The Fed dan BoJ Naikkan Bunga, Bitcoin Malah Bangkit

Berita

18 Sep 2026

4 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Pasar kripto kembali menunjukkan pergerakan yang berlawanan dengan ekspektasi pasar. Setelah kegagalan CLARITY Act di Senat Amerika Serikat (AS) memicu tekanan jual dan membuat Bitcoin (BTC) jatuh di bawah US$76.000, harga aset kripto terbesar tersebut justru kembali menguat ketika dua bank sentral utama menaikkan suku bunga.

Bitcoin sempat tertekan setelah Senat AS gagal memajukan Digital Asset Market CLARITY Act melalui voting prosedural pada 15 September 2026. RUU tersebut hanya memperoleh 49 suara mendukung berbanding 50 menolak, sementara diperlukan 60 suara untuk melanjutkan pembahasan. 

Kegagalan tersebut langsung mengguncang pasar kripto. Bitcoin sempat turun menuju US$75.000-US$76.000, sementara sejumlah altcoin mengalami tekanan lebih besar. XRP bahkan sempat turun hampir 10%, Ethereum sekitar 5%, dan Solana sekitar 5% setelah hasil voting diumumkan. 

Tekanan juga terlihat dari arus dana ETF Bitcoin spot AS. Pada 15 September, ETF Bitcoin mencatat outflow sekitar US$450,3 juta, disusul outflow US$296 juta pada 16 September. 

Namun, kondisi tersebut mulai berubah sehari kemudian.

Fed Naikkan Bunga, Bitcoin Tak Berlama-lama Tertekan

Pada 16 September, Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4%. Keputusan tersebut menjadi kenaikan suku bunga pertama The Fed sejak Juli 2023.

Meski secara teori kenaikan suku bunga dapat meningkatkan tekanan terhadap aset berisiko seperti Bitcoin, reaksi pasar kali ini tidak berlangsung lama. Bitcoin sempat bergerak lebih tinggi setelah investor mencerna keputusan The Fed yang sebelumnya telah banyak diperhitungkan pasar. 

Proyeksi terbaru The Fed juga menunjukkan median suku bunga berada di level 4,1% pada akhir 2026, yang mengindikasikan masih adanya kemungkinan kenaikan berikutnya.

Dengan demikian, pasar kini menghadapi kombinasi yang cukup berat: kebijakan moneter AS kembali mengetat, sementara inflasi dan harga energi masih menjadi perhatian.

Namun Bitcoin tidak kembali menguji titik terendahnya setelah shock CLARITY Act.

BoJ Ikut Naikkan Bunga, BTC Justru Tembus US$77.000

Tekanan makro kembali datang dari Jepang.

Pada 18 September, Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun. Keputusan tersebut merupakan bagian dari proses normalisasi kebijakan moneter Jepang setelah bertahun-tahun mempertahankan suku bunga sangat rendah. 

Menariknya, Bitcoin justru bergerak naik setelah keputusan tersebut.

BTC kembali diperdagangkan di atas US$77.000, bahkan sempat mendekati US$78.000. Data pasar yang dikutip CoinDesk menunjukkan kenaikan Bitcoin berlangsung bersamaan dengan pelemahan yen setelah keputusan BoJ. 

Respons pasar terhadap BoJ juga dipengaruhi oleh karakter keputusan tersebut. Meskipun suku bunga dinaikkan, dua anggota dewan BoJ menentang kenaikan tersebut. Investor juga menilai sinyal kebijakan BoJ tidak seagresif yang dikhawatirkan sebelumnya.

Yen bahkan melemah setelah keputusan BoJ, dengan dolar AS menguat lebih dari 1% terhadap mata uang Jepang. Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga yang sudah diperkirakan pasar tidak otomatis menghasilkan penguatan mata uang atau aksi jual besar-besaran pada aset berisiko. 

Arus ETF Mulai Berbalik

Salah satu indikator yang ikut membantu menjelaskan ketahanan Bitcoin adalah arus dana ETF.

Setelah mengalami outflow US$450,3 juta pada 15 September dan US$296 juta pada 16 September, ETF Bitcoin spot AS kembali mencatat inflow US$159,5 juta pada 17 September.

Data tersebut menunjukkan bahwa investor institusional belum sepenuhnya meninggalkan Bitcoin meskipun pasar menghadapi kombinasi kegagalan legislasi kripto dan kenaikan suku bunga. 

Perubahan arus dana ini juga bertepatan dengan pemulihan harga BTC menuju US$77.000.

Artinya, tekanan jual akibat kegagalan CLARITY Act memang sempat besar, tetapi belum menghasilkan perubahan tren yang berkelanjutan pada Bitcoin.

Pasar Mulai Memisahkan Risiko Regulasi dan Risiko Makro

Pergerakan beberapa hari terakhir memperlihatkan bahwa pasar kripto tidak merespons seluruh katalis dengan cara yang sama.

Kegagalan CLARITY Act memberikan pukulan langsung terhadap ekspektasi regulasi industri kripto AS. Dampaknya paling terasa pada altcoin dan saham perusahaan kripto, sementara Bitcoin relatif mampu menahan tekanan lebih baik. 

Sebaliknya, keputusan suku bunga The Fed dan BoJ sudah lebih banyak diperhitungkan oleh pasar sebelum pengumuman. Karena itu, ketika keputusan yang keluar tidak memberikan kejutan besar, sebagian tekanan justru berpotensi berubah menjadi aksi relief rally.

Kondisi ini membuat Bitcoin berada dalam situasi yang cukup unik. Di satu sisi, suku bunga global yang lebih tinggi masih menjadi tantangan bagi aset berisiko. Di sisi lain, arus dana ETF dan kemampuan BTC bertahan di atas level US$76.000 menunjukkan masih adanya permintaan pasar.

Pergerakan Bitcoin selanjutnya akan sangat bergantung pada bagaimana pasar mencerna kombinasi suku bunga yang lebih tinggi, inflasi dan harga minyak, arus ETF, serta ketidakpastian regulasi kripto AS.

Dengan kata lain, kegagalan CLARITY Act memang sempat membuat pasar ambruk. Namun, dua hari setelahnya, kenaikan suku bunga dari bank sentral justru tidak menghasilkan tekanan lanjutan yang sama terhadap Bitcoin.

Pasar kripto tampaknya mulai menunjukkan bahwa tidak semua kabar buruk memiliki dampak yang sama terhadap harga BTC.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secarareal-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai BTC dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Harga Bitcoin Hari Ini (18/9) Naik ke $77.165 Usai Fed, Waspada Jika Gagal Bertahan

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device