Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Pre-Mine

Apa Itu Pre-Mine?

Sahabat Floq, Pre-Mine adalah proses penciptaan sejumlah token sebelum peluncuran resmi jaringan utama (mainnet) sebuah proyek blockchain. Token yang di-pre-mine biasanya dialokasikan untuk tim inti pengembang, investor awal, advisor, atau sebagai cadangan treasury proyek sebelum jaringan dibuka untuk publik.

Pre-mine umum dilakukan oleh proyek blockchain untuk memastikan adanya dana pengembangan dan insentif bagi tim yang membangun jaringan sejak awal. Namun, praktik ini juga kerap menjadi sorotan komunitas crypto karena dianggap dapat menimbulkan ketimpangan distribusi token.

 

Bagaimana Cara Kerja Pre-Mine?

Berikut cara kerja pre-mine agar Kamu memahaminya dengan mudah:

Desain Tokenomics Sebelum Launch

Pada tahap desain proyek, tim menentukan jumlah supply total token dan proporsi pre-mine. Contoh: 10% untuk tim, 5% untuk advisor, dan 10% untuk investor awal sebelum mainnet diluncurkan.

Penciptaan Token di Genesis Block

Saat blockchain diluncurkan, block pertama (genesis block) akan mencatat alokasi pre-mine ke wallet pihak-pihak yang ditentukan, bahkan sebelum proses mining publik atau staking dimulai.

Penggunaan Token Pre-Mine

Token hasil pre-mine digunakan untuk:

  1. Pendanaan awal proyek (development, audit, marketing).
  2. Insentif tim dan developer.
  3. Alokasi bagi investor strategis atau partner.
  4. Treasury untuk community rewards atau liquidity pool.

Lock-Up dan Vesting

Untuk menghindari dumping harga di market, token pre-mine biasanya memiliki lock-up atau vesting period tertentu. Misalnya, hanya 10% yang bisa diklaim saat launch, sisanya vested selama 12-36 bulan.

Transparansi Distribusi

Proyek yang profesional akan mencantumkan detail pre-mine di whitepaper atau tokenomics mereka, termasuk alokasi wallet, jadwal vesting, dan tujuan distribusi token.

 

Mengapa Pre-Mine Penting dan Kontroversial?

Pre-mine memiliki peran strategis dan risiko dalam proyek blockchain karena:

1. Memberikan Dana untuk Pengembangan

Tanpa pre-mine, banyak proyek tidak memiliki dana untuk membiayai pengembangan jaringan, audit smart contract, legal, dan marketing sebelum mainnet aktif.

2. Insentif Bagi Tim dan Investor Awal

Pre-mine menjadi insentif bagi developer dan investor awal yang mengambil risiko besar mendukung proyek sejak tahap ide hingga peluncuran.

3. Berpotensi Menimbulkan Ketimpangan Distribusi

Jika alokasi pre-mine terlalu besar atau tanpa vesting, tim inti dapat menjual token mereka di market dan menekan harga, merugikan investor ritel yang membeli di harga market.

4. Menurunkan Kepercayaan Komunitas

Proyek dengan pre-mine besar sering dianggap centralized karena distribusi token terpusat pada segelintir pihak. Hal ini bertentangan dengan prinsip desentralisasi blockchain.

5. Transparansi Menjadi Kunci

Pre-mine tidak selalu negatif jika dilakukan dengan transparan, memiliki vesting period jelas, dan alokasi dana diaudit. Komunitas akan menilai fairness distribusi token berdasarkan seberapa besar pre-mine dan bagaimana penggunaannya mendukung ekosistem.

Dengan memahami Pre-Mine, Sahabat Floq dapat mengevaluasi proyek crypto secara objektif, menilai risiko distribusi token, dan memutuskan apakah model tokenomics proyek tersebut sehat untuk keberlanjutan ekosistem jangka panjang.

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device