Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berada di bawah tekanan pada Senin, 28 September 2026. Setelah sempat menembus level US$87.000 pada pekan lalu, BTC terkoreksi menuju area US$83.000–US$84.000 di tengah meningkatnya kembali risiko geopolitik dan tekanan pada aset berisiko.
Data pasar yang dihimpun pada Senin menunjukkan Bitcoin sempat bergerak ke sekitar US$82.700–US$83.000 sebelum kembali menguat ke area US$83.000-an. Koreksi tersebut terjadi setelah BTC mencatat reli kuat dari kisaran US$75.000–US$77.000 pada pertengahan September.
Lantas, kenapa harga Bitcoin turun hari ini?
Ketegangan AS-Iran Kembali Tekan Bitcoin
Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah kembali meningkatnya ketidakpastian terkait konflik AS-Iran dan kondisi di Selat Hormuz.
Sebelumnya, muncul harapan bahwa situasi di kawasan tersebut dapat mereda setelah adanya pembicaraan diplomatik. Namun, ketidakpastian kembali meningkat setelah proposal Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian sementara konflik mendapat respons negatif dari Presiden AS Donald Trump.
Perkembangan tersebut kembali membuat pasar memperhatikan harga minyak dan aset berisiko. Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi global sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dan inflasi.
Kenaikan harga minyak kemudian menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor kripto karena dapat memengaruhi ekspektasi inflasi dan kebijakan suku bunga AS.
Dengan kondisi tersebut, Bitcoin kembali bergerak searah dengan aset berisiko lainnya. Koreksi BTC terjadi setelah reli yang membawanya dari sekitar US$75.000 pada pertengahan September ke atas US$87.000 pada pekan lalu.
Bitcoin Gagal Bertahan di Atas US$87.000

Dari sisi teknikal, area US$86.000–US$87.000 menjadi level penting bagi Bitcoin setelah harga beberapa kali gagal mempertahankan momentum di atas zona tersebut.
Bitcoin sempat mencapai sekitar US$87.363 sebelum mengalami koreksi. Pada 26 September, BTC kembali bergerak di sekitar US$84.000 setelah turun sekitar 4% dari level tertinggi pekan tersebut.
Kondisi tersebut membuat area US$83.000–US$83.600 menjadi perhatian berikutnya.
Jika tekanan jual berlanjut dan Bitcoin kehilangan area tersebut, pasar akan kembali memperhatikan zona US$80.000–US$81.000. Sebaliknya, apabila BTC mampu kembali menembus US$86.000, level US$87.000 akan menjadi area yang kembali diuji.
Pergerakan tersebut masih merupakan analisis teknikal berdasarkan level harga dan bukan kepastian arah Bitcoin selanjutnya.
ETF Bitcoin Masih Catat Arus Dana Masuk
Menariknya, dilaporkan Crypto News, koreksi harga Bitcoin terjadi ketika permintaan melalui ETF Bitcoin spot AS masih relatif kuat.
Data Farside Investors menunjukkan ETF Bitcoin spot AS mencatat arus dana masuk bersih sekitar US$2,39 miliar selama 21–25 September 2026. Pada periode tersebut, sebagian besar sesi perdagangan mencatat inflow positif.
Pada 21 September, misalnya, total inflow mencapai sekitar US$999 juta. Arus dana tersebut kemudian berlanjut pada beberapa sesi berikutnya meskipun nilainya lebih kecil.
Data tersebut menunjukkan bahwa koreksi harga Bitcoin saat ini tidak sepenuhnya disebabkan oleh keluarnya dana dari ETF.
Sebaliknya, terdapat perbedaan antara permintaan institusional melalui produk spot Bitcoin dan tekanan jangka pendek yang berasal dari kondisi makroekonomi, leverage, serta sentimen pasar.

Momentum Bitcoin Mulai Mendingin
Dari indikator teknikal, momentum Bitcoin juga menunjukkan tanda-tanda perlambatan setelah reli dalam dua pekan terakhir.
Money Flow Index (MFI) berada di sekitar 59,35. Posisi tersebut masih berada di atas level 50 yang secara umum menunjukkan tekanan beli masih lebih dominan, tetapi belum memasuki area overbought yang biasanya berada di sekitar 80.
Sementara itu, indikator Know Sure Thing (KST) masih berada di wilayah positif. Namun, garis KST dan signal line sama-sama mulai bergerak turun dari level puncaknya.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa momentum positif Bitcoin masih bertahan, tetapi mulai kehilangan kekuatan dibandingkan ketika BTC bergerak dari US$75.000 menuju US$87.000.
Apa yang Perlu Dipantau Bitcoin Hari Ini?

Dengan kondisi tersebut, ada beberapa level yang menjadi perhatian pasar.
Support:
- US$83.000–US$83.600
- US$80.000–US$81.000
Resistance:
- US$86.000
- US$86.700–US$87.400
Bitcoin saat ini berada di persimpangan antara momentum pemulihan sejak pertengahan September dan meningkatnya kembali risiko makroekonomi.
Selain perkembangan geopolitik, pasar juga akan mengamati sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi ekspektasi suku bunga Federal Reserve.
Data Inflasi AS Jadi Katalis Berikutnya
Data personal income dan spending Amerika Serikat untuk Agustus, termasuk indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) yang menjadi salah satu indikator inflasi pilihan Federal Reserve, dijadwalkan rilis pada 30 September.
Pasar kemudian akan mendapatkan data ketenagakerjaan AS pada 2 Oktober.
Kedua data tersebut berpotensi menjadi perhatian investor karena perubahan ekspektasi terhadap inflasi, suku bunga, dan imbal hasil Treasury dapat memengaruhi aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Dengan demikian, Bitcoin hari ini berada dalam fase konsolidasi setelah reli kuat, sementara faktor geopolitik, arus dana ETF, level teknikal, harga minyak, dan data ekonomi AS menjadi katalis utama yang perlu diperhatikan.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Prediksi Harga BTC, ETH, SOL, XRP Akhir September: Targetnya Bikin Melongo




