Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Cryptology

Cryptology: Kok Blockchain Bisa Aman? Ternyata Ini "Dalangnya"

Pernah nggak sih kamu kepikiran, kenapa orang berani nyimpen aset kripto sampai miliaran rupiah cuma di sebuah wallet digital?

Padahal, nggak ada bank yang jagain. Nggak ada customer service yang bisa langsung bantu kalau ada masalah. Bahkan kalau kamu salah kirim aset, biasanya transaksi itu nggak bisa dibatalin.

Terus, kenapa banyak orang tetap percaya sama teknologi blockchain?

Jawabannya bukan karena "blockchain nggak bisa diretas" seperti yang sering beredar di internet. Faktanya, nggak ada sistem yang benar-benar 100% kebal dari serangan. Yang bikin blockchain dipercaya adalah karena sistem keamanannya dirancang sedemikian rupa sehingga sangat sulit untuk dimanipulasi.

Nah, di balik semua itu ada satu ilmu yang namanya cryptology.

Mungkin istilahnya terdengar berat. Tapi tenang, sebenarnya konsepnya jauh lebih gampang dipahami daripada yang kamu bayangkan. Bahkan tanpa sadar, kemungkinan besar kamu sudah "bertemu" sama cryptology setiap hari.

Yuk, kita bahas pelan-pelan.

Cryptology Itu Sebenarnya Apa, Sih?

Gampangnya, cryptology adalah ilmu yang fokus bikin informasi tetap aman. Kalau ada data penting, cryptology mencari cara supaya data itu cuma bisa dibaca oleh orang yang memang punya izin.

Tapi tugasnya nggak berhenti sampai situ. Cryptology juga bertugas mencari tahu apakah sistem keamanannya masih punya celah atau nggak. Jadi bukan cuma bikin "gembok", tapi juga mengetes apakah gemboknya benar-benar kuat.

Coba bayangin kamu punya motor baru. Pasti kamu bakal beli kunci tambahan biar lebih aman, kan? Nah, setelah dipasang, kamu mungkin bakal coba narik-narik kuncinya sendiri buat memastikan nggak gampang dibuka.

Kurang lebih seperti itulah cara kerja cryptology. Bikin sistem keamanan, lalu diuji terus supaya makin susah dibobol.

Ternyata Cryptology Punya Dua "Tim"

Supaya lebih gampang dipahami, bayangin cryptology itu seperti ada dua tim yang kerjanya berbeda. Tim pertama sibuk bikin sistem keamanan. Tim kedua sibuk ngetes sistem keamanan itu. Lucunya, dua-duanya sama penting.

Tim yang Bikin Kunci

Bagian ini disebut cryptography atau kriptografi. Tugasnya adalah membuat data jadi aman menggunakan perhitungan matematika. Di dunia crypto, hasil kerja kriptografi yang paling sering kamu dengar adalah public key dan private key.

Kalau diibaratkan rumah... Public key itu seperti alamat rumahmu. Kalau teman mau kirim paket, ya mereka harus tahu alamatnya. Nggak masalah kalau banyak orang tahu. Tapi private key itu beda. Private key itu seperti kunci rumah.

Kalau sampai ada orang lain yang pegang, ya mereka bisa masuk. Makanya ada satu aturan yang hampir selalu diulang-ulang di dunia crypto: Jangan pernah kasih tahu private key atau seed phrase ke siapa pun.

Tim yang Cari Celah

Nah, ada lagi tim satunya yang disebut cryptanalysis. Kerjanya justru kebalikannya. Mereka mencoba mencari kelemahan dari sistem keamanan tadi.

Kedengarannya seperti hacker? Memang mirip. Bedanya, tujuan mereka bukan buat mencuri. Mereka justru ingin menemukan celah lebih dulu supaya bisa segera diperbaiki. Ibaratnya kayak developer game yang sengaja mengundang pemain buat menemukan bug sebelum gamenya dirilis.

Semakin banyak bug yang ditemukan, semakin bagus kualitas gamenya. Hal yang sama juga terjadi di dunia keamanan digital.

Kenapa Blockchain Butuh Cryptology?

Kalau dipikir-pikir, blockchain itu unik. Nggak ada kantor pusat. Nggak ada satu perusahaan yang menyimpan semua data. Tapi kok jutaan orang tetap percaya? Jawabannya ya karena cryptology.

Misalnya saat kamu mengirim Bitcoin atau aset kripto lainnya. Jaringan blockchain harus memastikan kalau transaksi itu benar-benar dibuat oleh kamu. Yang menarik, jaringan nggak perlu tahu password atau private key milikmu. Cukup dengan memverifikasi tanda tangan digitalnya saja. Kalau cocok, transaksi lanjut. Kalau nggak cocok, langsung ditolak. Jadi data pentingmu tetap aman.

