
The DAO
Apa Itu The DAO?
The DAO (Decentralized Autonomous Organization) adalah proyek eksperimen pertama dalam bentuk organisasi otonom terdesentralisasi yang berjalan di atas jaringan Ethereum. Diluncurkan pada tahun 2016, The DAO bertujuan untuk menciptakan sistem manajemen dana tanpa perantara yang dikendalikan sepenuhnya oleh smart contract dan keputusan kolektif komunitas.
Visinya sederhana tapi revolusioner:
Alih-alih menyerahkan keputusan investasi kepada institusi keuangan atau venture capital, The DAO memungkinkan siapa pun yang memiliki token DAO untuk berpartisipasi dalam pemungutan suara dan pengelolaan dana investasi yang disimpan di smart contract.
Ciri khas The DAO:
- Terdesentralisasi: Tidak ada pemilik tunggal, semua keputusan berbasis voting.
- Terprogram: Semua aturan diatur oleh smart contract.
- Terbuka: Siapa pun bisa bergabung dan melihat proses pengambilan keputusan.
- Berbasis Ethereum: Token DAO dan smart contract berjalan di atas jaringan Ethereum.
Bagaimana The DAO Bekerja?
The DAO didesain sebagai semacam venture fund komunitas. Prosesnya cukup unik untuk ukuran proyek Web3 saat itu, terutama mengingat ini terjadi pada fase awal Ethereum.
Cara kerja The DAO secara umum:
- Pengumpulan Dana (Crowdsale)
The DAO mengadakan crowdsale dengan menawarkan token DAO kepada publik. Sebanyak $150 juta dalam ETH berhasil dikumpulkan—angka yang luar biasa besar saat itu. - Pemilik Token DAO Memiliki Hak Suara
Mereka dapat mengusulkan proyek, memberikan suara untuk mendanai atau menolak proposal, dan ikut menentukan arah investasi. - Voting Berbasis Smart Contract
Semua keputusan diatur melalui smart contract yang secara otomatis akan mengirimkan dana ke proyek yang disetujui. - Transparansi Penuh
Setiap transaksi dan keputusan bisa dilihat di blockchain, membuat prosesnya terbuka dan tahan sensor. - Tanpa Pihak Ketiga
Tidak ada perantara atau manusia yang secara langsung mengatur dana. Seluruh proses otomatis melalui kode.
Namun, seperti yang akan kita bahas berikutnya, keunggulan ini juga menjadi kelemahan saat smart contract memiliki celah yang dimanfaatkan oleh pihak jahat.
Mengapa The DAO Menjadi Titik Balik Penting dalam Sejarah Ethereum?
The DAO tidak hanya menjadi pelopor DAO di Ethereum, tapi juga titik kritis yang mengubah jalannya sejarah blockchain. Pada Juni 2016, proyek ini menjadi korban eksploitasi besar-besaran yang menyebabkan kehilangan dana senilai sekitar $60 juta ETH.
Penjelasan Singkat Insiden The DAO:
- Eksploitasi Bug Smart Contract
Peretas menemukan celah dalam kode smart contract yang memungkinkan mereka melakukan "recursive call"—menarik ETH berulang kali sebelum saldo diperbarui. - Dana Tidak Langsung Hilang
Uang yang dicuri ditempatkan dalam Child DAO, yang baru bisa ditarik setelah 28 hari—ini memberi waktu komunitas untuk merespons. - Komunitas Terbelah
Terjadi perdebatan besar antara dua pilihan:
a) Biarkan berjalan sesuai prinsip "code is law", atau
b) Lakukan hard fork untuk mengembalikan dana. - Hard Fork Ethereum Terjadi
Mayoritas komunitas memilih opsi B. Ethereum melakukan hard fork dan mengembalikan dana ke pemilik aslinya.
Sementara itu, kelompok yang tidak setuju tetap melanjutkan blockchain lama yang kini dikenal sebagai Ethereum Classic (ETC).
Dampak Jangka Panjang dari Kasus The DAO:
- Melahirkan Ethereum Classic (ETC)
- Mendorong Audit Keamanan Smart Contract
- Membangkitkan Diskusi tentang Etika "Code vs Community"
- Menumbuhkan DAO-DAO Baru yang Lebih Aman dan Terstruktur
Sahabat Floq, The DAO adalah pelajaran berharga dalam dunia blockchain tentang potensi besar dan risiko yang mengiringinya. Meski proyek ini gagal karena celah keamanan, ia membuka jalan bagi lahirnya DAO modern yang kini berkembang pesat di dunia Web3. Dari kegagalan inilah, komunitas kripto belajar membangun sistem yang lebih kuat, transparan, dan aman di masa depan.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
The Merge (Ethereum 2.0)
Transisi Ethereum dari mekanisme konsensus Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS) yang terjadi pada tahun 2022. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi energi dan membuka jalan bagi skalabilitas yang lebih tinggi.
Think Long Term (TLT)
Filosofi investasi yang menekankan pentingnya kesabaran dan visi jangka panjang dalam menghadapi volatilitas pasar. Sering dikutip di komunitas crypto untuk mendorong ketenangan di tengah fluktuasi harga.
This Is Gentlemen
Ungkapan populer di komunitas crypto yang digunakan untuk menandai momen penting atau positif dengan nada humoris dan ironis. Sering muncul dalam meme atau komentar ketika harga aset mulai naik tajam.
Throughput
Jumlah transaksi atau data yang dapat diproses oleh jaringan blockchain dalam jangka waktu tertentu. Tingkat throughput yang tinggi menunjukan efisiensi dan kemampuan jaringan dalam menangani volume besar secara cepat.
Ticker Symbol
Kode singkat yang mewakili aset crypto atau saham dalam sistem perdagangan. Contohnya, “BTC” untuk Bitcoin dan “ETH” untuk Ethereum.


