
The Barbell Strategy
Apa Itu The Barbell Strategy?
The Barbell Strategy adalah strategi alokasi aset yang memadukan dua kutub ekstrem: aset yang sangat konservatif dan aset yang sangat agresif, sembari menghindari investasi di tengah-tengah yang dianggap “setengah aman tapi juga setengah berisiko.” Idenya adalah menciptakan keseimbangan antara keamanan modal dan peluang pertumbuhan besar dalam portofolio.
Strategi ini dipopulerkan oleh Nassim Nicholas Taleb, seorang filsuf dan mantan trader yang percaya bahwa dunia penuh dengan ketidakpastian, sehingga pendekatan investasi harus disiapkan untuk skenario ekstrem.
Karakteristik The Barbell Strategy:
- Fokus utama pada dua ujung spektrum risiko
- Tidak ada dana dialokasikan ke aset dengan risiko menengah
- Cocok untuk lingkungan pasar yang penuh ketidakpastian
- Bisa digunakan untuk investasi jangka panjang maupun pendek
Bagaimana Cara Kerja The Barbell Strategy?
Sahabat Floq, untuk menjalankan Barbell Strategy, Kamu perlu membagi portofolio menjadi dua bagian utama:
1. Aset Sangat Aman (70–90%)
Ini adalah aset dengan risiko rendah dan imbal hasil stabil. Tujuannya adalah menjaga keamanan modal dan melindungi portofolio dari guncangan pasar.
Contohnya:
- Obligasi pemerintah
- Deposito
- Stablecoin yang disimpan di protokol DeFi terpercaya
- Uang tunai atau setara kas
Aset ini berfungsi sebagai penyangga. Meskipun hasilnya kecil, mereka melindungi Kamu dari kerugian besar.
2. Aset Sangat Berisiko (10–30%)
Bagian ini ditujukan untuk investasi yang bisa memberikan imbal hasil luar biasa—namun dengan risiko tinggi. Di sinilah Kamu mencari peluang besar.
Contohnya:
- Token kripto dengan potensi pertumbuhan tinggi
- NFT spekulatif
- Saham mikrokap atau startup Web3
- Proyek DeFi eksperimental
Jika aset ini gagal, dampaknya tidak terlalu besar karena porsinya kecil. Tapi jika berhasil, potensi keuntungannya bisa luar biasa dan menyeimbangkan seluruh portofolio.
Tidak Ada Aset “Tengah-Tengah”
Strategi ini secara sengaja menghindari aset berisiko menengah seperti obligasi korporat kelas menengah atau saham blue chip yang terlalu “aman” untuk dianggap spekulatif, tapi terlalu “berisiko” untuk dianggap stabil. Alasannya, aset seperti ini kadang justru tak memberikan perlindungan atau pertumbuhan yang optimal.
Mengapa The Barbell Strategy Relevan untuk Investor Kripto?
Pasar kripto dikenal sangat fluktuatif. Dalam ekosistem seperti ini, strategi Barbell bisa jadi pendekatan yang masuk akal untuk tetap berani mengejar peluang besar, namun tetap berlindung dari risiko besar.
1. Melindungi Modal di Tengah Volatilitas
Menyimpan mayoritas aset di stablecoin atau obligasi tokenized membantu Kamu tetap tenang saat pasar kripto bergerak liar.
2. Menjaga Ruang untuk Moonshot
Alokasi kecil ke token baru atau proyek kripto eksperimental bisa jadi kunci mendapatkan cuan besar tanpa mempertaruhkan seluruh portofolio.
3. Meminimalisir Overexposure
Dengan hanya 10–30% dana dialokasikan ke aset berisiko, kerugian potensial lebih mudah dikendalikan.
4. Fleksibel dan Adaptif
Strategi ini tidak terikat pada satu jenis aset atau industri. Kamu bisa mengatur proporsinya sesuai profil risiko dan siklus pasar.
5. Cocok untuk Early Adopter
Bagi Sahabat Floq yang sedang menjelajah dunia kripto, strategi ini bisa memberi rasa aman sekaligus ruang eksplorasi.
Dengan The Barbell Strategy, Kamu tidak harus memilih antara bermain aman atau berspekulasi ekstrem. Gabungkan keduanya secara strategis untuk menciptakan portofolio yang tahan banting namun tetap punya potensi pertumbuhan luar biasa. Dalam dunia yang serba tidak pasti seperti pasar kripto, strategi ini bisa menjadi “penyeimbang kekacauan” yang efektif.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
The Cantillon Effect
Fenomena ekonomi di mana pihak yang menerima uang baru lebih awal mendapat manfaat lebih besar dibandingkan penerima terakhir. Umumnya terjadi dalam sistem pencetakan uang tradisional dan relevan dalam diskusi tentang inflasi dan kebijakan moneter.
The DAO
Organisasi otonom terdesentralisasi pertama di Ethereum yang bertujuan mengatur dana investasi kolektif secara transparan melalui smart contract. Runtuh akibat eksploitasi bug pada tahun 2016 yang memicu hard fork Ethereum.
The Merge (Ethereum 2.0)
Transisi Ethereum dari mekanisme konsensus Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS) yang terjadi pada tahun 2022. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi energi dan membuka jalan bagi skalabilitas yang lebih tinggi.
Think Long Term (TLT)
Filosofi investasi yang menekankan pentingnya kesabaran dan visi jangka panjang dalam menghadapi volatilitas pasar. Sering dikutip di komunitas crypto untuk mendorong ketenangan di tengah fluktuasi harga.
This Is Gentlemen
Ungkapan populer di komunitas crypto yang digunakan untuk menandai momen penting atau positif dengan nada humoris dan ironis. Sering muncul dalam meme atau komentar ketika harga aset mulai naik tajam.


