
Cryptojacking
Halo, Sahabat Floq!
Seiring dengan pertumbuhan pesat dalam industri cryptocurrency, ancaman baru yang disebut cryptojacking juga semakin meningkat. Cryptojacking adalah jenis kejahatan siber di mana penyerang memanfaatkan perangkat orang lain untuk menambang cryptocurrency secara diam-diam, tanpa sepengetahuan atau izin pemilik perangkat. Aktivitas ini tidak hanya mengancam keamanan digital tetapi juga dapat merusak kinerja perangkat yang digunakan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam apa itu cryptojacking, bagaimana serangan ini dilakukan, serta langkah-langkah yang dapat kamu ambil untuk melindungi diri dari ancaman tersebut. Yuk, simak penjelasannya!
Apa Itu Cryptojacking?
Cryptojacking adalah bentuk serangan siber yang melibatkan penambangan cryptocurrency menggunakan perangkat orang lain tanpa izin. Penyerang menyusup ke dalam sistem komputer, smartphone, atau perangkat lain dengan memasukkan malware atau skrip tersembunyi yang memungkinkan mereka untuk memanfaatkan daya komputasi perangkat tersebut untuk menambang cryptocurrency.
Bagaimana Cryptojacking Bekerja?
Proses cryptojacking umumnya melibatkan beberapa langkah yang sangat terperinci untuk menyusup ke perangkat korban dan mengendalikan sumber daya perangkat tersebut. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam cryptojacking:
1. Infiltrasi Melalui Malware atau Skrip Tersembunyi
Cryptojacking sering kali dimulai dengan malware yang diinstal di perangkat korban. Malware ini dapat masuk melalui berbagai cara, termasuk email phishing, tautan berbahaya, atau aplikasi yang tampaknya sah. Penyerang juga bisa menggunakan skrip mining yang disisipkan ke dalam website yang tidak terdeteksi oleh pengunjung, sehingga setiap pengunjung yang membuka halaman tersebut secara otomatis ikut menambang cryptocurrency tanpa sepengetahuan mereka.
2. Menambang Cryptocurrency Menggunakan Perangkat Korban
Setelah malware berhasil terinstal, skrip mining akan mulai bekerja, menggunakan daya komputasi perangkat untuk menambang cryptocurrency—biasanya Monero (XMR) atau Bitcoin (BTC)—dengan tujuan agar penyerang dapat mengumpulkan koin secara diam-diam.
3. Penyembunyian Aktivitas
Cryptojacking sering dilakukan dengan cara yang sangat halus, di mana perangkat korban tidak segera menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang mencolok. Oleh karena itu, proses menambang dapat berlangsung lama tanpa terdeteksi. Hal ini membuat serangan ini sangat berbahaya karena korban tidak sadar bahwa perangkat mereka sedang digunakan untuk tujuan yang tidak sah.
4. Penambahan Skrip atau Malware Secara Berkala
Beberapa serangan cryptojacking juga melibatkan penambahan skrip atau pembaruan malware secara berkala agar proses penambangan tetap berjalan meski korban mencoba untuk menghapusnya. Ini memastikan bahwa penyerang dapat terus menambang meskipun korban sudah menghapus aplikasi atau skrip yang terdeteksi sebelumnya.
Dampak Cryptojacking pada Perangkat
Meskipun cryptojacking mungkin tidak merusak data secara langsung, serangan ini tetap memiliki dampak besar terhadap kinerja perangkat dan dapat berakibat fatal dalam jangka panjang. Beberapa dampak utama dari cryptojacking antara lain:
1. Penggunaan Daya Komputasi yang Berlebihan
Proses menambang cryptocurrency menggunakan daya komputasi perangkat korban yang cukup besar. Hal ini dapat membuat perangkat melambat, mengurangi efisiensi, dan memperpendek umur perangkat, karena komponen hardware seperti CPU atau GPU bekerja lebih keras daripada seharusnya.
2. Peningkatan Penggunaan Energi
Menambang crypto membutuhkan daya listrik yang tinggi. Akibatnya, perangkat yang digunakan untuk cryptojacking akan mengonsumsi lebih banyak energi daripada biasanya, yang mengarah pada tagihan listrik yang lebih tinggi.
3. Kerusakan pada Perangkat
Jika serangan cryptojacking dibiarkan berlarut-larut, perangkat dapat mengalami kerusakan hardware yang parah. Panas berlebih yang dihasilkan dari proses penambangan dapat merusak bagian dalam perangkat, seperti processor atau papan sirkuit, yang akhirnya dapat menyebabkan kerusakan permanen.
4. Risiko Keamanan
Malware yang digunakan dalam cryptojacking dapat membawa risiko keamanan lainnya, seperti pencurian data pribadi atau instalasi perangkat lunak berbahaya lainnya. Ini dapat meningkatkan kerentanannya terhadap serangan siber lebih lanjut.
