
Flash Crash
Apa Itu Flash Crash?
Hai Sahabat Floq, Dalam dunia investasi—terutama pasar crypto yang sangat dinamis—ada satu fenomena ekstrem yang bisa bikin panik seketika: Flash Crash. Istilah ini menggambarkan penurunan harga aset secara mendadak dan sangat tajam dalam hitungan detik atau menit, yang biasanya diikuti dengan pemulihan cepat ke level harga sebelumnya.
Berbeda dari penurunan harga biasa, flash crash bersifat sangat sementara dan tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental. Kejadian ini bisa membuat investor panik, sistem otomatis terguncang, dan membuka celah bagi trader oportunis.
Penyebab Terjadinya Flash Crash
1. Order Jual Besar-Besaran
Ketika satu atau beberapa trader menjual aset dalam jumlah besar dalam waktu singkat, pasar bisa kewalahan menyeimbangkan order beli dan jual, apalagi jika likuiditas sedang tipis. Akibatnya, harga langsung merosot.
2. Kurangnya Likuiditas
Dalam kondisi pasar yang sepi atau minim order beli, sedikit tekanan jual saja bisa menjatuhkan harga drastis. Ini sering terjadi di token dengan volume perdagangan rendah atau saat jam pasar tidak aktif.
3. Error Sistem atau Bot Trading
Kadang, kesalahan algoritma atau bug dalam sistem trading otomatis (bot) memicu flash crash. Misalnya, kesalahan dalam pemrograman bisa memicu order jual dalam jumlah besar secara tidak sengaja.
4. Manipulasi Pasar
Tidak sedikit kasus di mana flash crash disengaja oleh pelaku besar (whale) untuk mengatur ulang posisi, menjebak trader ritel, atau memicu stop-loss massal.
Dampak Flash Crash Bagi Investor dan Pasar
Efek Psikologis
Penurunan harga drastis secara tiba-tiba dapat memicu kepanikan, terutama bagi investor pemula yang belum terbiasa menghadapi volatilitas ekstrem. Banyak yang menjual dalam rugi karena takut harga akan terus turun.
Aktivasi Stop-Loss Massal
Banyak trader memasang stop-loss otomatis untuk membatasi kerugian. Dalam flash crash, harga bisa melewati titik-titik stop-loss ini dan menciptakan spiral penurunan lebih dalam, bahkan jika hanya berlangsung sesaat.
Peluang Arbitrase dan Scalping
Bagi trader berpengalaman, flash crash bisa menjadi peluang emas untuk beli aset dengan harga diskon, kemudian menjualnya kembali saat harga pulih beberapa menit kemudian. Ini memerlukan kecepatan dan strategi yang matang.
Contoh Flash Crash di Dunia Crypto
Dalam sejarah pasar crypto, flash crash bukan fenomena baru. Misalnya, harga Ethereum pernah turun lebih dari 90% dalam hitungan menit di sebuah bursa karena satu order jual raksasa dan rendahnya likuiditas di order book saat itu. Walau harga pulih dengan cepat, banyak trader yang terkena dampak karena likuidasi otomatis.
Cara Menghadapi dan Mengantisipasi Flash Crash
Gunakan Limit Order
Daripada market order, lebih baik gunakan limit order untuk menghindari pembelian atau penjualan di harga ekstrem saat pasar sedang kacau.
Hindari FOMO dan Panik Sell
Sahabat Floq, penting untuk tetap tenang dan objektif saat pasar bergejolak. Jangan ambil keputusan emosional hanya karena harga tiba-tiba turun drastis.
Analisis Volume dan Likuiditas
Sebelum membeli token, cek dulu volume perdagangan dan kedalaman order book-nya. Aset dengan likuiditas rendah lebih rawan mengalami flash crash.
Jangan Over-Leverage
Jika menggunakan margin atau leverage, ingat bahwa volatilitas ekstrim bisa mempercepat likuidasi. Gunakan leverage dengan sangat hati-hati.
Flash Crash Adalah Risiko dan Peluang Sekaligus
Flash crash merupakan realita unik dari dunia crypto—cepat, mengejutkan, dan seringkali tidak terduga. Meskipun tampak menakutkan, kejadian ini bisa menjadi pelajaran penting tentang pentingnya manajemen risiko, pengendalian emosi, dan pemahaman pasar.
Bagi Sahabat Floq yang ingin serius dalam dunia trading, memahami karakteristik flash crash bisa membantu kamu menghindari kerugian yang tidak perlu sekaligus memanfaatkan peluang yang tersembunyi.
Terus perkuat pengetahuanmu dan jangan berhenti belajar, karena pasar yang cerdas adalah milik mereka yang siap, bukan mereka yang panik.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Flatcoin
Jenis stablecoin yang nilainya tidak dipatok ke mata uang fiat tetapi dirancang untuk mempertahankan daya beli tetap melalui indeks inflasi atau keranjang barang. Alternatif terhadap stablecoin konvensional berbasis United States Dollar (USD).
Flipping
Strategi membeli aset, terutama Non-Fungible Token (NFT) atau token, dengan tujuan menjual kembali dalam waktu singkat untuk mendapatkan keuntungan. Sering digunakan oleh spekulan dalam pasar yang bergerak cepat.
Floor Price
Harga terendah dari koleksi Non-Fungible Token (NFT) yang tersedia untuk dijual di pasar sekunder. Menjadi indikator dasar permintaan dan likuiditas dalam proyek NFT.
Fork
Perubahan pada protokol blockchain yang menciptakan dua jalur terpisah, bisa bersifat sementara (soft fork) atau permanen (hard fork). Sering terjadi saat ada ketidaksepakatan dalam pengembangan jaringan.
Fractional NFTs
Non-Fungible Token (NFT) yang dibagi menjadi bagian-bagian kecil sehingga banyak pengguna dapat memiliki sebagian dari satu aset unik. Memperluas akses terhadap koleksi bernilai tinggi seperti seni digital dan properti virtual.


