Investasi adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

Investasi

18 Sep 2026

7 menit

Ditulis oleh: Karin Hidayat

Pattern 1
Article

Pernah kepikiran kenapa uang nggak cuma disimpan di rekening? Salah satu jawabannya adalah investasi.

Sederhananya, investasi adalah aktivitas menempatkan sejumlah uang atau aset ke instrumen tertentu dengan harapan nilainya bisa berkembang di masa depan.

Jadi, uang yang kamu punya nggak hanya diam. Kamu menempatkannya pada aset yang berpotensi memberikan keuntungan sesuai dengan karakteristik dan risikonya.

Tapi, investasi bukan sekadar soal mencari keuntungan.

Ada banyak hal yang perlu dipahami. Mulai dari tujuan, jangka waktu, jenis aset, potensi keuntungan, sampai risikonya.

Nah, kalau kamu masih bertanya apa itu investasi, artikel ini akan membahasnya dari dasar sampai cara kerjanya.

Apa Itu Investasi?

Apa itu investasi?

Investasi adalah kegiatan menempatkan dana atau aset pada suatu instrumen dengan tujuan memperoleh pertumbuhan nilai atau manfaat ekonomi di masa mendatang.

Contohnya cukup banyak.

Kamu bisa membeli emas. Bisa membeli saham. Bisa menempatkan uang di reksadana. Bisa membeli obligasi. Bahkan, properti juga termasuk salah satu bentuk investasi.

Setiap instrumen punya karakteristik yang berbeda. Ada yang relatif mudah dicairkan. Ada juga yang membutuhkan waktu lebih panjang.

Ada yang punya potensi keuntungan lebih tinggi, tetapi risikonya juga lebih besar. Karena itu, investasi sebaiknya nggak dilakukan hanya karena ikut-ikutan.

Kamu perlu memahami aset yang dibeli dan menyesuaikannya dengan tujuan keuanganmu.

Arti Investasi Secara Sederhana

Kalau dijelaskan dengan bahasa sehari-hari, arti investasi adalah menggunakan uang atau aset saat ini untuk mendapatkan nilai atau manfaat di masa depan.

Misalnya, kamu punya Rp10 juta.

Daripada seluruhnya hanya disimpan sebagai uang tunai, sebagian dana tersebut bisa ditempatkan pada instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan dan profil risikomu.

Harapannya, nilai dana tersebut bisa berkembang. Namun, ada satu hal penting. Nilai investasi tidak selalu naik.

Beberapa instrumen bisa mengalami penurunan nilai. Bahkan, pada jenis aset tertentu, kerugian bisa terjadi apabila harga jual lebih rendah dibandingkan harga beli.

Jadi, investasi selalu perlu dilihat bersama dengan risikonya.

Pengertian Investasi Menurut Tujuannya

Setiap orang bisa punya alasan berbeda ketika mulai berinvestasi.

Ada yang ingin menyiapkan dana pendidikan.

Ada yang ingin membeli rumah.

Ada juga yang ingin menyiapkan dana pensiun.

Sebagian orang berinvestasi untuk membangun aset dalam jangka panjang.

Tujuan tersebut akan memengaruhi pilihan instrumen investasi.

Misalnya, kebutuhan dana dalam waktu dekat biasanya membutuhkan pertimbangan likuiditas yang lebih tinggi.

Sementara itu, tujuan jangka panjang memberi ruang yang lebih besar untuk mempertimbangkan aset dengan fluktuasi yang lebih tinggi.

Jadi, sebelum memilih investasi, coba jawab dulu pertanyaan ini:

“Uang ini nantinya mau digunakan untuk apa?”

Jawaban tersebut bisa menjadi dasar untuk menentukan strategi investasi.

Investasi Artinya Menempatkan Dana untuk Masa Depan

Kalau kamu mencari investasi artinya apa, konsep dasarnya sebenarnya cukup sederhana.

Investasi berarti menempatkan uang atau aset saat ini dengan harapan mendapatkan pertumbuhan nilai atau manfaat pada masa depan.

Contohnya seperti ini.

Kamu membeli emas senilai Rp5 juta.

Beberapa tahun kemudian, harga emas meningkat dan nilai emas yang kamu miliki menjadi lebih tinggi.

Selisih tersebut merupakan potensi keuntungan dari kenaikan harga aset.

Contoh lainnya adalah saham.

Ketika membeli saham, kamu memiliki bagian tertentu dari perusahaan sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki. Keuntungan bisa berasal dari kenaikan harga saham dan, pada saham tertentu, pembagian dividen.

Namun, harga saham juga bisa turun.

Artinya, investasi tidak sama dengan menabung.

Menabung lebih berfokus pada menyimpan dan menjaga dana. Sementara investasi memiliki tujuan untuk mengembangkan nilai aset dengan konsekuensi adanya risiko.

Jenis-Jenis Investasi yang Perlu Kamu Tahu

Setelah memahami apa yang dimaksud dengan investasi, sekarang kita masuk ke jenisnya.

Ada banyak instrumen investasi yang tersedia.

Berikut beberapa yang cukup umum.

1. Investasi Saham

Saham merupakan instrumen yang menunjukkan kepemilikan terhadap suatu perusahaan.

Ketika membeli saham, kamu menjadi pemegang saham perusahaan tersebut dalam proporsi tertentu.

