Analisa Bitcoin Hari Ini (21/8): Tembus $74.000, BTC Bidik $80.000

Berita

21 Aug 2026

4 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Harga Bitcoin (BTC) hari ini, Jumat (21/8) kembali mencuri perhatian pasar kripto. Bitcoin melonjak 7,29 persen dalam 24 jam ke level US$74.746,01, memimpin penguatan pasar kripto secara luas.

Kenaikan Bitcoin kali ini ditopang kombinasi sentimen makro, sinyal regulasi yang lebih ramah terhadap industri kripto, serta aksi short squeeze besar-besaran yang mendorong harga naik secara agresif.

Data pasar menunjukkan lebih dari US$3 miliar posisi leverage di pasar kripto dilikuidasi dalam 24 jam. Dari jumlah tersebut, sekitar US$1,67 miliar berasal dari posisi Bitcoin.

Likuiditas Treasury Jadi Pemicu

Salah satu katalis utama reli Bitcoin berasal dari kebijakan likuiditas Amerika Serikat. Pada 20 Agustus, Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana untuk setidaknya menggandakan program pembelian kembali obligasi jangka panjang.

Kebijakan tersebut dinilai berpotensi melonggarkan kondisi keuangan dan mendorong aliran modal kembali ke aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Sentimen positif juga diperkuat oleh perkembangan regulasi. Presiden Donald Trump bertemu dengan sejumlah eksekutif perusahaan kripto dan kembali menunjukkan dukungan terhadap industri aset digital serta dorongan untuk menciptakan kejelasan regulasi.

Kombinasi kedua faktor tersebut mendorong investor meningkatkan eksposur terhadap Bitcoin.

Short Squeeze Bikin Harga Bitcoin Meledak

Dilaporkan Coinpedia, kenaikan Bitcoin kemudian semakin kuat setelah lonjakan harga awal memicu likuidasi posisi short dalam jumlah besar.

Kenaikan Bitcoin kemudian semakin kuat setelah lonjakan harga awal memicu likuidasi posisi short dalam jumlah besar.

Lebih dari US$3 miliar posisi short kripto dilaporkan terlikuidasi dalam 24 jam. Bitcoin sendiri menyumbang sekitar US$1,67 miliar dari total likuidasi tersebut.

Fenomena ini menciptakan efek domino. Ketika posisi short dilikuidasi, pelaku pasar harus melakukan pembelian untuk menutup posisi mereka. Tekanan beli tambahan tersebut kemudian mendorong harga Bitcoin semakin tinggi.

Namun, reli yang didorong short squeeze belum otomatis menunjukkan bahwa permintaan spot Bitcoin telah sepenuhnya pulih.

Karena itu, investor perlu memperhatikan pergerakan open interest Bitcoin perpetual futures serta arus dana ke pasar spot dalam beberapa hari ke depan.

ETF Bitcoin Jadi Kunci Kelanjutan Reli

Selain faktor makro dan derivatif, arus dana institusional melalui ETF Bitcoin juga menjadi indikator penting.

Pada 19 Agustus, spot Bitcoin ETF mencatat net inflow sekitar US$517,2 juta. Jika arus dana tersebut terus berlanjut, reli Bitcoin memiliki peluang untuk mendapatkan dukungan dari permintaan spot yang lebih sehat.

Sebaliknya, jika inflow ETF kembali melemah setelah reli tajam, tekanan aksi ambil untung berpotensi meningkat.

Bitcoin Tembus Resistance, Bidik $76.400

Dari sisi teknikal, struktur harga Bitcoin saat ini menunjukkan momentum bullish. Bitcoin telah menembus area rata-rata pergerakan 200 hari yang berada di sekitar US$69.005 dan berhasil melewati zona breakout penting di sekitar US$72.000.
Level US$72.000 kini menjadi area yang perlu diperhatikan.

Jika Bitcoin mampu mempertahankan harga di atas level tersebut, target berikutnya berada di sekitar US$76.400, berdasarkan Fibonacci 127,2 persen.

Namun, indikator teknikal juga menunjukkan kondisi pasar mulai panas. Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 80,43, yang mengindikasikan Bitcoin telah memasuki area overbought.

Artinya, peluang terjadinya aksi ambil untung tetap terbuka meskipun tren jangka pendek masih bullish.

Jika BTC kembali jatuh di bawah US$72.000, harga berpotensi menguji support di sekitar US$69.100.

Apakah Bitcoin Bisa Tembus $80.000?

Kenaikan terbaru juga kembali membuat target US$80.000 menjadi perhatian pelaku pasar.

Analis Pierre Rochard memperkirakan Bitcoin dapat mengakhiri 2026 di sekitar US$80.000. Ia menilai Bitcoin belum memasuki fase parabolik, tetapi masih memiliki ruang untuk menguat lebih jauh.

Rochard bahkan memperkirakan Bitcoin dapat menembus US$120.000 pada 2027 dan berpotensi mencapai US$300.000 pada 2030.

Menurutnya, prospek tersebut sangat bergantung pada kebijakan Federal Reserve dan kondisi likuiditas global. Jika pertumbuhan ekonomi melemah sehingga The Fed dapat memangkas suku bunga tanpa kembali memicu inflasi tinggi, kondisi tersebut dapat menjadi katalis positif bagi aset berisiko seperti Bitcoin.

Kenaikan Bitcoin dari sekitar US63.000menujuUS75.000 dalam waktu kurang dari 48 jam juga menunjukkan perubahan momentum yang signifikan. BTC membentuk higher high dan higher low setelah berhasil mempertahankan area US$63.000.

Namun, analis mengingatkan bahwa likuidasi posisi short saja belum cukup untuk memastikan reli berkelanjutan.

$80.000 Jadi Level Penting Berikutnya

Pergerakan Bitcoin menuju US$80.000 kini menjadi salah satu fokus utama pasar. Peluang Bitcoin mencapai level tersebut pada Agustus di platform prediksi Polymarket sempat naik menjadi 13 persen.

Dari level sekitar US$71.000, Bitcoin membutuhkan kenaikan sekitar 14 persen untuk mencapai US$80.000.

Jika tekanan jual terus berkurang dan permintaan spot kembali meningkat, Bitcoin berpotensi melanjutkan momentum bullish. Sebaliknya, apabila arus dana ETF melemah dan aksi ambil untung meningkat, reli dapat mengalami koreksi terlebih dahulu.

Dengan kondisi saat ini, US$72.000 menjadi level kunci. Bitcoin yang mampu bertahan di atasnya akan memperkuat peluang menuju US$76.400 dan membuka jalan ke US$80.000.

Namun, kegagalan mempertahankan US$72.000 dapat membawa BTC kembali menguji area US$69.100.

Untuk saat ini, momentum Bitcoin masih bullish, tetapi investor perlu mewaspadai kondisi overbought dan memastikan apakah kenaikan kali ini mulai ditopang permintaan spot yang kuat, bukan hanya efek short squeeze.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: FLOQ Hadirkan Program Community Bus, Bawa Komunitas Kripto ke Coinfest Asia 2026 di Bali

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device