
Multisignature
Apa Itu Multisignature?
Sahabat Floq, dalam dunia keuangan tradisional, otorisasi ganda sering digunakan untuk melindungi aset dan mencegah penipuan. Konsep serupa juga diterapkan dalam ekosistem crypto melalui mekanisme yang dikenal dengan istilah Multisignature, atau sering disingkat sebagai Multi-Sig.
Multisignature adalah metode otorisasi transaksi di mana lebih dari satu kunci diperlukan untuk menyetujui dan mengeksekusi suatu tindakan. Alih-alih hanya mengandalkan satu private key, Multi-Sig mewajibkan kombinasi beberapa kunci sebelum suatu transaksi dapat dikonfirmasi, sehingga meningkatkan tingkat keamanan secara signifikan.
Bagaimana Cara Kerja Multi-Sig?
Multi-Sig biasanya menggunakan skema M-of-N, yang berarti dari total N jumlah kunci yang dibuat, setidaknya M jumlah kunci harus memberikan tanda tangan agar transaksi dianggap sah. Misalnya, dalam skema 2-of-3, tiga kunci dibuat, dan dua dari tiga harus menyetujui setiap transaksi.
Contoh penggunaannya:
- Tiga pendiri startup memiliki akses ke dompet bersama.
- Untuk mengirim dana, setidaknya dua dari tiga pendiri harus menyetujui transaksi.
Dengan cara ini, risiko dari kompromi satu pihak atau kehilangan satu kunci dapat diminimalisir.
Manfaat Penggunaan Multisignature
1. Meningkatkan Keamanan Aset
Dengan mewajibkan lebih dari satu tanda tangan, Multi-Sig mencegah akses tunggal terhadap dompet, sehingga mengurangi risiko pencurian akibat kompromi pada satu pihak saja.
2. Mencegah Kecurangan Internal
Dalam organisasi atau DAO (Decentralized Autonomous Organization), Multi-Sig digunakan untuk memastikan bahwa keputusan transaksi bersifat kolektif, bukan hasil dari tindakan individu tanpa pengawasan.
3. Mendukung Tata Kelola Transparan
Multi-Sig cocok digunakan dalam proyek komunitas atau protokol DeFi yang mengedepankan akuntabilitas dan transparansi, karena setiap persetujuan terekam di blockchain.
4. Penggunaan dalam Escrow
Dalam sistem escrow, Multi-Sig memungkinkan keterlibatan pihak ketiga netral (seperti mediator) dalam menyelesaikan sengketa jika terjadi perselisihan antara pembeli dan penjual.
Implementasi Multi-Sig dalam Ekosistem Crypto
Banyak protokol, wallet, dan aplikasi crypto mendukung Multi-Sig, seperti:
- Gnosis Safe: Digunakan oleh DAO, proyek Web3, dan tim DeFi untuk mengelola treasury bersama.
- Bitcoin Core: Mendukung alamat Multi-Sig secara native.
- Ethereum Smart Contract: Multi-Sig dapat diatur melalui kontrak pintar dengan fleksibilitas tinggi.
Risiko dan Pertimbangan
Meski Multi-Sig menawarkan berbagai keunggulan, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Kerumitan Teknis: Pengaturan awal dan pengelolaan Multi-Sig bisa lebih kompleks dibandingkan dompet biasa.
- Risiko Deadlock: Jika jumlah tanda tangan minimum tidak bisa terpenuhi (misalnya karena kehilangan akses), dana bisa terkunci selamanya.
- Keterbatasan Dukungan: Tidak semua platform atau token mendukung Multi-Sig, terutama pada jaringan baru.
Mekanisme Perlindungan Kolektif untuk Dompet dan Proyek Crypto
Multisignature adalah solusi kriptografis yang menggabungkan keamanan dengan kolaborasi, memungkinkan lebih dari satu pihak untuk bertanggung jawab atas otorisasi transaksi. Dalam dunia yang menuntut kepercayaan tanpa perantara, Multi-Sig menjadi alat penting untuk meningkatkan ketahanan sistem, terutama di ekosistem DAO, startup blockchain, dan pengguna crypto yang mengutamakan keamanan tingkat tinggi. Bagi Sahabat Floq yang ingin mengurangi risiko dan membangun sistem keuangan yang lebih aman, memahami dan memanfaatkan Multi-Sig adalah langkah cerdas.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Multisignature
Metode otorisasi transaksi yang melibatkan beberapa pihak, biasanya disingkat sebagai “multi-sig”. Meningkatkan keamanan dengan mencegah akses tunggal terhadap dana atau kontrol sistem.
My Story (VeChain)
Platform transparansi berbasis blockchain yang memungkinkan pelacakan asal-usul dan perjalanan produk dalam rantai pasok. Digunakan oleh brand untuk membuktikan keaslian dan keberlanjutan produk mereka.
Nakamoto Coefficient
metrik desentralisasi jaringan blockchain yang menunjukan jumlah minimum entitas yang perlu dikompromikan untuk mengendalikan sistem. Semakin tinggi angkanya, semakin terdesentralisasi dan tahan sensor jaringan tersebut.
Negative Volume Index (NVI)
Indikator teknikal yang melacak volume rendah untuk mengidentifikasi tren pasar berdasarkan aktivitas investor pasif. Sering digunakan untuk mengonfirmasi arah tren saat volume menurun.
Network
Kumpulan node terhubung yang membentuk sistem blockchain atau protokol terdesentralisasi. Memfasilitasi komunikasi, transaksi, dan validasi data secara global.


