The Fed Putuskan Suku Bunga Malam Ini, Bitcoin Terancam Jatuh ke US$77.000?

Berita

28 Oct 2026

4 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat mendekati US$81.000 menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), pada Rabu (28/10/2026) waktu setempat. Meski berhasil pulih setelah sempat turun di bawah US$80.000, pergerakan Bitcoin masih dibayangi ketidakpastian kebijakan moneter dan potensi kenaikan suku bunga pada Desember mendatang.

Mengutip laporan CoinMarketCap pada 28 Oktober 2026, Bitcoin naik hampir 2% hingga mendekati US$81.000 pada perdagangan pagi Asia. Penguatan ini terjadi setelah BTC sempat merosot mendekati US$79.000 pada akhir pekan sebelumnya.

Pelaku pasar kini menantikan keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan diumumkan pukul 14.00 waktu AS atau Kamis (29/10/2026) pukul 01.00 WIB. Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh pada konferensi pers setelah pengumuman juga menjadi perhatian karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.

Bitcoin Berpeluang Pulih, tetapi Sinyal The Fed Jadi Penentu

Jadwal pengumuman keputusan suku bunga bank sentral.

Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%–4,00%. Berdasarkan data kontrak berjangka suku bunga yang dikutip sejumlah laporan pasar, peluang suku bunga tetap berada di sekitar 90%.

Namun, keputusan mempertahankan suku bunga belum tentu langsung mendorong kenaikan Bitcoin. Investor juga perlu mencermati apakah The Fed memberikan sinyal bahwa suku bunga dapat kembali dinaikkan pada Desember untuk mengendalikan inflasi.

Inflasi AS yang masih menjadi perhatian dan kenaikan biaya energi berpotensi membuat bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Kondisi ini dapat mengurangi minat investor terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Sebaliknya, apabila Kevin Warsh memberikan sinyal yang lebih lunak mengenai prospek inflasi dan suku bunga, Bitcoin berpotensi memperoleh dukungan dari meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko.

Dengan demikian, reaksi pasar akan bergantung pada apakah pernyataan The Fed lebih ketat atau lebih longgar dibandingkan ekspektasi investor saat ini.

Level US$82.500 Jadi Area Penting bagi Bitcoin

Ilustrasi pergerakan harga BItcoin hari ini, Rabu (28 Oktober 2026.

Dari sisi teknikal, Bitcoin masih perlu menunjukkan kekuatan untuk mengonfirmasi pemulihan harga.

Laporan CoinDesk mengutip analisis Galaxy yang menyebut penutupan harga harian di atas US$82.500 dapat menjadi indikasi bahwa momentum pemulihan Bitcoin mulai menguat.

Sementara itu, analisis Bitfinex pada 26 Oktober mengidentifikasi area US$77.000–US$77.765 sebagai zona dukungan penting. Area tersebut berkaitan dengan sejumlah indikator biaya akumulasi pemegang Bitcoin dan dapat menjadi perhatian apabila tekanan jual kembali meningkat.

Dengan harga yang masih bergerak di sekitar US$80.000–US$81.000, terdapat dua skenario yang perlu dicermati.

Jika Bitcoin mampu bertahan di atas US$80.000 dan menembus US$82.500, peluang pemulihan lebih lanjut dapat terbuka. Namun, apabila tekanan jual meningkat dan harga menembus area dukungan terdekat, Bitcoin berpotensi menguji level yang lebih rendah, termasuk zona US$77.000–US$78.000.

Level-level tersebut merupakan area teknikal yang dipantau pelaku pasar, bukan target harga yang pasti tercapai.

Bukan Hanya FOMC, Data Inflasi AS Juga Membayangi Bitcoin

CME Fed watch pada 27 Oktober 2026.

Risiko volatilitas Bitcoin tidak berhenti setelah keputusan FOMC. Pada Kamis (29/10/2026) waktu AS, pasar juga menantikan rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) September dan produk domestik bruto (PDB) AS kuartal III.

PCE merupakan salah satu indikator inflasi yang diperhatikan The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga. Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka panjang dapat kembali menguat dan menekan aset berisiko.

Sebaliknya, inflasi yang melandai dapat meningkatkan harapan bahwa tekanan terhadap kebijakan moneter akan berkurang.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pelaku pasar perlu melihat pergerakan Bitcoin dalam konteks yang lebih luas, terutama ketika keputusan bank sentral dan data ekonomi datang dalam waktu berdekatan.

“Pemulihan harga Bitcoin menjelang keputusan The Fed belum cukup untuk memastikan tren kenaikan berlanjut. Pelaku pasar perlu memperhatikan arah kebijakan suku bunga, data inflasi, serta respons pasar setelah pengumuman. Dalam kondisi seperti ini, pengelolaan risiko tetap penting karena volatilitas dapat meningkat dalam waktu singkat,” ujar Yudhono.

Dengan demikian, keputusan FOMC pada 28 Oktober menjadi salah satu katalis utama bagi pergerakan Bitcoin menjelang akhir bulan. Kemampuan BTC mempertahankan level US$80.000, menembus US$82.500, atau justru kembali melemah akan menjadi perhatian investor dalam jangka pendek.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secarareal-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin Hari Ini: The Fed Jadi Kunci, US$82.500 Target Berikutnya

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device