Harga Bitcoin Hari Ini (26/10) Anjlok di Bawah US$80.000, Waspada Penurunan Berlanjut!

Bitcoin

26 Oct 2026

3 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Harga Bitcoin (BTC) melemah 1,40% ke US$79.660,85 dalam 24 jam terakhir hingga Senin (26/10/2026). Penurunan ini membawa Bitcoin kembali ke bawah level psikologis US$80.000 di tengah tekanan arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot Amerika Serikat (AS), meningkatnya ketidakpastian geopolitik, serta gelombang likuidasi posisi trading berleverage.

Tekanan jual tersebut membuat Bitcoin bergerak lebih lemah dibandingkan pasar kripto secara keseluruhan. Jika BTC gagal kembali menembus US$80.000, harganya berpotensi menguji area support berikutnya di sekitar US$77.600.

Arus Keluar ETF Bitcoin Tekan Harga BTC

Data CoinMarketCap melihat salah satu faktor utama yang membebani harga Bitcoin adalah melemahnya permintaan dari investor institusi. Berdasarkan data yang dirujuk dari Farside Investors, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar bersih sekitar US$773,5 juta pada Kamis dan Jumat, 22–23 Oktober 2026.

Arus keluar tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan jual di tengah perubahan sentimen investor. Pada saat yang sama, kekhawatiran terkait potensi ketegangan antara AS dan Iran turut mendorong pelaku pasar mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Kondisi ini memperburuk tekanan terhadap Bitcoin, terutama karena level US$80.000 sebelumnya menjadi area penting yang diperhatikan pelaku pasar.

Investor kini juga mencermati sejumlah agenda ekonomi AS dalam waktu dekat, termasuk pertemuan Federal Reserve pada 27–28 Oktober dan rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) September pada 29 Oktober 2026. Kedua agenda tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter dan pergerakan aset berisiko.

Likuidasi Posisi Long Percepat Penurunan Bitcoin

Selain tekanan dari investor institusi, penurunan Bitcoin turut diperparah oleh likuidasi posisi trading berleverage. Data CoinGlass yang dikutip TradingView menunjukkan bahwa sekitar US$815 juta–US$837 juta posisi di pasar kripto dilikuidasi dalam periode 24 jam, dengan posisi long menjadi bagian terbesar.

Likuidasi terjadi ketika posisi trader ditutup secara paksa karena tidak lagi memenuhi persyaratan margin. Saat harga Bitcoin menembus US$80.000, posisi long yang bertaruh pada kenaikan harga menghadapi tekanan tambahan dan memicu penjualan lanjutan.

Fenomena ini dapat memperbesar volatilitas ketika harga menembus level support penting. Dengan demikian, pelemahan Bitcoin tidak hanya dipengaruhi sentimen makroekonomi, tetapi juga tekanan teknikal akibat tingginya eksposur leverage di pasar.

Analisis Harga Bitcoin: Support US$77.600 Jadi Level Kunci

Dari sisi teknikal, Bitcoin masih menghadapi tekanan bearish selama belum mampu kembali bertahan di atas US$80.000. Level tersebut menjadi area penting yang perlu direbut kembali untuk membantu menstabilkan pergerakan harga.

Indikator Relative Strength Index (RSI) tujuh hari berada di sekitar 33,08. Angka ini mendekati wilayah oversold, yang menunjukkan bahwa tekanan jual telah cukup kuat dan membuka peluang terjadinya pantulan harga dalam jangka pendek.

Meski demikian, kondisi oversold tidak secara otomatis menandakan bahwa tren penurunan telah berakhir.

Jika Bitcoin kembali melemah dan menembus level terendah terbaru di US$79.145, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju support berikutnya di sekitar US$77.600. Level ini merujuk pada area True Market Mean yang diidentifikasi oleh Glassnode.

Sebaliknya, apabila BTC mampu merebut kembali US$80.000 dan mempertahankannya, peluang pemulihan jangka pendek menuju US$82.200 dapat terbuka. Namun, pergerakan tersebut tetap bergantung pada perubahan sentimen pasar dan kemampuan Bitcoin mempertahankan level support yang berhasil direbut kembali.

Prospek Bitcoin Hari Ini

Pergerakan Bitcoin pada 26 Oktober 2026 masih dibayangi tekanan bearish setelah harga turun di bawah US$80.000. Arus keluar ETF, ketidakpastian geopolitik, dan likuidasi posisi long menjadi kombinasi faktor yang memperbesar risiko penurunan lanjutan.

Pelaku pasar akan mencermati apakah Bitcoin mampu mempertahankan area US$79.145–US$80.000 menjelang pertemuan The Fed dan rilis data PCE AS. Kegagalan mempertahankan area tersebut dapat membuka peluang pengujian support US$77.600, sedangkan pemulihan di atas US$80.000 berpotensi memicu pantulan menuju US$82.200.

Meski indikator teknikal menunjukkan Bitcoin mendekati kondisi oversold, arah pergerakan selanjutnya masih bergantung pada kekuatan permintaan dan perkembangan sentimen makroekonomi.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: FLOQ Borong Tiga Penghargaan di Marketeers Editor's Choice Award 2026

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device