Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Flatcoin

Apa Itu Flatcoin?

Sahabat Floq, sebagian besar stablecoin yang kita kenal—seperti USDT, USDC, atau BUSD—bernilai tetap karena dipatok terhadap mata uang fiat, terutama dolar Amerika Serikat. Namun, bagaimana jika tujuan stabilitas bukan terhadap nilai nominal dolar, melainkan terhadap daya beli nyata di dunia nyata?

Konsep di Balik Flatcoin

Flatcoin adalah jenis stablecoin yang dirancang untuk mempertahankan stabilitas daya beli, bukan kestabilan nominal terhadap mata uang fiat. Nilainya biasanya disesuaikan dengan indeks inflasi atau keranjang barang konsumsi, sehingga bisa lebih mencerminkan nilai ekonomi yang sesungguhnya.

Dengan flatcoin, tujuan utamanya bukan untuk memiliki nilai tetap terhadap USD, tapi untuk menjaga agar 1 flatcoin hari ini memiliki nilai ekonomi yang sama dengan 1 flatcoin tahun depan—meskipun harga barang dan jasa berubah.

 

Mengapa Flatcoin Diperlukan?

Di balik kehadiran stablecoin konvensional, terdapat satu tantangan besar yang belum teratasi: inflasi mata uang fiat.

Meskipun 1 USDT selalu bernilai 1 USD, nilai tersebut bisa menurun dalam hal daya beli seiring waktu karena inflasi. Artinya, kamu mungkin bisa membeli lebih sedikit barang dengan 1 USDT di masa depan dibandingkan hari ini.

Flatcoin hadir sebagai alternatif bagi stablecoin fiat dengan pendekatan yang lebih ekonomis dan tahan terhadap distorsi moneter. Ini sangat relevan di era:

  • Tingginya inflasi global
  • Kekhawatiran terhadap kebijakan moneter sentral
  • Adopsi kripto sebagai alat lindung nilai 

 

Cara Kerja Flatcoin

Flatcoin dibangun dengan menggunakan mekanisme algoritmik dan feed data inflasi sebagai acuannya. Berikut beberapa pendekatan umum yang digunakan:

1. Peg Terhadap Indeks Inflasi

Flatcoin bisa dipatok terhadap indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) yang mencerminkan biaya hidup masyarakat. Jika inflasi naik 5%, nilai flatcoin pun akan disesuaikan agar daya beli tetap stabil.

2. Keranjang Barang atau Jasa

Alternatif lain adalah menggunakan keranjang komoditas dasar seperti makanan, energi, dan kebutuhan pokok sebagai acuan nilai. Tujuannya agar flatcoin bisa merepresentasikan nilai ekonomi yang relevan bagi pengguna sehari-hari.

3. Algoritma Penyesuaian Mandiri

Beberapa flatcoin menggunakan smart contract yang menyesuaikan suplai atau nilai tukar secara otomatis berdasarkan perubahan data inflasi on-chain atau off-chain.

 

Perbedaan Flatcoin vs Stablecoin Konvensional

AspekStablecoin KonvensionalFlatcoin
Patokan NilaiMata uang fiat (USD, EUR)Indeks inflasi atau keranjang barang
TujuanNilai nominal tetapDaya beli tetap
RisikoTerkena inflasi fiatKompleksitas penyesuaian algoritma
ContohUSDT, USDC, BUSD(Beberapa proyek eksperimental berbasis CPI)
Relevansi Jangka PanjangTerbatas jika fiat terdepresiasiLebih tahan terhadap pelemahan nilai fiat

 

Kelebihan Flatcoin

1. Lindung Nilai Terhadap Inflasi

Flatcoin menawarkan proteksi terhadap erosi daya beli. Cocok bagi pengguna yang ingin menyimpan nilai tanpa terpengaruh depresiasi mata uang fiat.

2. Relevan untuk Tabungan Jangka Panjang

Berbeda dengan stablecoin biasa yang ideal untuk transaksi harian, flatcoin bisa digunakan sebagai alat simpan nilai jangka panjang yang lebih stabil.

3. Cocok untuk Ekonomi On-Chain

Dalam ekonomi kripto yang mandiri, flatcoin berperan sebagai unit akun yang lebih representatif terhadap nilai ekonomi riil.

 

Tantangan dan Risiko Flatcoin

Meski menjanjikan, flatcoin masih berada dalam tahap awal dan menghadapi tantangan serius:

1. Kompleksitas Perancangan

Membangun flatcoin yang benar-benar stabil terhadap inflasi memerlukan model ekonomi yang rumit dan andal, terutama dalam memilih data inflasi yang akurat.

2. Sumber Data (Oracle Risk)

Ketergantungan pada data indeks inflasi menimbulkan risiko manipulasi jika oracle data tidak aman atau bersifat sentralistik.

3. Volatilitas Jangka Pendek

Dalam menyesuaikan nilai terhadap inflasi, harga flatcoin bisa fluktuatif dalam waktu singkat—terutama saat ada perubahan besar pada data indeks.

4. Minimnya Adopsi

Karena masih baru, ekosistem flatcoin belum sekuat stablecoin fiat. Likuiditas, integrasi, dan kepercayaan publik masih perlu dibangun.

 

Siapa yang Cocok Menggunakan Flatcoin?

Flatcoin bisa menjadi alternatif menarik bagi:

  • Individu yang tinggal di negara dengan inflasi tinggi
  • Pelaku ekonomi digital yang ingin stabilitas daya beli
  • Investor kripto yang ingin menjaga nilai jangka panjang tanpa terikat pada fiat
  • Komunitas DeFi yang ingin memisahkan nilai ekonominya dari kebijakan bank sentral 

Namun untuk saat ini, flatcoin lebih cocok digunakan oleh pengguna berpengalaman yang memahami risiko dan prinsip ekonomi di balik aset digital.

 

Flatcoin adalah Evolusi Stabilitas dalam Dunia Kripto

Sahabat Floq, flatcoin bukan sekadar inovasi teknis—ia adalah pendekatan baru dalam memahami stabilitas nilai. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan inflasi mata uang fiat, flatcoin menawarkan pendekatan alternatif yang menjaga daya beli tetap konstan.

Meskipun belum sepopuler stablecoin konvensional, flatcoin berpotensi menjadi pondasi baru dalam membangun ekosistem keuangan digital yang lebih adil, tahan terhadap inflasi, dan bebas dari dominasi mata uang fiat.

Jika kamu tertarik mengeksplorasi masa depan DeFi yang lebih berorientasi pada nilai riil, flatcoin adalah ide yang patut kamu cermati sejak sekarang.

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device