Harga Bitcoin (BTC) hari ini mengalami penguatan setelah sempat tertekan akibat aksi jual pekan lalu. Bitcoin tercatat naik 1,12% dalam 24 jam ke level US$78.507,80, sedikit lebih baik dibandingkan pemulihan pasar kripto secara keseluruhan.
Kenaikan ini terjadi setelah Bitcoin menguji area support US$76.000–US$77.000. Namun, penguatan tersebut belum cukup untuk mengonfirmasi pembalikan tren, mengingat harga BTC masih berada di bawah sejumlah indikator teknikal penting.
Berdasarkan data CoinMarketCap, volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam meningkat 32,39% menjadi sekitar US$14,5 miliar. Peningkatan volume tersebut menunjukkan adanya aktivitas beli setelah tekanan jual yang terjadi pada pekan sebelumnya.
Meski demikian, pergerakan Bitcoin masih menunjukkan korelasi sebesar 87% dengan indeks S&P 500 dalam sepekan terakhir. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pergerakan BTC masih dipengaruhi oleh sentimen makroekonomi dan dinamika pasar keuangan global.
Baca juga: FLOQ StableShift Hadir! Reward Rp19,5 Juta untuk Pengguna USDT, RLUSD, dan USDC
Analisis Harga Bitcoin Hari Ini: Pantulan Teknikal Belum Cukup Kuat

Pemulihan harga Bitcoin saat ini lebih mencerminkan technical bounce atau pantulan teknikal setelah menyentuh area support penting.
Area US$76.000–US$77.000 menjadi perhatian pelaku pasar setelah tekanan jual yang terjadi pada 29 Oktober, menyusul insiden keamanan Binance.
Dalam kondisi tersebut, sebagian pelaku pasar mulai melakukan pembelian ketika harga mendekati area support. Namun, kenaikan yang terjadi belum mengubah struktur tren jangka pendek Bitcoin yang masih berada dalam fase koreksi.
Bitcoin saat ini masih diperdagangkan di bawah moving average 20 hari pada US$81.022 dan moving average 50 hari pada US$81.906. Kedua indikator tersebut menjadi acuan untuk melihat arah tren jangka pendek hingga menengah.
Selain itu, Bitcoin perlu mempertahankan pergerakan di atas level Fibonacci retracement 78,6% pada US$78.497 untuk memberikan sinyal momentum bullish yang lebih kuat.
Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan menuju area resistance berikutnya dapat terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan momentum berisiko membuat BTC kembali menguji area support.
Spekulasi Pembelian MicroStrategy Ikut Menopang Sentimen
Selain faktor teknikal, sentimen pasar Bitcoin turut mendapat dukungan dari spekulasi mengenai potensi pembelian Bitcoin baru oleh MicroStrategy.
CEO MicroStrategy, Michael Saylor, memberikan sinyal melalui unggahan media sosial pada 1 November 2026. Namun, hingga analisis ini disusun, belum ada konfirmasi resmi mengenai transaksi pembelian baru.
Spekulasi tersebut memberikan sentimen positif karena MicroStrategy dikenal sebagai salah satu perusahaan dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di kalangan korporasi.
Meski demikian, pelaku pasar perlu membedakan antara sinyal dari media sosial dan pengumuman transaksi yang telah terkonfirmasi. Pembelian institusional yang benar-benar terjadi berpotensi menjadi katalis tambahan bagi harga Bitcoin, terutama ketika pasar sedang berusaha pulih dari tekanan jual.
Level Support dan Resistance Bitcoin yang Perlu Diperhatikan
Dalam jangka pendek, pergerakan Bitcoin masih cenderung berada dalam rentang konsolidasi. Pelaku pasar dapat memperhatikan beberapa level harga berikut untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.
- Resistance terdekat US$79.107: Jika Bitcoin mampu menembus level ini dan mempertahankan posisinya, peluang penguatan menuju US$81.906 akan semakin terbuka.
- Support utama US$76.141: Level ini menjadi perhatian karena merupakan harga terendah Bitcoin pada 30 Oktober 2026.
- Target penurunan US$75.000: Jika BTC gagal mempertahankan support US$76.141, tekanan jual berpotensi membawa harga menuju area ini.
- Resistance lanjutan US$81.906: Level ini bertepatan dengan moving average 50 hari dan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat pemulihan tren.
Selain level tersebut, Bitcoin juga perlu mempertahankan pergerakan di atas US$78.497, yang merupakan level Fibonacci retracement 78,6%.
Dengan demikian, pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan harga mempertahankan area support dan menembus resistance terdekat.
Arus ETF dan Laporan Binance Jadi Penentu Arah Bitcoin
Selain level teknikal, terdapat dua faktor utama yang berpotensi memengaruhi pergerakan Bitcoin dalam waktu dekat.
Pertama, arus dana dari produk spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat. Pada 30 Oktober 2026, produk tersebut mencatatkan arus keluar dana sebesar US$643 juta.
Arus keluar tersebut menunjukkan bahwa permintaan dari investor institusional melalui produk ETF masih menghadapi tekanan. Jika arus dana kembali positif dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya, kondisi tersebut dapat menjadi indikasi awal pulihnya minat investor terhadap Bitcoin.
Kedua, laporan lanjutan Binance mengenai insiden keamanan yang dijadwalkan pada 3 November 2026. Laporan tersebut menjadi perhatian pasar karena dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai dampak insiden dan langkah penanganan yang dilakukan perusahaan.
Kejelasan informasi mengenai insiden tersebut berpotensi memengaruhi sentimen investor terhadap pasar kripto secara keseluruhan.
Selain itu, laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dijadwalkan pada 6 November 2026 juga perlu diperhatikan. Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter dan pergerakan aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Outlook Harga Bitcoin Hari Ini

Secara keseluruhan, prospek Bitcoin dalam jangka pendek masih berada dalam kondisi netral dengan kecenderungan konsolidasi.
Kenaikan 1,12% dalam 24 jam terakhir menunjukkan adanya pemulihan setelah tekanan jual pekan lalu. Namun, belum terdapat konfirmasi bahwa Bitcoin telah kembali memasuki tren bullish.
Pergerakan selanjutnya akan ditentukan oleh kemampuan BTC mempertahankan support US$76.141, perkembangan arus dana spot Bitcoin ETF, serta respons pasar terhadap laporan lanjutan Binance.
Jika tekanan jual kembali meningkat, Bitcoin berisiko menguji area US$75.000. Sebaliknya, penguatan yang berkelanjutan di atas US$79.107 dapat membuka peluang pengujian resistance yang lebih tinggi.
Pelaku pasar perlu mencermati perkembangan tersebut sebelum mengambil keputusan, mengingat volatilitas Bitcoin masih berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Harga Kripto Berguguran, Hyperliquid Malah Meroket 18%!



