Harga Bitcoin hari ini, Rabu (28/10) menguat 1,69% ke level US$81.015,33 dalam 24 jam terakhir, sedikit melampaui kenaikan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan yang mencapai 1,65%.
Penguatan ini terjadi di tengah kenaikan pasar saham Amerika Serikat dan harga emas, menjelang pengumuman kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Pergerakan Bitcoin (BTC) tersebut menunjukkan bahwa sentimen makroekonomi masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pasar aset digital. Data CoinMarketCap menunjukkan korelasi Bitcoin mencapai 91% terhadap indeks S&P 500 dan 92% terhadap emas, mengindikasikan bahwa pergerakan BTC saat ini turut mengikuti perubahan sentimen di pasar keuangan global.
Pada periode yang sama, indeks S&P 500 naik 0,47%, sedangkan harga emas menguat 1,47%. Kesamaan arah pergerakan ini mengindikasikan bahwa kenaikan Bitcoin belum sepenuhnya didorong oleh katalis khusus dari industri kripto, melainkan oleh perubahan ekspektasi investor terhadap likuiditas dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Harga Bitcoin Hari Ini: Pasar Menanti Keputusan The Fed
Keputusan The Fed menjadi perhatian utama pelaku pasar pada hari ini. Kebijakan suku bunga dan pernyataan bank sentral AS berpotensi memengaruhi selera risiko investor, termasuk minat terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.
Jika The Fed memberikan sinyal kebijakan yang lebih dovish atau mengindikasikan ruang pelonggaran moneter ke depan, Bitcoin berpotensi memperoleh dorongan tambahan. Sebaliknya, sikap hawkish yang menekankan perlunya mempertahankan kebijakan moneter ketat dapat meningkatkan tekanan jual di pasar kripto.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa penguatan harga Bitcoin masih perlu dikonfirmasi oleh perkembangan makroekonomi berikutnya. Kenaikan dalam 24 jam terakhir belum cukup untuk memastikan bahwa pasar telah memasuki tren bullish yang berkelanjutan.
Likuidasi Posisi Short Ikut Dorong Harga BTC

Selain sentimen makroekonomi, penguatan Bitcoin turut didukung oleh likuidasi posisi di pasar derivatif kripto. Data pasar menunjukkan total likuidasi mencapai sekitar US$133 juta, terdiri dari sekitar US$70 juta posisi short dan US$62 juta posisi long.
Likuidasi posisi short terjadi ketika trader yang bertaruh pada penurunan harga mengalami penutupan posisi secara paksa. Proses tersebut dapat memicu pembelian aset untuk menutup posisi, sehingga menambah tekanan beli dan mempercepat kenaikan harga.
Meski demikian, likuidasi bukan satu-satunya penjelasan di balik reli Bitcoin kali ini. Laporan Galaxy Digital pada 26 Oktober 2026 yang mengemukakan pandangan bahwa pasar bearish Bitcoin telah berakhir pada Juni turut memberikan dukungan terhadap sentimen positif investor.
Namun, pandangan tersebut tetap merupakan tesis pasar yang perlu diuji melalui perkembangan harga dan arus investasi berikutnya. Arus masuk dana yang berkelanjutan ke produk investasi Bitcoin, termasuk ETF spot di Amerika Serikat, dapat menjadi salah satu indikator untuk menilai apakah permintaan institusional benar-benar kembali menguat.
Analisis Teknikal Bitcoin: US$82.500 Jadi Resistance Kunci
Dari sisi teknikal, Bitcoin sebelumnya memantul dari area support US$79.500. Level ini menjadi titik penting untuk mempertahankan momentum pemulihan harga dalam jangka pendek.
Selama BTC mampu bertahan di atas US$80.000, peluang pengujian resistance pada kisaran US$82.300–US$82.500 masih terbuka. Area tersebut menjadi perhatian karena akumulasi transaksi sebelumnya diperkirakan dapat memicu tekanan jual ketika harga kembali mendekatinya.
Bitcoin juga perlu menembus dan mempertahankan pergerakan di atas Exponential Moving Average (EMA) 50 hari yang berada di sekitar US$81.750. Penutupan harian di atas level tersebut dapat menjadi sinyal tambahan bahwa momentum bullish mulai menguat.
Sebaliknya, jika Bitcoin kembali turun dan menembus support US$79.500 secara meyakinkan, risiko koreksi menuju US$77.500 akan meningkat. Karena itu, pergerakan di sekitar level support dan resistance tersebut perlu dicermati untuk menilai kekuatan pemulihan harga BTC.
Prospek Bitcoin: Berpotensi Menguat, tetapi Masih Rentan

Secara keseluruhan, prospek Bitcoin dalam jangka pendek cenderung hati-hati dengan peluang penguatan selama harga mampu bertahan di atas US$80.000. Kenaikan pasar saham, penguatan emas, likuidasi posisi short, serta sentimen positif dari sebagian pelaku institusional memberikan dukungan terhadap pemulihan harga.
Meski demikian, arah pergerakan selanjutnya masih bergantung pada keputusan dan komunikasi The Fed. Sinyal kebijakan yang lebih dovish berpotensi membuka peluang Bitcoin menguji US$82.500, sedangkan sikap hawkish dapat mengembalikan tekanan jual dan mendorong BTC menguji support US$79.500.
Pelaku pasar juga perlu memperhatikan arus dana ETF Bitcoin serta kemampuan harga mempertahankan level teknikal penting. Kombinasi indikator tersebut dapat membantu menilai apakah kenaikan saat ini merupakan awal dari pemulihan yang lebih kuat atau hanya reli jangka pendek di tengah ketidakpastian makroekonomi.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secarareal-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Bitcoin Terancam Tutup Oktober di Zona Merah, 4 Sinyal Bullish Ini Masih Bikin Harapan



