
Sim Swap
Apa Itu SIM-Swap?
SIM-Swap adalah teknik peretasan yang mengeksploitasi kelemahan dalam sistem operator seluler untuk mengambil alih nomor ponsel seseorang. Dalam serangan ini, pelaku berhasil meyakinkan pihak operator untuk memindahkan nomor ponsel korban ke kartu SIM baru yang mereka kuasai. Setelah proses ini berhasil, pelaku memiliki akses penuh terhadap pesan SMS dan panggilan telepon korban.
Sahabat Floq, nomor ponsel yang diretas bisa menjadi kunci masuk ke berbagai akun digital—mulai dari email, media sosial, hingga dompet kripto yang menggunakan verifikasi dua langkah (2FA) berbasis SMS.
Bagaimana SIM-Swap Bekerja?
Serangan SIM-Swap biasanya melibatkan teknik manipulasi sosial (social engineering) dan pemalsuan identitas. Berikut gambaran umum alur serangan:
Pengumpulan Informasi Pribadi
Pelaku mengumpulkan data korban terlebih dahulu, seperti nama lengkap, nomor KTP, alamat, nama ibu kandung, atau bahkan nomor rekening—baik dari media sosial maupun kebocoran data.
Menghubungi Operator Seluler
Dengan informasi yang cukup, pelaku menghubungi customer service operator seluler dan berpura-pura sebagai korban. Mereka meminta agar nomor ponsel dipindahkan ke kartu SIM baru, dengan dalih seperti kehilangan HP atau kerusakan SIM.
Proses Verifikasi Gagal Disaring
Jika operator tidak melakukan verifikasi yang ketat, permintaan tersebut akan disetujui. Setelah itu, nomor korban secara otomatis dialihkan ke SIM baru yang dipegang oleh pelaku.
Pengambilalihan Akun
Dengan nomor yang sudah dikuasai, pelaku bisa:
- Mengatur ulang password email dan akun digital korban
- Menerima kode OTP untuk verifikasi dua faktor
- Mengakses dompet kripto, exchange, dan aplikasi finansial lain
Mengapa SIM-Swap Berbahaya?
Serangan SIM-Swap seringkali menyebabkan kerugian besar dalam waktu singkat, terutama jika targetnya adalah investor kripto atau profesional di bidang keuangan digital. Berikut beberapa risikonya:
1. Akses Penuh ke Akun Digital
Dengan kendali atas nomor telepon, pelaku bisa menyusup ke berbagai akun penting hanya dengan mengatur ulang kata sandi menggunakan OTP.
2. Pencurian Aset Kripto
Dompet kripto dan exchange yang mengandalkan SMS OTP sebagai lapisan keamanan utama sangat rentan diretas melalui metode ini.
3. Kerugian Finansial dan Identitas
Korban bukan hanya kehilangan aset, tetapi juga bisa mengalami penyalahgunaan identitas untuk tujuan kriminal atau penipuan.
4. Sulit Dilacak
Setelah serangan terjadi, pelaku bisa langsung memindahkan dana ke dompet yang tidak terlacak dan mengganti kartu SIM atau bahkan menghilang secara digital.
Cara Melindungi Diri dari SIM-Swap
Untuk Sahabat Floq yang aktif di dunia kripto dan finansial digital, menjaga keamanan nomor ponsel adalah hal yang sangat penting. Berikut beberapa langkah pencegahan:
- Gunakan Authenticator App: Hindari menggunakan SMS sebagai metode 2FA. Gunakan aplikasi autentikasi seperti Google Authenticator atau Authy.
- Kunci Nomor Ponsel: Beberapa operator menyediakan fitur untuk mengunci SIM agar tidak bisa dipindahkan tanpa verifikasi ketat.
- Minimalkan Informasi Pribadi di Media Sosial: Jangan sembarangan membagikan data sensitif seperti tanggal lahir atau nama ibu kandung.
- Aktifkan Peringatan Keamanan: Gunakan notifikasi keamanan dari exchange atau dompet digital untuk memantau aktivitas mencurigakan.
- Laporkan Segera ke Operator Jika Nomor Mati Tiba-Tiba: Jika sinyal hilang tanpa alasan jelas, segera hubungi operator karena bisa jadi itu tanda serangan sedang berlangsung.
Serangan SIM-Swap menjadi salah satu ancaman paling nyata di era digital, terutama bagi pengguna kripto. Dengan memahami cara kerja dan risikonya, Kamu bisa lebih waspada dan mengambil langkah preventif untuk menjaga identitas dan aset digital tetap aman.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Simple Agreement for Future Token (SAFT)
Perjanjian investasi antara pengembang proyek blockchain dan investor, di mana token akan dikirimkan di masa depan setelah proyek beroperasi penuh. Model ini dirancang untuk mematuhi regulasi sekuritas sambil mendanai proyek tahap awal.
Simple Ledger Protocol (SLP)
Protokol tokenisasi berbasis Bitcoin Cash yang memungkinkan pengguna membuat dan mengelola token di atas jaringan tersebut. Dirancang untuk menjadi ringan, efisien, dan mudah diintegrasikan ke dalam dompet dan aplikasi.
Simplified Payment Verification (SPV)
Teknik yang memungkinkan dompet ringan memverifikasi transaksi Bitcoin tanpa harus mengunduh seluruh blockchain. Cocok digunakan pada perangkat mobile karena lebih hemat ruang dan data.
Slashing
Proses penalti yang diterapkan dalam protokol Proof-of-Stake (PoS) jika validator bertindak curang atau tidak bertanggung jawab. Hukuman ini bisa berupa pemotongan sebagian atau seluruh dana staking.
Slippage
Perbedaan antara harga yang diharapkan dalam perdagangan dan harga sebenarnya saat transaksi dieksekusi. Sering terjadi di pasar crypto yang volatil atau dengan likuiditas rendah.


