Harga Bitcoin hari ini mengalami tekanan di tengah pelemahan pasar kripto global. Berdasarkan data yang tersedia, Bitcoin turun 2,29% dalam 24 jam terakhir ke level US$76.475,99. Tekanan harga dipicu oleh aksi jual investor institusi melalui produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat serta meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar menjelang pemilihan paruh waktu atau midterm elections AS.
Dilaporkan CoinMarketCap, penurunan Bitcoin juga sejalan dengan pelemahan pasar saham Amerika Serikat, terutama sektor teknologi. Korelasi Bitcoin dengan indeks S&P 500 tercatat mencapai 84%, menunjukkan bahwa pergerakan kedua aset tersebut masih dipengaruhi oleh sentimen makroekonomi dan kecenderungan investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Arus Keluar ETF Bitcoin Spot Tekan Harga
Salah satu faktor utama yang membebani harga Bitcoin adalah arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Pada 2 November 2026, produk investasi tersebut mencatatkan arus keluar bersih sebesar US$398,6 juta.
ETF Bitcoin spot milik BlackRock, IBIT, menjadi salah satu kontributor utama dengan arus keluar mencapai US$405,3 juta.
Kondisi ini mencerminkan meningkatnya sikap hati-hati investor institusi di tengah ketidakpastian menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November 2026.

Aksi pengurangan eksposur terhadap aset berisiko tidak hanya terjadi di pasar kripto, tetapi juga terlihat pada pasar saham Amerika Serikat. Pelemahan saham teknologi turut memperkuat tekanan terhadap Bitcoin.
Perkembangan arus dana ETF setelah hasil pemilu AS diumumkan akan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat apakah tekanan jual dari investor institusi masih berlanjut.
Baca juga: Kapan Bitcoin Halving? Info Jadwal dan efeknya
Likuidasi Posisi Long Perbesar Tekanan Jual
Selain arus keluar ETF, penurunan Bitcoin juga diperkuat oleh likuidasi posisi perdagangan berleverage.
Dalam 24 jam terakhir, likuidasi Bitcoin tercatat mencapai US$88,48 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar US$81,97 juta berasal dari posisi long atau taruhan terhadap kenaikan harga.
Pelemahan Bitcoin di bawah level psikologis US$77.000 memicu penutupan paksa sejumlah posisi long yang tidak lagi mampu memenuhi persyaratan margin.
Kondisi tersebut memperbesar tekanan jual dan mempercepat penurunan harga.
Sebelum penurunan terjadi, open interest Bitcoin tercatat meningkat 23,84%. Peningkatan ini menunjukkan bertambahnya posisi di pasar derivatif, meskipun tidak secara langsung memastikan arah posisi yang dibuka.
Dengan demikian, tekanan harga Bitcoin saat ini tidak hanya berasal dari penjualan di pasar spot, tetapi juga dari aktivitas perdagangan berleverage yang memperbesar volatilitas.
Analisis Harga Bitcoin: US$76.000 Jadi Level Kunci
Secara teknikal, Bitcoin masih berada dalam tekanan bearish dalam jangka pendek. Namun, indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 34,58, mendekati area jenuh jual.
Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya pemulihan harga apabila tekanan jual mulai mereda.
Bitcoin saat ini perlu mempertahankan area support US$76.000–US$76.442. Jika mampu bertahan di atas zona tersebut, harga berpotensi mengalami rebound menuju level US$77.583, yang merupakan area retracement Fibonacci 50%.

Apabila momentum pemulihan berlanjut, Bitcoin berpeluang menguji resistance berikutnya di sekitar US$79.100.
Sebaliknya, jika Bitcoin menembus support US$76.000 dan mencatatkan penutupan harian di bawah level tersebut, risiko koreksi lanjutan akan meningkat.
Dalam skenario tersebut, Bitcoin berpotensi menguji area US$74.600, yang berada di sekitar harga realisasi pemegang jangka pendek.
Hasil Pemilu AS Jadi Katalis Berikutnya
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada hasil pemilihan paruh waktu AS yang berlangsung pada 3 November 2026. Hasil pemilu diperkirakan mulai memengaruhi pasar ketika sesi perdagangan Asia dibuka pada 4 November 2026.
Dikutip CryptoPotato, ketidakpastian politik dan arah kebijakan ekonomi AS menjadi faktor yang dapat memengaruhi sentimen investor terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Apabila hasil pemilu mampu meredakan ketidakpastian dan mendorong pemulihan sentimen pasar, Bitcoin berpotensi memperoleh momentum untuk menguji kembali level resistance terdekat.
Namun, jika ketidakpastian berlanjut dan arus keluar ETF tetap tinggi, tekanan jual berpotensi membawa Bitcoin menguji area support yang lebih rendah.
Dalam jangka pendek, arah harga Bitcoin akan sangat bergantung pada kemampuan mempertahankan support US$76.000 serta perkembangan arus dana ETF Bitcoin spot setelah hasil pemilu AS diketahui.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Pemilu AS, Data Tenaga Kerja, dan Ketegangan Iran Jadi Penentu Pasar Kripto Pekan Ini



