
Slippage
Apa Itu Slippage?
Slippage adalah perbedaan antara harga yang diperkirakan saat melakukan order dan harga akhir saat order tersebut benar-benar dieksekusi. Dalam dunia kripto, perbedaan ini bisa terjadi dalam hitungan detik, terutama di pasar yang bergerak cepat atau saat volume perdagangan tidak cukup besar untuk memenuhi permintaan order.
Sahabat Floq, slippage bisa berdampak positif atau negatif. Jika harga bergerak ke arah yang menguntungkan sebelum transaksi dieksekusi, Kamu mendapatkan positive slippage. Namun jika harga bergerak berlawanan, maka yang terjadi adalah negative slippage, dan itu bisa membuat Kamu merugi lebih dari yang diperkirakan.
Bagaimana Slippage Terjadi?
Slippage umumnya terjadi saat order pasar (market order) digunakan, bukan limit order. Saat Kamu mengirimkan order beli atau jual, sistem mencocokkannya dengan harga terbaik yang tersedia di buku order (order book). Jika jumlah yang tersedia tidak cukup, atau harga sudah berubah, maka sistem akan mengeksekusi order pada harga berikutnya yang tersedia, meskipun itu bukan harga yang Kamu harapkan. Beberapa kondisi yang memperbesar kemungkinan slippage antara lain:
Volatilitas Tinggi
Harga bergerak cepat, seperti saat rilis berita penting atau saat pasar kripto sedang dalam tren ekstrem.
Likuiditas Rendah
Tidak ada cukup volume di order book untuk memenuhi permintaan Kamu, terutama jika Kamu membeli atau menjual dalam jumlah besar.
Eksekusi Order yang Lambat
Waktu antara pengiriman order dan eksekusi aktual terlalu lama, memberi peluang harga untuk berubah.
Mengapa Slippage Penting Diketahui?
Slippage adalah elemen penting dalam manajemen risiko trading kripto. Berikut beberapa alasannya:
1. Mempengaruhi Profit dan Kerugian
Slippage negatif dapat menyebabkan kerugian yang lebih besar dari yang diperkirakan, terutama dalam strategi jangka pendek seperti scalping atau day trading.
2. Menggambarkan Kualitas Likuiditas Pasar
Semakin tinggi slippage dalam suatu aset, semakin kecil likuiditasnya. Ini bisa menjadi indikator bahwa aset tersebut kurang cocok untuk perdagangan besar atau cepat.
3. Membantu Menentukan Strategi Eksekusi Order
Trader berpengalaman biasanya akan menghindari market order dalam kondisi rawan slippage, dan memilih menggunakan limit order untuk mengunci harga tertentu.
4. Relevan untuk Pengguna DeFi
Dalam protokol decentralized exchange (DEX) seperti Uniswap atau PancakeSwap, slippage sering muncul karena mekanisme automated market maker (AMM) yang menyesuaikan harga berdasarkan rasio aset di pool likuiditas.
Slippage adalah bagian alami dari mekanisme pasar kripto yang dinamis. Dengan memahami cara kerjanya, Kamu bisa menyusun strategi eksekusi yang lebih cermat dan menghindari kejutan tak menyenangkan saat trading. Floq siap bantu Kamu menjelajahi dunia crypto dengan pendekatan yang lebih aman, terarah, dan berbasis pengetahuan.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Slot (Cardano)
Unit waktu terkecil dalam mekanisme konsensus Ouroboros pada jaringan Cardano, di mana satu slot dapat dipilih untuk memproduksi blok. Slot berperan penting dalam menjaga efisiensi dan sinkronisasi jaringan.
Smart Contract
Program otomatis yang berjalan di blockchain dan secara langsung mengeksekusi perjanjian digital tanpa perantara. Memungkinkan transparansi, keandalan, dan efisiensi dalam berbagai transaksi dan aplikasi.
Smart Contract Audit
Proses peninjauan kode kontrak pintar oleh pihak ketiga untuk mengidentifikasi bug, celah keamanan, atau kerentanan logika. Audit ini penting untuk mencegah eksploitasi dan memastikan kepercayaan pengguna.
Smart Token
Token digital yang memiliki logika bawaan dan fungsi otomatis, seperti membeli, menjual, atau mengatur suplainya. Biasanya digunakan dalam sistem keuangan terdesentralisasi untuk menciptakan efisiensi pasar.
Smart Treasury (Balancer)
Konsep pengelolaan dana otomatis dalam ekosistem Decentralized Finance (DeFi) menggunakan kumpulan likuiditas dan token governance. Diterapkan oleh Balancer untuk menjaga stabilitas ekonomi internal protokol.


