Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Cryptocurrency Money Laundering

Halo, Sahabat Floq! 
Di dunia yang semakin terhubung secara digital, cryptocurrency membawa banyak manfaat bagi penggunanya. Namun, seperti halnya teknologi baru lainnya, cryptocurrency juga dapat dimanfaatkan untuk tujuan yang tidak sah, seperti money laundering atau pencucian uang. Cryptocurrency money laundering adalah praktik menyamarkan asal-usul dana ilegal melalui serangkaian transaksi crypto yang bertujuan untuk mengaburkan jejaknya.

Pada artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang apa itu cryptocurrency money laundering, bagaimana proses ini dilakukan, serta langkah-langkah yang diambil oleh regulator untuk meminimalisirnya melalui aturan seperti Know Your Customer (KYC) dan pelaporan transaksi mencurigakan. Yuk, simak penjelasan lengkapnya! 
 

Apa Itu Cryptocurrency Money Laundering?

 

Cryptocurrency money laundering adalah proses di mana seseorang atau kelompok menyamarkan asal-usul dana ilegal dengan melakukan serangkaian transaksi cryptocurrency yang rumit dan anonim. Tujuan utama dari aktivitas ini adalah untuk mengaburkan jejak transaksi sehingga sulit untuk melacak asal-usul dana tersebut dan menghindari deteksi oleh otoritas keuangan.

Melalui cryptocurrency, pelaku pencucian uang dapat menghindari sistem perbankan tradisional yang memiliki kontrol lebih ketat terhadap transaksi dan pencucian uang. Sebagai contoh, Bitcoin dan altcoin lainnya memungkinkan transaksi anonim atau pseudonim, yang memudahkan individu untuk melakukan pencucian uang tanpa mudah terdeteksi. 
 

Bagaimana Cryptocurrency Money Laundering Dilakukan?

 

Proses cryptocurrency money laundering umumnya melibatkan beberapa langkah untuk mengaburkan jejak transaksi dan menghindari deteksi oleh pihak berwenang. Berikut adalah beberapa langkah umum yang dilakukan dalam pencucian uang menggunakan cryptocurrency:

1. Layering (Penyamaran)

Layering adalah tahap pertama dalam pencucian uang, di mana pelaku mencoba untuk memisahkan aset crypto yang diperoleh dari sumber yang tidak sah dengan melakukan serangkaian transaksi yang kompleks. Proses ini bisa melibatkan pengiriman crypto melalui berbagai dompet dan platform untuk mengaburkan jejak dan menambah kerumitan transaksi.

Contoh: Pelaku mengirimkan Bitcoin ke dompet lain melalui beberapa platform exchange yang berbeda, membuatnya sulit untuk melacak asal-usul transaksi tersebut.

2. Integrasi (Integration)

Setelah transaksi disamarkan, crypto yang terlibat dalam money laundering sering dikonversi menjadi mata uang fiat atau aset lainnya. Tahap ini dikenal sebagai integrasi, di mana dana yang telah diproses melalui layering akhirnya digunakan untuk tujuan yang sah, seperti membeli properti, kendaraan, atau aset fisik lainnya.

Di sini, aset crypto yang sebelumnya telah disamarkan menjadi lebih sulit untuk dilacak, dan pelaku akhirnya dapat menggunakannya secara terbuka di dunia nyata.

3. Menggunakan Cryptocurrency Anonim

Beberapa jenis cryptocurrency dan blockchain memungkinkan transaksi yang lebih anonim dan sulit dilacak dibandingkan dengan Bitcoin atau Ethereum. Monero dan Zcash, misalnya, menggunakan teknik enkripsi yang membuat alamat transaksi dan nilai transaksi lebih tersembunyi, memberikan lapisan tambahan bagi pelaku untuk menyembunyikan jejak mereka.

4. Mixing Services atau Coin Mixers

Pelaku juga bisa menggunakan layanan seperti coin mixers atau crypto tumblers untuk mencampur cryptocurrency yang terlibat dalam transaksi, menyamarkan jejaknya. Layanan ini menggabungkan aset crypto dari berbagai pengguna, kemudian mengirimkan kembali crypto yang telah bercampur kepada pengguna yang berbeda, membuatnya lebih sulit untuk melacak asal-usul dana tersebut. 
 

Upaya Regulasi untuk Mengatasi Cryptocurrency Money Laundering

 

Cryptocurrency sering dianggap sebagai ancaman potensial terhadap sistem keuangan global karena kemampuannya untuk menghindari kontrol yang ada pada sistem perbankan tradisional. Oleh karena itu, para regulator di seluruh dunia berusaha keras untuk mengatasi cryptocurrency money laundering dan penipuan terkait.

