Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Short Squeeze

Apa Itu Short Squeeze?

Short squeeze adalah kondisi di mana harga suatu aset naik dengan sangat cepat karena banyak posisi short dipaksa untuk ditutup secara bersamaan. Dalam strategi short, trader berharap harga turun, tetapi jika harga justru naik tajam, mereka akan mengalami kerugian besar dan harus membeli kembali aset tersebut untuk menghentikan kerugian—aksi inilah yang mendorong harga makin naik.

Sahabat Floq, short squeeze bisa menyebabkan volatilitas ekstrem, bahkan dalam waktu beberapa jam. Fenomena ini sering kali terjadi di pasar kripto maupun saham, terutama ketika terjadi ketidakseimbangan besar antara tekanan beli dan tekanan jual.

 

Bagaimana Short Squeeze Terjadi?

Untuk memahami short squeeze, penting terlebih dulu memahami bahwa trader yang membuka posisi short meminjam aset untuk menjualnya lebih dulu, berharap bisa membelinya kembali dengan harga lebih murah. Namun jika pasar justru naik:

Harga Mulai Naik 

Faktor pemicu bisa berupa berita positif, akumulasi besar-besaran, atau aksi komunitas.

Trader Short Mulai Panik 

Saat harga terus naik, kerugian posisi short ikut membesar. Trader pun ingin cepat-cepat menutup posisi.

Penutupan Posisi Short = Tekanan Beli Tambahan 

Untuk menutup posisi short, trader harus membeli kembali aset tersebut—ini menciptakan lonjakan permintaan.

Efek Berantai (Cascade) 

Setiap penutupan short menyebabkan harga naik lebih tinggi, memaksa lebih banyak short trader ikut menutup posisi mereka. Ini menciptakan siklus kenaikan harga yang mempercepat sendiri.

 

Mengapa Short Squeeze Bisa Terjadi?

Short squeeze bisa muncul secara alami, tapi juga sering dipicu oleh aksi terkoordinasi atau peristiwa mendadak, misalnya:

1. Data On-Chain atau Fundamental Positif

Rilis berita atau pembaruan teknologi dapat mengubah sentimen pasar secara tiba-tiba, mengejutkan para short seller.

2. Komunitas yang Terorganisir

Komunitas investor seperti di media sosial bisa dengan sengaja mendorong pembelian masif untuk menjebak trader short.

3. Rasio Short Tinggi

Semakin banyak posisi short yang terbuka (short interest tinggi), maka potensi short squeeze semakin besar.

4. Likuidasi Beruntun

Di pasar derivatif seperti futures, jika harga naik cukup tajam, posisi short akan otomatis dilikuidasi oleh sistem, memicu pembelian otomatis dan mempercepat squeeze.

 

Apa Dampak Short Squeeze?

Short squeeze bisa menguntungkan bagi trader yang siap atau berada di sisi yang tepat, tetapi juga bisa sangat berbahaya bagi mereka yang salah posisi.

Dampak Positif:

  • Profit besar bagi long trader yang memanfaatkan momentum.
  • Kenaikan harga signifikan yang bisa membuka peluang breakout teknikal.
  • Peningkatan volume dan minat pasar terhadap aset yang sebelumnya kurang dilirik.

Dampak Negatif:

  • Kerugian besar bagi trader short yang terlambat menutup posisi.
  • Volatilitas ekstrem yang bisa menjebak investor pemula.
  • Kondisi pasar tidak stabil dalam jangka pendek karena aksi beli yang tidak organik.

Short squeeze adalah fenomena pasar yang menarik tapi juga penuh risiko. Untuk menghindari kerugian besar, penting bagi Kamu untuk memonitor data posisi short, mengatur manajemen risiko, dan tidak hanya mengikuti tren tanpa analisis.

 

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device