Spread Trading Adalah? Ini Cara Kerja, Contoh, dan Risikonya

Strategi

01 Aug 2026

5 menit

Ditulis oleh: Karin Hidayat

Pattern 1
Article

Banyak orang mengira trading hanya soal beli murah lalu jual mahal. Padahal, ada strategi yang jauh lebih kompleks dan sering digunakan trader profesional, yaitu spread trading.

Kalau kamu baru mendengar istilah ini, jangan khawatir. Spread trading sebenarnya bukan sesuatu yang rumit jika dipahami dari dasarnya. Strategi ini digunakan di berbagai pasar. Mulai dari forex, saham, komoditas, hingga aset kripto.

Lalu sebenarnya spread trading adalah apa? Bagaimana cara kerjanya? Apa saja keuntungan dan risikonya? Yuk, bahas satu per satu.

Apa Itu Spread Trading?

Spread trading adalah strategi trading yang melibatkan dua posisi sekaligus.

Biasanya trader akan membeli satu aset dan menjual aset lain secara bersamaan. Tujuannya bukan mencari keuntungan dari kenaikan harga satu aset saja, tetapi dari selisih pergerakan harga kedua aset tersebut.

Dengan kata lain, trader fokus pada perubahan nilai spread atau jarak harga. Misalnya:

  • Beli Bitcoin
  • Jual Ethereum

Trader berharap harga Bitcoin naik lebih cepat dibanding Ethereum. Jika prediksi benar, trader tetap bisa untung meski keduanya sama-sama turun atau sama-sama naik. Karena itulah spread trading sering disebut sebagai relative value trading, yaitu strategi yang memanfaatkan perbedaan performa antar aset.

Kenapa Disebut Spread?

Kata spread berarti selisih. Dalam spread trading, yang diperhatikan bukan harga aset secara langsung, melainkan selisih harga antara dua instrumen. Misalnya, hari ini:

  • Bitcoin = Rp1.800.000.000
  • Ethereum = Rp90.000.000

Spread tertentu dihitung berdasarkan hubungan kedua aset tersebut. Jika beberapa hari kemudian selisih berubah sesuai prediksi trader, maka trader bisa memperoleh keuntungan.

Bagaimana Cara Kerja Spread Trading?

Konsepnya cukup sederhana. Trader membuka dua transaksi sekaligus. Posisi pertama adalah long atau beli. Posisi kedua adalah short atau jual.

Keuntungan berasal dari perubahan hubungan kedua posisi tersebut. Misalnya:

  • Hari pertama:
    Long Bitcoin
    Short Ethereum
  • Seminggu kemudian:
    Bitcoin naik 10%.
    Ethereum hanya naik 3%.

Selisih performa sebesar 7% itulah yang menjadi peluang keuntungan.

Karena fokusnya pada perbedaan pergerakan harga, strategi ini sering dianggap lebih stabil dibanding trading satu aset saja.

Jenis-Jenis Spread Trading

Spread trading memiliki beberapa bentuk. Berikut yang paling sering digunakan.

1. Intermarket Spread

Trader membandingkan dua aset dari pasar yang berbeda. Contohnya:

  • Emas vs Bitcoin
  • Minyak vs Gas Alam
  • Saham vs Obligasi

Strategi ini memanfaatkan hubungan ekonomi antar instrumen.

2. Intramarket Spread

Trader menggunakan aset yang sama tetapi kontraknya berbeda. Contohnya pada futures:

  • Kontrak emas bulan September
  • Kontrak emas bulan Desember

Keuntungan berasal dari perubahan selisih harga kedua kontrak tersebut.

3. Intercommodity Spread

Menggunakan dua komoditas yang memiliki hubungan erat. Misalnya:

  • Minyak mentah
  • Bensin

Atau:

  • Jagung
  • Gandum

Jika hubungan harga keduanya berubah, trader bisa mengambil peluang.

4. Pairs Trading

Strategi ini populer di pasar saham. Misalnya:

  • Beli saham Bank A
  • Jual saham Bank B

Karena keduanya berasal dari sektor yang sama, pergerakan harganya sering saling berkaitan. Ketika hubungan tersebut berubah, trader mencoba mendapatkan keuntungan.

5. Crypto Spread Trading

Di dunia crypto, strategi ini juga semakin populer. Contohnya:

  • Long BTC
  • Short ETH

Atau:

  • Long SOL
  • Short AVAX

Trader melihat aset mana yang diperkirakan memiliki performa lebih baik dalam periode tertentu.

Kenapa Trader Menggunakan Spread Trading?

Ada beberapa alasan.

Risiko Lebih Terkontrol

Karena memiliki dua posisi sekaligus, dampak pergerakan pasar secara keseluruhan bisa berkurang. Misalnya seluruh pasar turun. Jika posisi short menghasilkan keuntungan lebih besar daripada kerugian posisi long, trader tetap bisa memperoleh profit.

Tidak Bergantung pada Bull Market

Trading biasa membutuhkan harga naik. Spread trading tidak selalu demikian. Saat pasar turun sekalipun, peluang keuntungan tetap ada selama prediksi hubungan harga benar.

Mengurangi Volatilitas

Volatilitas ekstrem sering membuat trader panik. Spread trading membantu mengurangi dampak tersebut karena kedua posisi dapat saling menyeimbangkan.

