
Multi-level Marketing
Memahami Apa Itu Multi-level Marketing (MLM)
Sahabat Floq, kamu mungkin pernah mendengar istilah Multi-level Marketing (MLM) sebuah model bisnis yang menjanjikan pendapatan tidak hanya dari penjualan produk, tetapi juga dari hasil merekrut orang lain ke dalam sistem. Dalam konteks tradisional, MLM telah digunakan untuk memasarkan berbagai produk seperti suplemen kesehatan, kosmetik, hingga alat rumah tangga.
Namun, dalam dunia crypto, istilah MLM mendapatkan sorotan berbeda. Banyak proyek crypto baik token baru, platform staking, hingga game blockchain menggunakan model serupa untuk memperluas basis penggunanya. Masalahnya, tak sedikit dari mereka yang kemudian tidak memiliki produk atau layanan nyata, sehingga menimbulkan kekhawatiran apakah sistem tersebut benar-benar legal atau justru mengarah pada skema ponzi.
Ciri-Ciri Multi-level Marketing dalam Crypto
1. Perekrutan sebagai Fokus Utama
Berbeda dari pemasaran tradisional, model MLM dalam crypto cenderung menitikberatkan pada rekrutmen anggota baru daripada manfaat atau nilai dari produk itu sendiri. Setiap anggota diberi iming-iming bonus jika berhasil mengajak orang lain bergabung dan berinvestasi.
2. Struktur Komisi Bertingkat
Sistem ini memberi komisi berjenjang semakin banyak downline (anggota bawahan) yang berhasil direkrut, semakin besar potensi penghasilan. Komisi bisa berasal dari deposit, pembelian token, atau biaya berlangganan.
3. Tokenisasi dan Skema Insentif
Beberapa proyek menambahkan lapisan tokenisasi, seperti reward token yang hanya bisa ditukar di platform mereka sendiri. Sering kali, token ini tidak memiliki likuiditas eksternal dan hanya bernilai selama masih ada arus pengguna baru.
Risiko Multi-level Marketing dalam Crypto
Kemiripan dengan Skema Ponzi
Ketika pemasukan hanya bergantung pada rekrutmen dan bukan dari produk nyata atau aktivitas ekonomi berkelanjutan, maka model ini bisa sangat mirip dengan Ponzi scheme. Ini adalah sistem berbahaya di mana uang anggota baru digunakan untuk membayar anggota lama, dan akan runtuh begitu rekrutmen berhenti.
Reputasi Buruk dan Ketidakpastian Regulasi
Proyek crypto yang menggunakan skema MLM kerap berujung pada penyelidikan hukum karena dinilai menyesatkan investor pemula. Banyak negara, termasuk Indonesia, telah memperingatkan publik terhadap model bisnis semacam ini.
Kerugian Massal
Karena mayoritas peserta masuk di tingkatan bawah piramida, mereka adalah pihak paling rentan. Begitu sistem tidak lagi bisa menarik anggota baru, mereka gagal menarik kembali investasi, dan akhirnya mengalami kerugian besar.
MLM vs. Program Referral: Apa Bedanya?
Tidak semua strategi pemasaran berbasis komunitas dalam crypto adalah MLM. Misalnya, program referral yang transparan dan memberikan bonus satu kali tanpa struktur bertingkat umumnya dianggap sah dan etis. Kuncinya terletak pada:
- Apakah produk atau layanan memiliki nilai nyata?
- Apakah ada pembagian insentif yang berlebihan dari uang anggota baru?
- Apakah keuntungan bergantung pada jualan atau perekrutan?
Contoh Kasus dan Pelajaran Penting
Beberapa proyek crypto yang viral karena promosi agresif dengan skema MLM akhirnya terbukti tidak berkelanjutan. Banyak pengguna kehilangan dana karena tidak memahami bahwa proyek tersebut tidak punya model bisnis yang sehat.
Pelajaran penting bagi Sahabat Floq: Selalu lakukan riset mendalam (DYOR) sebelum bergabung dalam proyek yang menjanjikan keuntungan besar dari struktur perekrutan.
MLM dalam Crypto Perlu Diwaspadai, Bukan Dihindari Tanpa Nalar
Multi-level Marketing dalam dunia crypto bukanlah sesuatu yang otomatis ilegal. Namun, ketika digunakan tanpa transparansi, tanpa produk nyata, dan bergantung pada arus pengguna baru, maka risiko penipuan sangat besar. Sahabat Floq disarankan untuk lebih kritis dan selektif sebelum terlibat dalam proyek semacam ini. Ingat, kunci utama dalam investasi yang sehat adalah nilai nyata dan keberlanjutan, bukan sekadar janji penghasilan pasif.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Multi-level Marketing
Model distribusi yang bergantung pada perekrutan mitra baru untuk mendapatkan komisi, bukan hanya penjualan produk. Dalam crypto, sering dikritik karena kemiripannya dengan skema ponzi ketika tidak disertai utilitas nyata.
Multi-Party Computation as-a-Service
Layanan yang menyediakan teknologi Multi-Party Computation (MPC) dalam bentuk Application Programming Interface (API) atau platform siap pakai untuk proyek Web3 atau institusi. Memungkinkan keamanan kolaboratif tanpa membangun sistem dari awal.
Multichain
Protokol jembatan lintas rantai yang memungkinkan transfer aset antar berbagai jaringan blockchain. Dirancang untuk mendukung interoperabilitas dengan biaya rendah dan waktu transaksi cepat.
Multisignature
Metode otorisasi transaksi yang melibatkan beberapa pihak, biasanya disingkat sebagai “multi-sig”. Meningkatkan keamanan dengan mencegah akses tunggal terhadap dana atau kontrol sistem.
My Story (VeChain)
Platform transparansi berbasis blockchain yang memungkinkan pelacakan asal-usul dan perjalanan produk dalam rantai pasok. Digunakan oleh brand untuk membuktikan keaslian dan keberlanjutan produk mereka.