1. Know Your Customer (KYC)

Salah satu langkah utama yang diambil oleh platform crypto exchanges adalah Know Your Customer (KYC). Proses KYC mengharuskan platform untuk memverifikasi identitas pengguna mereka sebelum mereka dapat melakukan transaksi atau penarikan crypto. Dengan KYC, platform dapat memastikan bahwa pengguna yang terlibat dalam transaksi adalah individu yang sah dan bukan pelaku pencucian uang.

Proses ini biasanya mencakup pengumpulan informasi pribadi seperti nama lengkap, alamat, foto identitas, dan informasi tambahan untuk memastikan bahwa pengguna bukan bagian dari daftar hitam otoritas keuangan.

2. Anti-Money Laundering (AML)

Banyak negara juga mengharuskan platform crypto untuk mematuhi aturan Anti-Money Laundering (AML). Aturan ini mengharuskan platform untuk memantau transaksi mencurigakan dan melaporkannya kepada pihak berwenang jika ada aktivitas yang mencurigakan. Misalnya, transaksi besar yang tiba-tiba dilakukan tanpa penjelasan yang jelas atau pengiriman aset melalui banyak platform dalam waktu singkat bisa menandakan potensi pencucian uang. 
 

Platform crypto wajib untuk memiliki sistem pemantauan yang dapat mendeteksi transaksi yang tidak biasa atau melibatkan akun yang sebelumnya terlibat dalam aktivitas mencurigakan.

3. Pelaporan Transaksi Mencurigakan

Jika platform crypto mendeteksi transaksi yang mencurigakan, mereka diwajibkan untuk melaporkannya kepada pihak berwenang seperti Financial Action Task Force (FATF) atau otoritas keuangan lokal. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko penggunaan crypto untuk pencucian uang dan memastikan bahwa sistem keuangan tetap aman dan terkendali.

4. Regulasi Global untuk Platform Crypto

Banyak negara, seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Australia, telah mulai memberlakukan regulasi yang lebih ketat terhadap platform crypto. Aturan ini bertujuan untuk mengurangi risiko money laundering dan memastikan bahwa cryptoasset digunakan dengan cara yang sah dan terawasi. Platform yang beroperasi di negara-negara ini harus mematuhi standar yang ditetapkan oleh regulator untuk memastikan bahwa mereka tidak berfungsi sebagai saluran untuk aktivitas ilegal. 

 

Mengapa Crypto Money Laundering Menjadi Masalah?

 

Cryptocurrency money laundering adalah masalah serius karena dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan terdesentralisasi dan crypto. Jika kegiatan pencucian uang tidak diawasi dengan baik, hal ini dapat menyebabkan kerugian besar bagi ekonomi global, serta menciptakan ketidakpastian dan risiko terkait dengan regulasi crypto.

Beberapa alasan mengapa cryptocurrency money laundering perlu mendapatkan perhatian lebih serius antara lain:

  • Penghindaran Regulasi – Pelaku pencucian uang dapat memanfaatkan keamanan dan anonimitas yang ditawarkan oleh cryptocurrency untuk menghindari regulasi yang ada di pasar tradisional.
  • Risiko Keamanan Global – Pencucian uang menggunakan crypto dapat mengarah pada risiko finansial global yang lebih besar jika kegiatan ilegal ini tidak segera dihentikan.
  • Meningkatnya Peraturan dan Pengawasan – Negara-negara perlu menetapkan regulasi yang jelas dan efektif untuk meminimalkan potensi risiko terkait dengan crypto money laundering. 

     

Menangani Crypto Money Laundering di Dunia Crypto

 

Cryptocurrency money laundering adalah masalah serius yang memerlukan perhatian khusus, terutama dalam dunia yang semakin terhubung dengan blockchain dan cryptocurrency. Dengan berkembangnya DeFi dan CeFi, potensi untuk melakukan pencucian uang meningkat, namun langkah-langkah regulasi seperti KYC, AML, dan pelaporan transaksi mencurigakan dapat membantu memitigasi risiko tersebut.

Sebagai Sahabat Floq, kamu kini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana crypto money laundering terjadi dan apa saja yang dilakukan oleh regulator untuk menanggulanginya. Dengan adanya transparansi dan regulasi yang semakin kuat, dunia crypto akan semakin aman dan tepercaya!

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device