
The Cantillon Effect
Apa Itu The Cantillon Effect?
The Cantillon Effect adalah konsep dalam ekonomi yang menjelaskan bagaimana penciptaan uang baru tidak memengaruhi semua lapisan masyarakat secara merata. Istilah ini diambil dari nama ekonom asal Prancis-Irlandia, Richard Cantillon, yang pertama kali menjelaskan bagaimana distribusi uang baru bisa menciptakan ketimpangan.
Intinya, siapa yang mendapatkan uang lebih dulu akan lebih diuntungkan dibandingkan mereka yang mendapatkannya belakangan. Karena nilai uang belum sempat menyesuaikan akibat inflasi, penerima awal bisa membeli barang dan jasa dengan harga yang masih rendah. Sebaliknya, penerima akhir terpaksa membayar lebih mahal karena harga sudah naik.
Fenomena ini sering terjadi dalam sistem moneter tradisional di mana bank sentral mencetak uang dan mendistribusikannya melalui lembaga keuangan besar, pemerintah, atau korporasi—bukan langsung ke masyarakat umum.
Bagaimana The Cantillon Effect Bekerja?
Sahabat Floq, untuk memahami efek Cantillon secara praktis, bayangkan situasi berikut:
1. Pemerintah atau Bank Sentral Mencetak Uang Baru
Misalnya, saat krisis keuangan, bank sentral menyuntikkan likuiditas baru ke pasar.
2. Uang Baru Disalurkan ke Institusi Tertentu Lebih Dulu
Uang ini umumnya masuk ke sektor perbankan, perusahaan besar, atau proyek infrastruktur. Pihak-pihak ini adalah penerima awal dari uang baru.
3. Penerima Awal Bisa Belanja Sebelum Harga Naik
Karena jumlah uang di masyarakat belum naik secara keseluruhan, harga barang dan jasa masih normal. Penerima awal bisa membeli aset atau investasi dengan harga lebih rendah.
4. Uang Menyebar ke Lapisan Ekonomi Lainnya
Setelah melalui berbagai lapisan transaksi, uang baru akhirnya sampai ke masyarakat umum, pekerja, atau UMKM.
5. Penerima Akhir Menghadapi Harga yang Sudah Naik
Pada saat itu, daya beli uang sudah menurun akibat inflasi. Orang-orang yang mendapatkan uang belakangan tidak bisa menikmati keuntungan yang sama.
Dampak Tidak Langsung:
- Aset seperti properti, saham, atau kripto mengalami kenaikan harga lebih dulu.
- Ketimpangan kekayaan semakin besar.
- Orang kaya makin kaya karena mereka lebih dekat dengan sumber uang baru.
- Penerima akhir, yang seringkali masyarakat kelas bawah, justru terdampak negatif oleh kenaikan harga.
Mengapa The Cantillon Effect Relevan di Dunia Kripto?
Efek Cantillon sangat relevan ketika kita membahas inflasi, kebijakan moneter terpusat, dan bagaimana sistem keuangan tradisional memberi keuntungan pada kelompok tertentu saja.
Inilah alasan mengapa konsep ini sering dibahas dalam komunitas kripto:
1. Menjadi Kritik Terhadap Sistem Fiat
Sistem mata uang fiat yang dikendalikan oleh bank sentral menciptakan ketimpangan sistematis. Uang bisa "diciptakan dari udara" dan digunakan untuk menyelamatkan institusi besar terlebih dahulu.
2. Alasan Dibelakang Popularitas Bitcoin
Bitcoin dan kripto lain diciptakan sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem keuangan yang bias terhadap elite. Karena pasokannya terbatas dan tidak bisa dicetak seenaknya, Bitcoin dianggap lebih adil secara distribusi.
3. Mendorong Prinsip Desentralisasi
Ekosistem DeFi dan Web3 mencoba menciptakan sistem distribusi nilai yang lebih merata, misalnya melalui airdrop, staking reward, atau fair launch.
4. Membuka Akses untuk Penerima Akhir
Dalam sistem keuangan tradisional, penerima akhir punya akses terbatas terhadap sumber pendanaan atau investasi. Di kripto, siapa pun bisa berpartisipasi langsung di jaringan, tanpa izin dari institusi.
5. Relevan Saat Terjadi Stimulus Ekonomi
Seperti yang terjadi pada masa pandemi, stimulus besar-besaran dari pemerintah dan bank sentral menciptakan uang baru yang mengalir ke pasar saham dan properti lebih dulu, bukan langsung ke masyarakat kecil. Ini memperlihatkan efek Cantillon secara nyata.
Sahabat Floq, memahami The Cantillon Effect membantumu melihat bagaimana sistem keuangan bekerja di balik layar. Ia bukan sekadar teori lama, tapi kacamata penting untuk menilai keadilan ekonomi hari ini. Di dunia kripto yang menjunjung transparansi, desentralisasi, dan keadilan distribusi, efek ini menjadi argumen kuat mengapa perubahan sistem keuangan sangat dibutuhkan.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
The DAO
Organisasi otonom terdesentralisasi pertama di Ethereum yang bertujuan mengatur dana investasi kolektif secara transparan melalui smart contract. Runtuh akibat eksploitasi bug pada tahun 2016 yang memicu hard fork Ethereum.
The Merge (Ethereum 2.0)
Transisi Ethereum dari mekanisme konsensus Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS) yang terjadi pada tahun 2022. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi energi dan membuka jalan bagi skalabilitas yang lebih tinggi.
Think Long Term (TLT)
Filosofi investasi yang menekankan pentingnya kesabaran dan visi jangka panjang dalam menghadapi volatilitas pasar. Sering dikutip di komunitas crypto untuk mendorong ketenangan di tengah fluktuasi harga.
This Is Gentlemen
Ungkapan populer di komunitas crypto yang digunakan untuk menandai momen penting atau positif dengan nada humoris dan ironis. Sering muncul dalam meme atau komentar ketika harga aset mulai naik tajam.
Throughput
Jumlah transaksi atau data yang dapat diproses oleh jaringan blockchain dalam jangka waktu tertentu. Tingkat throughput yang tinggi menunjukan efisiensi dan kemampuan jaringan dalam menangani volume besar secara cepat.