Kenapa Semua Orang Selalu Bilang "Jaga Private Key"?

Kalau kamu baru masuk dunia crypto, pasti sering dengar kalimat ini. Awalnya mungkin terdengar lebay. Padahal memang sepenting itu. Soalnya wallet crypto sebenarnya bukan tempat menyimpan aset. Yang disimpan justru adalah akses menuju asetmu di blockchain.

Nah, akses itu berupa private key. Makanya kalau private key bocor, orang lain bisa mengakses asetmu.

Ibaratnya kamu punya brankas supercanggih. Kalau kuncinya kamu kasih ke orang lain, ya secanggih apa pun brankasnya tetap bisa dibuka. Jadi, keamanan blockchain bukan cuma soal teknologinya. Tapi juga soal bagaimana penggunanya menjaga akses tersebut.

Eh, Ternyata Cryptology Sudah Kamu Pakai Setiap Hari

Banyak orang mengira cryptology cuma dipakai di dunia crypto. Padahal nggak juga. Coba lihat aktivitasmu hari ini. 

Chat di WhatsApp? Ada cryptography.
Login mobile banking? Ada cryptography.
Belanja online? Ada cryptography.
Buka email? Masih ada cryptography.

Jadi sebenarnya teknologi ini sudah lama menemani kita. Blockchain cuma membawa teknologi tersebut ke level yang lebih tinggi, supaya orang-orang bisa bertransaksi langsung tanpa perlu bergantung pada satu pihak.

Terus, Apa Tantangannya?

Semakin canggih teknologi, biasanya ancamannya juga ikut berkembang. Sekarang para peneliti mulai membahas soal komputer kuantum. Komputer ini diprediksi bakal punya kemampuan menghitung yang jauh lebih cepat dibanding komputer saat ini.

Kalau nanti benar-benar berkembang, beberapa sistem keamanan lama mungkin perlu diganti. Makanya sekarang mulai dikembangkan teknologi baru yang disebut post-quantum cryptography. Selain itu, ada juga teknologi keren bernama Zero-Knowledge Proof (ZKP).

Nama memang terdengar ribet. Tapi konsepnya sederhana. Bayangin kamu ingin membuktikan kalau umurmu sudah di atas 18 tahun. Biasanya kamu harus menunjukkan KTP. Padahal sebenarnya orang lain nggak perlu tahu alamat rumahmu, tanggal lahirmu, atau nomor identitasmu.

Mereka cuma perlu tahu satu hal: kamu memang sudah cukup umur. Nah, kurang lebih seperti itulah cara kerja Zero-Knowledge Proof. Kamu bisa membuktikan sesuatu tanpa harus membocorkan semua datanya.

Jadi, Kenapa Kamu Perlu Tahu Soal Cryptology?

Nggak harus jadi programmer kok. Nggak harus jago matematika juga. Tapi setidaknya, memahami dasar-dasarnya bikin kamu lebih paham kenapa dunia crypto punya aturan-aturan tertentu. Misalnya kenapa seed phrase harus disimpan offline. Kenapa private key nggak boleh dikirim lewat chat. Kenapa transaksi blockchain hampir nggak bisa dibatalkan.

Dan yang paling penting, kamu jadi sadar kalau keamanan aset digital bukan cuma bergantung pada teknologi, tapi juga kebiasaan penggunanya. Karena sehebat apa pun sistem keamanannya, tetap saja bisa bermasalah kalau penggunanya asal klik link phishing atau sembarangan membagikan informasi penting.

Kalau selama ini orang lebih sering membahas harga Bitcoin atau altcoin yang lagi naik, sebenarnya ada satu hal yang nggak kalah penting untuk dipahami, yaitu keamanan. Dan di balik keamanan blockchain, ada cryptology yang bekerja diam-diam. Kamu memang nggak melihat prosesnya setiap hari.

Tapi setiap kali membuka wallet, mengirim aset kripto, atau melakukan transaksi di blockchain, cryptology selalu ikut bekerja memastikan semuanya berjalan sesuai aturan. Jadi sekarang kalau ada yang bertanya, "Kok blockchain bisa aman?", kamu sudah tahu jawabannya. Bukan karena teknologi ini ajaib.

Tapi karena ada ilmu, matematika, dan sistem keamanan yang terus dikembangkan agar tetap bisa dipercaya oleh jutaan pengguna di seluruh dunia.

 

Pelajari istilah kripto lainnya:

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device