin telah berakhir pada Juni 2026 dan pasar kini memasuki fase akumulasi yang berpotensi mendahului reli berikutnya.
Berdasarkan data pasar yang tersedia, kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai sekitar US$1,6 triliun, sedangkan volume perdagangan dalam 24 jam tercatat sebesar US$26,03 miliar. Bitcoin masih berada di bawah level US$80.000, sehingga pelaku pasar perlu mencermati arah pergerakan harga selanjutnya.
Dalam laporan risetnya, Galaxy Research menyebut sejumlah indikator teknikal, posisi pasar, kondisi fundamental, dan sentimen investor menunjukkan bahwa tekanan jual Bitcoin telah mereda. Menurut perusahaan tersebut, kondisi ini dapat menjadi bagian dari fase akumulasi sebelum pergerakan harga yang lebih berkelanjutan.
Meski demikian, Bitcoin masih menghadapi tantangan untuk kembali ke rekor harga tertingginya pada Oktober 2025. Laporan tersebut mencatat BTC masih berada sekitar 35% di bawah rekor tersebut berdasarkan harga yang dibahas pada periode analisis.
Level US$81.000 Jadi Penentu Harga Bitcoin

Dalam analisis teknikal, level US$81.000 menjadi salah satu area penting yang perlu diperhatikan. Analis pasar Ted Pillows menilai penembusan level tersebut pada grafik harian dapat membantu memperkuat peluang pemulihan harga BTC dalam jangka pendek.
Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, pelaku pasar dapat mencermati apakah momentum beli berlanjut. Sebaliknya, kegagalan menembus resistance berpotensi membuat harga kembali bergerak terbatas atau menghadapi tekanan jual.
Namun, pandangan tersebut belum memastikan bahwa Bitcoin akan langsung memasuki tren kenaikan baru. Pergerakan harga tetap dipengaruhi oleh likuiditas, sentimen investor, dan kondisi pasar keuangan global.

Tren Pemilu AS Perlu Dicermati
Selain faktor teknikal, tren historis menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat atau US midterm elections pada 2026 juga menjadi perhatian sebagian analis.
Analis Ali Martinez menyoroti bahwa Bitcoin pernah mencatat penurunan dengan persentase dua digit pada tahun pemilu paruh waktu AS, yakni 2014, 2018, dan 2022. Meski demikian, pola historis tersebut tidak menjamin bahwa pergerakan serupa akan kembali terjadi pada 2026.
Dengan demikian, prospek harga Bitcoin masih bergantung pada konfirmasi pergerakan pasar. Pandangan Galaxy Research mengenai berakhirnya bear market memberikan perspektif positif terhadap fase pasar saat ini, tetapi level US$81.000 dan perkembangan sentimen makroekonomi tetap menjadi faktor penting yang perlu dipantau.

Investor perlu mempertimbangkan risiko volatilitas dan melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan terkait aset kripto.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Keputusan The Fed Jadi Sorotan, Bagaimana Nasib Bitcoin?