Lebih Fleksibel

Strategi ini bisa digunakan pada:

  • Forex
  • Saham
  • Futures
  • Komoditas
  • Crypto

Risiko Spread Trading

Meski terlihat menarik, spread trading tetap memiliki risiko.

Analisis Lebih Sulit

Trader harus menganalisis dua aset sekaligus. Bukan hanya melihat tren harga. Tetapi juga hubungan antara keduanya.

Korelasi Bisa Berubah

Dua aset yang biasanya bergerak searah belum tentu akan selalu demikian. Perubahan kondisi ekonomi, regulasi, maupun sentimen pasar dapat mengubah korelasi tersebut.

Biaya Trading Lebih Besar

Karena membuka dua transaksi, biaya seperti:

  • Spread
  • Komisi
  • Funding fee
  • Swap

bisa menjadi lebih tinggi.

Membutuhkan Pengalaman

Spread trading kurang cocok untuk orang yang benar-benar baru belajar trading. Pemahaman tentang korelasi, manajemen risiko, dan analisis pasar sangat diperlukan.

Contoh Spread Trading di Crypto

Misalnya seorang trader melihat bahwa Bitcoin diperkirakan akan mengungguli Ethereum dalam beberapa minggu ke depan. Ia membuka posisi:

  • Long BTC senilai Rp20 juta
  • Short ETH senilai Rp20 juta

Dua minggu kemudian: Bitcoin naik 12%. Ethereum hanya naik 4%.

Karena Bitcoin memiliki performa lebih baik dibanding Ethereum, trader memperoleh keuntungan dari selisih kenaikan tersebut. Namun jika ternyata Ethereum naik lebih tinggi, posisi tersebut bisa mengalami kerugian.

Perbedaan Spread Trading dan Trading Biasa

Trading biasa berfokus pada satu aset. Contohnya membeli Bitcoin lalu menjual ketika harga naik. Sementara spread trading menggunakan dua posisi yang saling berkaitan.

Tujuan utamanya bukan mengejar kenaikan harga, tetapi memanfaatkan perubahan hubungan harga kedua aset. Karena itu, spread trading sering digunakan oleh trader yang ingin mengurangi eksposur terhadap pergerakan pasar secara keseluruhan.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Spread Trading?

Strategi ini biasanya digunakan ketika:

  • Pasar sedang sangat volatil.
  • Ada dua aset dengan hubungan harga yang kuat.
  • Trader memiliki analisis bahwa salah satu aset akan mengungguli aset lainnya.
  • Ingin melakukan hedging terhadap risiko pasar.

Jika kamu masih pemula, sebaiknya pelajari dasar-dasar analisis teknikal dan manajemen risiko terlebih dahulu sebelum mencoba strategi ini.

Tips Memulai Spread Trading

Beberapa tips yang bisa diterapkan antara lain:

  • Pelajari hubungan antar aset terlebih dahulu. Jangan asal memilih dua instrumen.
  • Gunakan ukuran posisi yang seimbang agar risiko tetap terkontrol.
  • Tetapkan target keuntungan dan batas kerugian sebelum membuka posisi.
  • Perhatikan biaya transaksi karena spread trading melibatkan dua order sekaligus.
  • Jangan menggunakan leverage terlalu besar jika belum berpengalaman.
  • Lakukan evaluasi setiap transaksi agar strategi semakin berkembang.

Kesimpulan

Spread trading adalah strategi yang memanfaatkan selisih pergerakan harga antara dua aset atau instrumen keuangan. Berbeda dengan trading biasa yang hanya fokus pada satu aset, spread trading membuka posisi beli dan jual secara bersamaan untuk mencari keuntungan dari perubahan hubungan harga.

Strategi ini memiliki beberapa kelebihan, seperti membantu mengurangi risiko pasar dan memberikan peluang profit di berbagai kondisi pasar. Namun, spread trading juga membutuhkan analisis yang lebih mendalam, pemahaman mengenai korelasi aset, serta manajemen risiko yang disiplin.

Kalau kamu masih belajar trading, mulailah dengan memahami konsep dasarnya terlebih dahulu. Setelah itu, gunakan akun demo atau modal kecil sebelum menerapkannya pada transaksi nyata.

Ingin mulai belajar trading aset digital dengan lebih mudah? Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga kamu bisa belajar dan bertransaksi dengan lebih nyaman.

FAQ

Apa yang dimaksud spread trading?

Spread trading adalah strategi trading yang membuka posisi beli dan jual secara bersamaan untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan selisih harga antara dua aset atau instrumen.

Apakah spread trading cocok untuk pemula?

Bisa dipelajari oleh pemula, tetapi penerapannya lebih cocok bagi trader yang sudah memahami analisis pasar, korelasi aset, dan manajemen risiko.

Apakah spread trading hanya ada di forex?

Tidak. Spread trading juga digunakan di pasar saham, futures, komoditas, obligasi, hingga aset kripto.

Apa keuntungan spread trading?

Beberapa keuntungannya adalah risiko pasar yang lebih terkontrol, peluang profit di berbagai kondisi pasar, dan volatilitas portofolio yang relatif lebih rendah.

Apa risiko spread trading?

Risikonya meliputi perubahan korelasi antar aset, biaya transaksi yang lebih tinggi, analisis yang lebih kompleks, dan potensi kerugian jika prediksi hubungan harga tidak sesuai.

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device