
Short
Apa Itu Short?
Short, atau sering disebut short selling, adalah strategi yang digunakan oleh trader untuk mendapatkan keuntungan ketika harga aset menurun. Dalam dunia crypto maupun pasar keuangan tradisional, strategi ini memungkinkan Kamu untuk tetap meraih profit meski pasar sedang dalam kondisi bearish.
Sahabat Floq, strategi short ini berkebalikan dengan strategi beli (long), di mana Kamu membeli aset dengan harapan harga akan naik. Pada short, Kamu justru meminjam aset terlebih dahulu, menjualnya di harga sekarang, dan membelinya kembali di harga yang lebih rendah nanti.
Bagaimana Cara Kerja Strategi Short?
Untuk bisa melakukan short, biasanya Kamu perlu menggunakan platform margin trading atau futures exchange yang menyediakan fasilitas untuk meminjam aset. Prosesnya dapat dijelaskan dalam tiga langkah sederhana:
Meminjam Aset
Kamu meminjam aset dari platform atau pihak lain—misalnya, 1 BTC saat harga masih $60.000.
Menjual di Harga Sekarang
Aset yang dipinjam langsung dijual di pasar. Kamu sekarang memiliki $60.000 dari hasil penjualan tersebut.
Membeli Kembali Saat Harga Turun
Jika prediksi benar dan harga turun ke $50.000, Kamu membeli kembali 1 BTC lalu mengembalikannya ke pihak peminjam. Selisih $10.000 menjadi keuntunganmu.
Tapi hati-hati—jika harga justru naik, maka Kamu tetap wajib mengembalikan aset tersebut, dan selisihnya menjadi kerugian.
Mengapa Short Digunakan?
Strategi short menjadi penting dalam dunia crypto karena pasar kripto sangat volatil dan sering mengalami penurunan drastis dalam waktu singkat. Berikut alasan mengapa banyak trader mengandalkan short selling:
1. Menghasilkan Profit di Pasar Turun
Short memungkinkan Kamu tetap mendapatkan cuan ketika mayoritas investor sedang rugi di pasar bearish.
2. Alat Hedging untuk Lindung Nilai
Trader berpengalaman sering menggunakan short untuk melindungi portofolio dari kerugian saat harga aset kripto menurun tajam.
3. Fleksibilitas Strategi Trading
Dengan adanya opsi short, Kamu bisa bermain di dua arah pasar—tidak hanya saat harga naik, tapi juga saat turun.
4. Memanfaatkan Sinyal Teknikal
Banyak indikator analisis teknikal seperti RSI atau MACD yang digunakan untuk mengidentifikasi peluang short saat tren melemah.
Strategi short bisa jadi senjata ampuh dalam kondisi pasar menurun, tapi juga memiliki risiko tinggi—terutama karena potensi kerugiannya tidak terbatas, sementara keuntungan maksimal hanya sebatas hingga harga nol. Oleh karena itu, short lebih cocok untuk trader yang berpengalaman dan paham manajemen risiko.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Short Squeeze
Lonjakan harga mendadak akibat banyak posisi short yang terpaksa ditutup, mendorong pembelian besar-besaran dalam waktu singkat. Sering dipicu oleh tekanan pasar atau strategi komunitas.
Side Channel Attack
Jenis serangan siber yang memanfaatkan informasi tidak langsung seperti waktu eksekusi atau konsumsi daya untuk membobol sistem kriptografi. Dapat digunakan untuk mencuri kunci enkripsi atau data pribadi.
Sidechain
Blockchain terpisah yang berjalan paralel dengan blockchain utama dan memungkinkan transfer aset antar keduanya. Memberikan fleksibilitas dan skalabilitas tambahan tanpa membebani jaringan utama.
Signal
Indikator atau peringatan yang menunjukan potensi pergerakan harga aset berdasarkan analisis teknikal atau algoritma. Digunakan oleh trader untuk menentukan waktu masuk atau keluar dari pasar.
Silk Road
Marketplace online di dark web yang terkenal karena transaksi ilegal yang menggunakan Bitcoin sebagai alat pembayaran utama. Ditutup oleh Federal Bureau of Investigation (FBI) pada 2013 dan sering dianggap sebagai titik awal keterkenalan Bitcoin secara luas.


