Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Stagflation

Apa Itu Stagflation?

Stagflation adalah gabungan dari dua kondisi ekonomi yang biasanya bertolak belakang: stagnasi (pertumbuhan ekonomi lambat atau negatif) dan inflasi tinggi. Dalam keadaan normal, inflasi sering kali berkorelasi dengan pertumbuhan ekonomi. Namun, dalam stagflation, harga-harga naik sementara aktivitas ekonomi melemah dan tingkat pengangguran meningkat.

Sahabat Floq, istilah ini mulai dikenal luas sejak dekade 1970-an, ketika banyak negara maju menghadapi lonjakan harga minyak, krisis energi, dan perlambatan ekonomi secara bersamaan. Stagflation menjadi momok karena bertentangan dengan logika ekonomi tradisional yang menganggap inflasi tinggi hanya terjadi ketika ekonomi tumbuh pesat.

 

Bagaimana Stagflation Terjadi?

Stagflation dapat muncul dari kombinasi beberapa faktor ekonomi dan kebijakan yang tidak seimbang. Di antaranya:

1. Kenaikan Biaya Produksi (Cost-Push Inflation)

Misalnya karena lonjakan harga komoditas utama seperti minyak atau bahan pangan. Produsen akan menaikkan harga barang, yang menyebabkan inflasi, tanpa diikuti peningkatan permintaan.

2. Kebijakan Moneter dan Fiskal yang Tidak Sinkron

Jika pemerintah atau bank sentral terlambat menaikkan suku bunga atau terlalu agresif mencetak uang, inflasi bisa melonjak sementara ekonomi belum pulih sepenuhnya.

3. Kejutan Eksternal

Seperti pandemi global, perang, atau disrupsi rantai pasok internasional yang menurunkan produktivitas dan konsumsi, namun tetap mendorong harga naik karena kelangkaan pasokan.

4. Pengangguran Struktural

Saat terjadi ketidaksesuaian antara keterampilan tenaga kerja dan kebutuhan industri, tingkat pengangguran tetap tinggi meski inflasi meningkat.

 

Mengapa Stagflation Sulit Diatasi?

Stagflation menjadi mimpi buruk bagi pembuat kebijakan karena setiap solusi memiliki efek samping yang bisa memperburuk komponen lainnya.

  • Mengatasi inflasi dengan menaikkan suku bunga akan memperlambat ekonomi lebih jauh dan meningkatkan pengangguran.
  • Mendorong pertumbuhan dengan stimulus fiskal bisa memperparah inflasi karena menambah konsumsi saat pasokan terbatas.
  • Menurunkan pengangguran bisa meningkatkan permintaan, yang mendorong harga makin tinggi.

Dengan kata lain, tidak ada solusi instan yang bisa menyelesaikan semua aspek stagflation sekaligus. Diperlukan kebijakan yang sangat hati-hati, bertahap, dan disesuaikan dengan kondisi struktural tiap negara.

 

Stagflation adalah pengingat bahwa ekonomi dunia tidak selalu bergerak sesuai teori. Bagi Sahabat Floq yang mengikuti perkembangan pasar, memahami stagflation sangat penting karena dampaknya bisa meluas ke sektor investasi, termasuk crypto dan aset digital. Di tengah stagflation, banyak investor mencari alternatif lindung nilai, seperti Bitcoin, emas, atau stablecoin—tergantung pada kepercayaan terhadap sistem keuangan tradisional.

Memahami kondisi makro seperti ini akan memperkaya perspektifmu sebagai investor dan pembelajar di era digital.

 

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device