CLARITY Act Terancam Gagal Disahkan Pekan Ini, Regulasi Kripto AS Makin Molor?

Berita

06 Aug 2026

3 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Harapan industri kripto untuk segera mendapatkan kepastian regulasi di Amerika Serikat kembali menghadapi hambatan. CLARITY Act, salah satu rancangan undang-undang yang dinantikan pelaku industri aset digital, kini terancam gagal disahkan sebelum Kongres memasuki masa reses pada Agustus.

Peluang pembahasan RUU tersebut semakin menipis setelah Senat kehabisan waktu untuk menjalankan prosedur pemungutan suara sesuai jadwal.

Voting CLARITY Act Terancam Tertunda

Dilaporkan Coinpedia, kendala terbesar muncul setelah Pemimpin Mayoritas Senat, John Thune, tidak mengajukan cloture motion, yakni prosedur yang wajib dilakukan agar Senat dapat melanjutkan proses pemungutan suara sebelum anggota parlemen memasuki masa reses.

Tanpa langkah tersebut, CLARITY Act hampir dipastikan tidak dapat mengikuti prosedur normal untuk disahkan pekan ini. Situasi semakin rumit setelah Senator Partai Republik Josh Hawley menjadi anggota GOP pertama yang secara terbuka menyatakan akan menolak RUU tersebut karena kekhawatiran dari sektor perbankan.

Di bawah aturan Senat saat ini, satu-satunya jalan agar RUU tetap dapat diproses sebelum reses adalah melalui unanimous consent agreement, yaitu persetujuan bulat dari seluruh senator untuk mempercepat proses legislasi.

Gedung Putih Masih Meninjau Proposal Baru

Meski peluangnya semakin kecil, negosiasi belum sepenuhnya berhenti.

Senator Thom Tillis dari Partai Republik bersama Senator Ruben Gallego dari Partai Demokrat telah mengajukan proposal bipartisan terbaru kepada Gedung Putih. Proposal tersebut berfokus pada revisi ketentuan etika yang selama ini menjadi salah satu poin paling kontroversial dalam CLARITY Act.

Menurut Tillis, tim Gedung Putih saat ini sedang menelaah isi proposal tersebut sebelum menentukan langkah berikutnya.

Perselisihan mengenai aturan etika menjadi alasan utama mengapa sejumlah Senator Demokrat hingga kini belum memberikan dukungan terhadap RUU tersebut.

Reses Kongres Bisa Saja Ditunda

Sejumlah anggota Senat masih melihat peluang bahwa pembahasan CLARITY Act dapat berlanjut apabila negosiasi mengalami kemajuan dalam beberapa hari ke depan.

Senator Cynthia Lummis mengatakan bahwa Senat berpotensi tetap bekerja hingga akhir pekan, bahkan tidak menutup kemungkinan masa sidang diperpanjang hingga pekan depan.

Pernyataan serupa juga disampaikan Direktur Komunikasi Senator John Thune, Ryan Wrasse, yang menyebut agenda Senat yang padat dapat memaksa anggota parlemen menunda jadwal reses musim panas mereka.

Industri Kripto Tetap Mendukung CLARITY Act

Di tengah ketidakpastian tersebut, industri kripto masih memberikan dukungan terhadap CLARITY Act.

CEO Coinbase, Brian Armstrong, menolak kritik dari kelompok lobi perbankan yang menilai RUU tersebut berpotensi menimbulkan masalah. Menurutnya, legislator seharusnya menilai isi aturan berdasarkan substansinya, bukan berdasarkan tekanan dari kelompok kepentingan.

Namun, sentimen pasar mulai berubah. Berdasarkan data dari platform prediksi Kalshi, peluang Senat melakukan voting terhadap CLARITY Act sebelum masa reses kini hanya berada di 10%, turun drastis dari 22% pada awal pekan. Penurunan tersebut mencerminkan ekspektasi pasar bahwa pengesahan regulasi kripto ini kemungkinan akan kembali mengalami penundaan.

Apa Dampaknya bagi Pasar Kripto?

Tertundanya CLARITY Act berarti kepastian regulasi aset digital di Amerika Serikat kembali harus menunggu. Meski tidak secara langsung memengaruhi harga Bitcoin atau altcoin dalam jangka pendek, ketidakjelasan regulasi berpotensi membuat pelaku industri dan investor institusional menunda sejumlah keputusan bisnis hingga ada kepastian hukum yang lebih jelas.

Jika Senat berhasil mencapai kompromi dalam beberapa hari mendatang, pembahasan masih dapat dilanjutkan. Namun apabila tidak ada kesepakatan sebelum reses dimulai, CLARITY Act kemungkinan baru akan kembali dibahas setelah Kongres kembali bersidang.

Nasib CLARITY Act di Ujung Tanduk

Nasib CLARITY Act kini berada di ujung tanduk setelah Senat kehabisan waktu untuk menjadwalkan voting sebelum masa reses. Meski negosiasi antara Gedung Putih dan anggota Senat masih berlangsung, peluang pengesahan dalam waktu dekat semakin kecil. Bagi industri kripto, penundaan ini berarti kepastian regulasi di AS kembali tertunda, sesuatu yang terus menjadi perhatian utama investor dan perusahaan aset digital.

Kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Storeatau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Bitcoin, ETH, dan XRP Bersiap Reli? Kesepakatan Hormuz Jadi Sorotan Pasar

FAQ

Apa itu CLARITY Act?

CLARITY Act adalah rancangan undang-undang di Amerika Serikat yang bertujuan memberikan kerangka regulasi yang lebih jelas bagi industri aset kripto dan aset digital.

Mengapa CLARITY Act terancam tertunda?

Karena Senat tidak sempat menjalankan prosedur penting (cloture motion) yang diperlukan sebelum pemungutan suara dilakukan menjelang masa reses.

Apakah CLARITY Act sudah ditolak?

Belum. RUU tersebut belum ditolak, tetapi peluang untuk disahkan sebelum reses Kongres kini sangat kecil.

Bagaimana dampaknya terhadap pasar kripto?

Penundaan regulasi dapat memperpanjang ketidakpastian bagi perusahaan kripto dan investor institusional, meski dampak langsung terhadap harga aset kripto cenderung terbatas dalam jangka pendek.

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device