
Token
Apa Itu Token?
Token adalah salah satu bentuk aset digital yang dibuat dan dijalankan di atas blockchain yang sudah ada—seperti Ethereum, Binance Smart Chain, atau Solana. Berbeda dengan koin seperti Bitcoin atau ETH yang memiliki blockchain-nya sendiri, token memanfaatkan infrastruktur jaringan blockchain lain untuk beroperasi.
Token memiliki banyak peran penting di dunia kripto. Ia bisa berfungsi sebagai alat tukar, hak suara dalam voting komunitas, insentif bagi pengguna, hingga tiket untuk mengakses layanan tertentu. Setiap token memiliki aturan penggunaan dan tujuan yang berbeda-beda, tergantung dari proyek yang mengeluarkannya.
Bagaimana Token Bekerja?
Token dibuat menggunakan smart contract, yaitu program otomatis yang berjalan di blockchain. Kontrak pintar ini mengatur segala hal terkait token—jumlah total, distribusi, transfer, hingga fitur-fitur spesifik seperti staking atau burning.
Berikut ini beberapa hal yang menggambarkan cara kerja token dalam dunia nyata:
1. Dibuat di Atas Blockchain yang Sudah Ada
Contohnya:
- ERC-20 di Ethereum
- BEP-20 di Binance Smart Chain
- SPL Token di Solana
2. Dikelola oleh Smart Contract
Token memiliki program otomatis yang menentukan siapa pemiliknya, berapa jumlahnya, dan bagaimana ia bisa ditransfer.
3. Disimpan di Dompet Kripto
Kamu bisa menyimpan dan mengelola token melalui wallet yang kompatibel seperti MetaMask, Trust Wallet, atau Phantom.
4. Dapat Diperdagangkan
Token bisa diperjualbelikan di exchange (bursa), baik centralized (CEX) maupun decentralized (DEX), tergantung kompatibilitas jaringannya.
Jenis-Jenis Token
Supaya lebih mudah dipahami, Sahabat Floq bisa mengenali token berdasarkan fungsi utamanya:
1. Utility Token
Memberi akses ke produk atau layanan dalam suatu platform.
Contoh:
- BNB digunakan untuk diskon biaya di Binance
- UNI digunakan untuk voting di Uniswap
2. Security Token
Mewakili klaim atas kepemilikan aset seperti saham, obligasi, atau properti, dan bisa tunduk pada regulasi pemerintah.
3. Governance Token
Digunakan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan suatu proyek melalui sistem voting on-chain.
4. Stablecoin
Token yang nilainya dipatok pada aset stabil seperti dolar AS.
Contoh: USDT, USDC
5. NFT (Non-Fungible Token)
Jenis token unik yang tidak bisa ditukar satu sama lain. Biasanya digunakan untuk koleksi digital, game, atau karya seni.
Mengapa Token Penting dalam Ekosistem Blockchain?
Token memungkinkan siapa pun untuk menciptakan sistem ekonomi digital sendiri tanpa harus membangun blockchain dari nol. Ini membuka peluang besar bagi startup, proyek sosial, komunitas, bahkan organisasi terdesentralisasi (DAO) untuk membentuk dan mengelola ekosistemnya sendiri.
Fungsi Penting Token:
- Sebagai Alat Pembayaran Internal
Banyak proyek menggunakan tokennya sendiri untuk membayar layanan, seperti biaya transaksi, langganan, atau item dalam game. - Sebagai Insentif Partisipasi
Token diberikan sebagai reward bagi pengguna yang berkontribusi—misalnya lewat staking, menyediakan likuiditas, atau menyebarkan informasi. - Sebagai Aset Investasi
Token bisa meningkat nilainya seiring dengan pertumbuhan proyeknya, membuatnya menarik bagi investor ritel maupun institusi. - Sebagai Alat Voting dan Tata Kelola
Pengguna bisa memengaruhi arah proyek melalui voting berbasis token. - Sebagai Jembatan Antarproyek
Beberapa token digunakan untuk menjembatani interoperabilitas antara platform, misalnya token wrapped (seperti WBTC).
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Token Economy
Sistem ekonomi digital yang dibangun berdasarkan distribusi dan penggunaan token dalam suatu ekosistem blockchain. Mendorong insentif, partisipasi, dan pertumbuhan komunitas terdesentralisasi.
Token Generation Event (TGE)
Momen di mana token baru pertama kali dibuat dan didistribusikan ke pengguna atau investor. Biasanya dilakukan bersamaan dengan Initial Coin Offering (ICO), Initial Decentralized Exchange Offering (IDO), atau model penawaran lainnya.
Token Issuance
Proses penerbitan token baru oleh proyek blockchain untuk digunakan dalam jaringan atau dijual ke publik. Melibatkan pengaturan jumlah, distribusi, dan tujuan penggunaan token.
Token Lockup
Mekanisme yang membatasi penjualan atau perdagangan token untuk periode waktu tertentu setelah distribusi. Tujuannya adalah menjaga stabilitas harga dan mencegah aksi jual massal.
Token Migration
Proses memindahkan token dari satu blockchain ke blockchain lain, biasanya saat proyek berpindah dari token sementara ke jaringan utamanya (mainnet). Dilakukan untuk meningkatkan fungsionalitas atau skalabilitas.


