
Over Collateralization
Apa Itu Over-Collateralization?
Over-Collateralization adalah praktik memberikan jaminan (collateral) dalam jumlah lebih besar dari nilai pinjaman yang ingin Kamu ambil. Artinya, untuk bisa meminjam aset senilai Rp1.000.000, Kamu perlu menyetorkan jaminan senilai lebih dari itu—misalnya Rp1.500.000.
Praktik ini menjadi standar dalam banyak protokol DeFi karena mengurangi risiko terhadap volatilitas harga aset kripto yang sangat fluktuatif. Berbeda dengan sistem keuangan tradisional yang kadang hanya butuh jaminan setara, di DeFi, kelebihan jaminan ini menjadi benteng pengaman bagi semua pihak di jaringan.
Bagaimana Over-Collateralization Bekerja?
Konsep ini bekerja berdasarkan prinsip keamanan sistemik. Karena nilai aset kripto bisa berubah sangat cepat, sistem membutuhkan jaminan tambahan agar pinjaman tetap aman jika terjadi penurunan harga (price drop).
Berikut cara kerja umumnya:
- Kamu menyetor jaminan (collateral) ke dalam protokol.
- Sistem menghitung berapa jumlah pinjaman maksimal berdasarkan nilai jaminan dan rasio collateralization yang disyaratkan.
- Kamu menerima dana pinjaman (biasanya dalam bentuk stablecoin).
Selama nilai jaminan tetap di atas ambang batas, pinjaman Kamu aman. Jika nilai jaminan turun terlalu jauh, maka posisi Kamu bisa dilikuidasi oleh protokol.
Mengapa Over-Collateralization Penting?
Menjaga Stabilitas Sistem
Over-Collateralization membuat sistem pinjaman di DeFi lebih tangguh terhadap perubahan pasar. Ketika nilai jaminan anjlok, protokol bisa langsung melikuidasi sebagian aset untuk menutupi pinjaman tanpa menyebabkan kerugian besar.
Perlindungan dari Risiko Gagal Bayar
Dalam sistem terdesentralisasi, tidak ada pihak yang bisa ditagih secara langsung jika pinjaman macet. Dengan over-collateral, sistem punya cadangan nilai untuk meminimalkan potensi kerugian dari peminjam yang tidak bisa melunasi pinjamannya.
Membuka Akses Pinjaman Non-Kustodian
Buat Sahabat Floq yang ingin mendapatkan pinjaman tanpa menyerahkan kendali aset ke pihak ketiga, sistem over-collateralized loan memungkinkan Kamu tetap memegang kontrol penuh—dengan risiko yang tetap bisa dimitigasi.
Mencegah Efek Domino
Bayangkan jika satu pengguna gagal bayar dan nilainya tidak bisa ditutupi—sistem bisa mengalami efek domino. Dengan over-collateralization, satu posisi gagal bayar tidak langsung mengguncang seluruh protokol.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Over The Counter (OTC)
Pasar tempat perdagangan crypto atau aset lain dilakukan langsung antar pihak tanpa perantara bursa terbuka. Memberikan fleksibilitas harga dan volume besar, namun memerlukan kepercayaan tinggi antar pihak.
Overbought
Kondisi pasar di mana harga aset dianggap terlalu tinggi secara teknikal dan berpotensi mengalami koreksi. Indikator teknikal seperti Relative Strength Index (RSI) sering digunakan untuk mengidentifikasi momen ini.
Oversold
Kondisi pasar di mana harga aset dianggap terlalu rendah secara teknikal dan berpotensi mengalami rebound. Digunakan oleh trader sebagai sinyal potensi pembalikan arah harga.
Pair
Pasangan dua aset yang diperdagangkan satu sama lain di bursa, seperti BTC/ETH atau USDT/ADA. Menunjukan nilai satu aset terhadap aset lainnya.
Paper Trading
Simulasi perdagangan aset di mana pengguna bisa belajar dan menguji strategi tanpa menggunakan uang sungguhan. Cocok untuk pemula atau trader yang ingin bereksperimen tanpa risiko.


