Harga Bitcoin hari ini, Rabu (5/8) masih bergerak terbatas meski sentimen global mulai membaik. Pasar kini menyoroti potensi kesepakatan sementara antara Amerika Serikat (AS), Iran, dan Oman terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz yang dinilai dapat menjadi katalis positif bagi aset berisiko, termasuk kripto.
Kesepakatan tersebut berpotensi menurunkan ketegangan geopolitik dan menstabilkan harga minyak dunia. Jika resmi terealisasi, sejumlah analis memperkirakan Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), hingga XRP berpeluang melanjutkan reli dalam jangka pendek.
Bitcoin Bertahan di Atas US$64.000
Di tengah optimisme pasar, harga Bitcoin diperdagangkan di atas US$64.000 atau naik kurang dari 1% dalam 24 jam terakhir. Ethereum juga mencatat kenaikan tipis, sementara XRP, Dogecoin (DOGE), dan Chainlink (LINK) masih bergerak melemah.
Di sisi lain, BNB dan Hyperliquid (HYPE) justru menunjukkan performa lebih baik dibanding mayoritas altcoin. Hal ini mengindikasikan bahwa aliran dana mulai masuk ke aset kripto tertentu meski pasar secara keseluruhan belum memasuki fase breakout.

Baca juga: Harga PUMP Hari Ini (5/8) Melejit 10%! Volume Melejit di Tengah Pasar Kripto yang Lesu
Mengapa Kesepakatan Hormuz Penting?
Berdasarkan laporan yang beredar, proposal tersebut mengatur kapal yang memasuki Teluk Persia akan melintas melalui perairan Iran, sedangkan kapal keluar menggunakan jalur perairan Oman.
Selama masa uji coba selama 60 hari:
- Tidak akan dikenakan biaya transit.
- Iran dan Oman mulai membersihkan ranjau laut.
- Kedua negara akan membahas solusi permanen setelah periode tersebut berakhir.
Jika berhasil diterapkan, kesepakatan ini diperkirakan mampu mengurangi risiko gangguan pasokan energi global sekaligus meredakan tekanan terhadap harga minyak.
Meski demikian, pasar tetap berhati-hati karena proposal serupa sebelumnya gagal setelah kembali terjadi serangan terhadap kapal komersial di kawasan tersebut.
BREAKING: The US and Iran are closing in on an interim agreement brokered by Oman to reopen the Strait of Hormuz, with the US aiming for an announcement on Wednesday, per Axios.
— The Kobeissi Letter (@KobeissiLetter) August 5, 2026
Sejarah Menunjukkan Bitcoin Pernah Menguat
Peristiwa serupa sebelumnya sempat memberikan dorongan positif bagi pasar kripto.
Pada April 2026, ketika AS dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara, Bitcoin naik sekitar 4%, sementara Ethereum menguat sekitar 6,5%. Penguatan terjadi setelah harga minyak turun dan investor kembali memburu aset berisiko.
Situasi serupa juga terjadi pada Mei 2026. Saat muncul kabar mengenai kerangka perdamaian yang membuka peluang normalisasi jalur pelayaran Hormuz, harga Bitcoin sempat melonjak hingga menembus US$82.000.
Riwayat tersebut membuat pelaku pasar kembali berharap kesepakatan terbaru dapat memicu reli berikutnya.
Aktivitas Jaringan Bitcoin dan ETF Masih Positif
Dilaporkan Coinpedia, analis on-chain Ali Charts menilai fundamental Bitcoin mulai menguat. Jumlah alamat aktif mingguan dilaporkan meningkat sekitar 20% menjadi lebih dari 720.000 alamat.
Menurutnya, level US$64.300 menjadi area krusial. Apabila Bitcoin mampu ditutup di atas level tersebut pada grafik empat jam, maka peluang kenaikan menuju US$65.500 hingga US$66.500 semakin terbuka.
Bitcoin $BTC network activity is picking up.
— Ali Charts (@alicharts) August 4, 2026
Weekly active addresses have jumped 20%, surpassing 720,000. https://t.co/ziyfF8cP6R pic.twitter.com/Sce4AXlCyk
Dari sisi institusional, permintaan terhadap Bitcoin juga masih solid. Spot Bitcoin ETF mencatat arus masuk bersih (net inflow) sebesar US$170,09 juta pada awal pekan, dengan tujuh ETF membukukan aliran dana positif tanpa ada satu pun yang mengalami arus keluar.
Sebaliknya, Spot Ethereum ETF masih mencatat net outflow sebesar US$11,42 juta, menunjukkan minat investor terhadap ETH masih lebih lemah dibanding Bitcoin.
Akankah Bitcoin dan Altcoin Kembali Reli?
Apabila kesepakatan Hormuz benar-benar diumumkan dan berhasil diterapkan, kombinasi antara turunnya harga minyak, arus dana positif ke Bitcoin ETF, serta meningkatnya aktivitas jaringan berpotensi menjadi katalis yang mendorong kenaikan harga Bitcoin maupun altcoin dalam jangka pendek.
Namun, investor juga perlu mencermati bahwa kesepakatan tersebut masih bersifat sementara. Jika negosiasi kembali menemui hambatan atau ketegangan geopolitik meningkat, sentimen pasar dapat berubah dengan cepat seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
Apa Arti Kesepakatan Hormuz bagi Investor Kripto?
Perkembangan geopolitik global kembali menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan pasar kripto. Meski peluang reli masih terbuka, investor tetap perlu mengombinasikan analisis sentimen makro dengan indikator teknikal sebelum mengambil keputusan investasi. Pantau harga Bitcoin, Ethereum, XRP, dan lebih dari 100 aset kripto lainnya secara real-time melalui aplikasi FLOQ agar tidak ketinggalan momentum pasar.
Download aplikasi FLOQ di Play Storeatau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Apa Bedanya Tokenized Stocks dan Saham? Ini Penjelasan Lengkapnya
FAQ
Apakah kesepakatan Hormuz bisa memengaruhi harga Bitcoin?
Ya. Jika ketegangan geopolitik mereda dan harga minyak turun, investor biasanya lebih berani masuk ke aset berisiko seperti Bitcoin dan altcoin.
Mengapa harga minyak berpengaruh terhadap pasar kripto?
Harga minyak mencerminkan kondisi ekonomi dan risiko geopolitik global. Ketika harga minyak stabil atau turun karena situasi membaik, sentimen terhadap aset berisiko cenderung meningkat.
Level harga Bitcoin yang perlu diperhatikan saat ini?
Menurut analis Ali Charts, level US$64.300 menjadi resistance penting. Jika berhasil ditembus, Bitcoin berpotensi bergerak menuju US$65.500 hingga US$66.500.
Bagaimana kondisi Bitcoin ETF saat ini?
Spot Bitcoin ETF masih mencatat arus masuk bersih sebesar US$170,09 juta, menunjukkan minat investor institusional terhadap Bitcoin tetap kuat.