Bagaimana Cara Menghindari dan Melindungi Diri dari Cryptojacking?
Meski cryptojacking bisa sulit terdeteksi, ada beberapa langkah yang dapat kamu ambil untuk melindungi perangkat dan data pribadi dari serangan ini:
1. Menggunakan Software Keamanan
Gunakan software antivirus atau anti-malware yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi dan mencegah cryptojacking. Banyak perangkat lunak keamanan yang sekarang menyediakan perlindungan khusus terhadap skrip mining yang tersembunyi dalam website atau aplikasi.
2. Memperbarui Sistem dan Aplikasi Secara Teratur
Pastikan bahwa perangkat yang kamu gunakan selalu diperbarui dengan patch atau update terbaru dari sistem operasi dan aplikasi. Banyak serangan malware atau cryptojacking dapat masuk melalui kerentanannya dalam perangkat lunak yang tidak diperbarui.
3. Menonaktifkan JavaScript di Browser
Beberapa serangan cryptojacking mengandalkan skrip JavaScript yang disembunyikan dalam website untuk menambang crypto. Jika kamu merasa curiga, matikan JavaScript di browser atau gunakan ekstensi yang dapat memblokir skrip berbahaya.
4. Menggunakan Ekstensi atau Plugin Pemblokir Mining
Ada beberapa ekstensi browser yang dapat mengidentifikasi dan memblokir skrip cryptojacking seperti No Coin atau MinerBlock. Menggunakan ekstensi ini dapat membantu mencegah cryptojacking ketika berselancar di internet.
5. Memantau Kinerja Perangkat
Perhatikan kinerja perangkat secara berkala. Jika perangkat terasa lebih lambat dari biasanya atau lebih panas, itu bisa menjadi tanda adanya proses penambangan yang berjalan di latar belakang. Jika mencurigakan, lakukan pemeriksaan menyeluruh menggunakan software keamanan.
Regulasi dan Penanggulangan Cryptojacking
Pemerintah dan lembaga internasional telah mulai mengembangkan regulasi untuk mengatasi serangan cryptojacking. Beberapa langkah yang diambil antara lain:
1. Peningkatan Kepatuhan KYC dan AML pada Platform Crypto
Beberapa platform crypto mulai mengimplementasikan KYC (Know Your Customer) dan AML (Anti-Money Laundering) untuk memverifikasi identitas pengguna dan mencegah penggunaan jaringan untuk kegiatan cryptojacking.
2. Peningkatan Kerja Sama Antar Negara
Penegakan hukum internasional juga mulai bekerja sama untuk melawan kegiatan cryptojacking. Dengan adanya kerjasama antar negara, penegakan hukum dapat lebih efektif dalam mengatasi serangan ini, yang dapat melibatkan individu di berbagai negara.
Menghindari Ancaman Cryptojacking dalam Dunia Crypto
Cryptojacking merupakan ancaman nyata yang semakin sering terjadi di dunia crypto. Meskipun mungkin tidak langsung merusak data pengguna, cryptojacking dapat menurunkan kinerja perangkat dan menyebabkan kerugian finansial melalui konsumsi daya yang berlebihan. Untuk itu, penting bagi Sahabat Floq untuk memahami cara melindungi perangkat mereka, dengan menggunakan software keamanan, memperbarui sistem, dan berhati-hati saat berselancar di internet.
Dengan kesadaran dan tindakan pencegahan yang tepat, kamu bisa meminimalkan risiko cryptojacking dan menjaga perangkat tetap aman.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.
Bagikan melalui:

Kosakata Selanjutnya
Cryptology
Cabang ilmu yang mencakup kriptografi dan analisis kriptografi (kriptanalisis). Fokusnya adalah memahami cara membuat dan memecahkan sistem pengamanan data.
Currency
Alat tukar yang diakui secara luas dalam suatu sistem ekonomi, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Digunakan untuk membeli barang, membayar jasa, dan menyimpan nilai.
Currency Crisis
Kejatuhan tajam nilai mata uang suatu negara akibat kehilangan kepercayaan investor atau kegagalan kebijakan moneter. Dampaknya bisa berupa inflasi tinggi, pelarian modal, dan krisis ekonomi nasional.
Custodial
Sistem di mana aset digital disimpan dan dikelola oleh pihak ketiga seperti bursa atau penyedia dompet. Pengguna tidak memiliki kontrol langsung atas private key mereka.
Custodian
Pihak yang bertanggung jawab menyimpan dan mengamankan aset keuangan atau digital atas nama orang lain. Dalam crypto, layanan ini umum digunakan oleh institusi untuk menjaga keamanan aset besar.


