Harga Ethereum hari ini, Selasa (4/8) bergerak menguat dan berhasil bertahan di atas level US$1.850 setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data perdagangan terbaru, ETH diperdagangkan di kisaran US$1.856,19, naik sekitar 0,17% dalam 24 jam terakhir.
Kenaikan ini menunjukkan minat beli mulai kembali muncul meski pergerakan Ethereum masih dibayangi sentimen makro dan belum sepenuhnya keluar dari fase konsolidasi.
Ethereum Kembali Menghijau, Kapitalisasi Pasar Sentuh US$224 Miliar
Dilaporkan Crypto News, seiring kenaikan harga, kapitalisasi pasar Ethereum kini mencapai sekitar US$224,01 miliar, menjadikannya aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin.
Sementara itu, volume perdagangan selama 24 jam terakhir tercatat sekitar US$8,26 miliar, menunjukkan aktivitas transaksi masih cukup tinggi di tengah kondisi pasar yang cenderung bergerak terbatas.
Dalam jangka pendek, Ethereum berhasil membukukan kenaikan harian sekitar 0,26%. Jika melihat performa yang lebih panjang, ETH telah naik 5,16% dalam 30 hari terakhir dan menguat 12,03% dalam dua bulan terakhir. Namun secara tiga bulanan, Ethereum masih mencatat pelemahan sekitar 21,68%, menandakan tren pemulihan masih berlangsung secara bertahap.

Baca juga: Apa yang Berubah pada Ethereum Setelah Dencun Upgrade?
Area US$1.850 Jadi Fondasi Pemulihan
Keberhasilan Ethereum bertahan di atas level US$1.850 menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar. Level ini sebelumnya menjadi area yang cukup krusial karena sempat beberapa kali diuji saat tekanan jual meningkat.
Selama harga mampu mempertahankan posisi di atas area tersebut, peluang ETH untuk melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di kisaran US$1.900 masih terbuka.
Sebaliknya, apabila tekanan jual kembali meningkat dan harga turun di bawah US$1.850, Ethereum berpotensi kembali menguji area support di sekitar US$1.800.
Investor Masih Menanti Katalis Baru
Meski berhasil mencatat kenaikan tipis, pergerakan Ethereum masih dipengaruhi oleh sikap hati-hati investor yang menunggu katalis baru dari pasar.
Fokus pelaku pasar saat ini masih tertuju pada perkembangan ekonomi Amerika Serikat, termasuk data inflasi serta arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Kebijakan moneter yang lebih longgar berpotensi meningkatkan minat terhadap aset berisiko seperti kripto, sementara kebijakan yang tetap ketat dapat membatasi ruang kenaikan harga.
Selain faktor makro, perkembangan ekosistem Ethereum dan aktivitas jaringan juga akan menjadi penentu arah pergerakan ETH dalam beberapa pekan mendatang.
Mampukah Ethereum Tembus US$1.900?

Dalam jangka pendek, level US$1.900 menjadi resistance penting yang perlu ditembus agar momentum bullish semakin kuat. Jika berhasil melewati area tersebut, peluang Ethereum melanjutkan kenaikan menuju level yang lebih tinggi akan semakin terbuka.
Namun, investor tetap perlu mewaspadai volatilitas pasar yang masih tinggi. Pergerakan harga Ethereum dalam beberapa waktu ke depan diperkirakan masih akan dipengaruhi kombinasi faktor teknikal dan sentimen makro global.
Pantau Harga Ethereum Secara Real-Time di FLOQ
Ingin memantau pergerakan harga Ethereum dan aset kripto lainnya secara real-time? Gunakan aplikasi FLOQ untuk mendapatkan informasi harga terkini, analisis pasar, serta akses ke ratusan aset kripto dalam satu platform.
Download aplikasi FLOQ di Play Storeatau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Analisa Harga Bitcoin Hari Ini (4/8): BTC Naik ke Rp1.15 miliar, Reli Berlanjut?



