Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Throughput

Apa Itu Throughput?

Throughput dalam dunia blockchain merujuk pada jumlah transaksi yang dapat diproses oleh jaringan dalam satuan waktu tertentu, biasanya diukur dalam TPS (Transactions Per Second). Semakin tinggi angka TPS, semakin cepat dan efisien jaringan tersebut dalam menangani volume transaksi.

Misalnya, jika sebuah blockchain memiliki throughput 1.000 TPS, itu berarti jaringan tersebut mampu memproses seribu transaksi setiap detik. Metrik ini menjadi indikator utama performa jaringan, terutama saat skalabilitas dan adopsi massal menjadi tujuan utama dari banyak protokol blockchain.

Throughput bukan hanya angka semata, melainkan gambaran sejauh mana sebuah jaringan bisa menjawab kebutuhan pengguna secara real-time, terutama dalam ekosistem kripto, DeFi, NFT, dan Web3 secara keseluruhan.

 

Bagaimana Throughput Diukur dan Bekerja?

Throughput dihitung berdasarkan jumlah transaksi sukses yang berhasil divalidasi dan dicatat ke dalam blok selama periode waktu tertentu. Metrik ini biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor penting:

1. Ukuran Blok dan Waktu Blok

Blockchain dengan ukuran blok besar dan waktu pembuatan blok yang singkat biasanya memiliki throughput lebih tinggi.

Contoh: Solana memiliki waktu blok hanya beberapa detik, sehingga mampu memproses ribuan transaksi per detik.

2. Kapasitas Jaringan

Jumlah node, arsitektur konsensus, dan efisiensi protokol sangat memengaruhi seberapa banyak transaksi yang bisa diproses tanpa kemacetan.

3. Jenis Transaksi

Tidak semua transaksi membutuhkan komputasi yang sama. Transaksi kompleks seperti smart contract bisa memperlambat throughput dibandingkan dengan transaksi sederhana antar wallet.

4. Teknologi Layer-2

Beberapa blockchain meningkatkan throughput menggunakan solusi Layer-2 seperti Rollups, Plasma, atau Channels, yang memproses transaksi off-chain sebelum dikirim kembali ke mainnet.

5. Parallel Processing (Eksekusi Paralel)

Blockchain modern seperti Aptos dan Sui menggunakan teknologi paralelisasi transaksi untuk meningkatkan efisiensi proses dan mempercepat throughput.

 

Mengapa Throughput Penting dalam Ekosistem Blockchain?

Throughput sangat menentukan kemampuan blockchain untuk bersaing dan diadopsi secara luas oleh publik. Bayangkan Sahabat Floq menggunakan aplikasi keuangan atau game berbasis blockchain—jika transaksi lambat dan sering gagal, tentu pengalaman pengguna akan menurun drastis.

Berikut alasan kenapa throughput menjadi metrik yang sangat krusial:

Meningkatkan User Experience

Blockchain dengan throughput tinggi menawarkan konfirmasi transaksi yang cepat dan lancar, menghindari penundaan atau kegagalan saat jaringan sibuk.

Mendukung Adopsi Massal

Untuk menjadi platform global, blockchain harus mampu menangani jutaan pengguna. Tanpa throughput tinggi, jaringan akan cepat penuh dan macet saat digunakan banyak orang.

Menurunkan Biaya Transaksi

Ketika throughput rendah dan permintaan tinggi, biaya gas atau transaksi akan melonjak. Sebaliknya, throughput tinggi dapat menstabilkan atau bahkan menurunkan biaya secara signifikan.

Skalabilitas dan Efisiensi Ekosistem

Proyek DeFi, NFT, dan DApp membutuhkan performa tinggi. Tanpa throughput yang memadai, ekosistem ini akan sulit berkembang dan bertahan dalam jangka panjang.

Kompetisi Antar Blockchain

Banyak blockchain bersaing dalam hal throughput. Beberapa benchmark populer:

  • Bitcoin: ±7 TPS
  • Ethereum: ±15–30 TPS (sebelum upgrade)
  • Solana: ±2.000 TPS
  • Avalanche, Aptos, dan lainnya mengklaim lebih tinggi dengan inovasi teknologi

 

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device