Potensi keuntungan saham dapat berasal dari capital gain dan dividen.

Capital gain terjadi ketika saham dijual pada harga lebih tinggi dibandingkan harga belinya.

Sementara dividen merupakan bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham sesuai kebijakan perusahaan.

Namun, harga saham dapat bergerak naik dan turun.

Karena itu, saham termasuk instrumen yang perlu dipahami dengan baik sebelum digunakan sebagai bagian dari portofolio investasi.

2. Investasi Obligasi

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan.

Saat membeli obligasi, investor pada dasarnya memberikan dana kepada penerbit.

Sebagai imbalannya, investor dapat menerima pembayaran kupon sesuai ketentuan instrumen tersebut.

Ketika jatuh tempo, pokok investasi dapat dikembalikan sesuai ketentuan penerbitannya.

Contohnya adalah obligasi pemerintah.

Jenis instrumen ini sering digunakan oleh investor yang ingin mendapatkan pendapatan berkala sekaligus memiliki tujuan investasi tertentu.

Tetap saja, obligasi juga memiliki risiko. Salah satunya adalah risiko perubahan harga sebelum jatuh tempo.

3. Investasi Reksadana

Reksadana merupakan wadah yang menghimpun dana dari banyak investor untuk kemudian dikelola ke dalam portofolio efek sesuai kebijakan investasi.

Ada beberapa jenis reksadana.

Misalnya reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham.

Setiap jenis memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda.

Salah satu hal yang membuat reksadana menarik adalah investor tidak perlu memilih setiap aset dalam portofolio secara langsung. Pengelolaan dilakukan oleh manajer investasi sesuai dengan produk yang dipilih.

4. Investasi Emas

Emas juga sering digunakan sebagai salah satu instrumen investasi.

Bentuknya bisa berupa emas fisik maupun produk emas tertentu yang tersedia melalui platform resmi.

Emas biasanya digunakan oleh investor yang ingin memiliki aset dengan tujuan jangka menengah atau panjang.

Harga emas tetap bisa mengalami naik turun. Jadi, emas juga bukan aset yang bebas risiko.

5. Investasi Properti

Properti seperti rumah, apartemen, ruko, atau tanah juga bisa digunakan sebagai aset investasi.

Potensi keuntungan dapat berasal dari kenaikan nilai properti dan pendapatan sewa.

Namun, properti membutuhkan modal yang relatif besar.

Selain itu, properti juga tidak selalu mudah dicairkan dengan cepat. Ada proses penjualan, pencarian pembeli, dan biaya transaksi yang perlu dipertimbangkan.

6. Aset Digital

Aset digital merupakan kategori aset yang berkembang seiring dengan perkembangan teknologi blockchain.

Contohnya adalah aset kripto.

Pergerakan harga aset digital dapat sangat dinamis. Karena itu, pemahaman terhadap aset, teknologi, risiko, dan kondisi pasar menjadi penting sebelum berinvestasi.

Investor juga perlu menggunakan platform yang legal dan memperhatikan ketentuan regulator yang berlaku.

Bagaimana Cara Kerja Investasi?

Secara umum, cara kerja investasi bisa dibayangkan dalam beberapa tahap.

Pertama, kamu menentukan tujuan.

Misalnya, kamu ingin menyiapkan dana untuk membeli rumah dalam 10 tahun.

Kedua, kamu menentukan jumlah dana yang bisa dialokasikan.

Jangan menggunakan seluruh uang yang kamu punya untuk investasi.

Kebutuhan sehari-hari dan dana darurat tetap perlu diperhatikan.

Ketiga, kamu memilih instrumen.

Pilihan ini sebaiknya disesuaikan dengan tujuan, jangka waktu, dan kemampuan menghadapi risiko.

Keempat, kamu membeli atau menempatkan dana pada instrumen tersebut.

Setelah itu, investasi perlu dipantau sesuai kebutuhan.

Bukan berarti kamu harus melihat harga setiap jam.

Justru, terlalu sering melihat pergerakan harga bisa membuat keputusan investasi menjadi emosional.

Yang lebih penting adalah memastikan investasi tetap sesuai dengan tujuan dan strategi yang sudah dibuat.

Apa Bedanya Investasi dan Menabung?

Investasi dan menabung sama-sama penting, tetapi fungsinya berbeda.

Menabung biasanya digunakan untuk menyimpan dana yang lebih mudah diakses.

Contohnya dana untuk kebutuhan bulanan, biaya tertentu dalam waktu dekat, atau dana darurat.

Sementara investasi lebih berorientasi pada pertumbuhan nilai aset dalam jangka waktu tertentu.

Investasi juga memiliki risiko perubahan nilai.

Karena itu, uang yang akan digunakan dalam waktu sangat dekat belum tentu cocok ditempatkan pada instrumen dengan fluktuasi tinggi.

Apa Keuntungan Investasi?

Investasi punya beberapa potensi manfaat.

Membantu Mengembangkan Aset

Tujuan utama investasi adalah memberikan peluang agar nilai aset berkembang.

Jika instrumen mengalami kenaikan nilai, kamu berpotensi memperoleh keuntungan.

Membantu Mencapai Tujuan Keuangan

Investasi bisa digunakan sebagai bagian dari perencanaan keuangan.

Misalnya untuk dana pendidikan, membeli rumah, atau persiapan pensiun.

Membantu Menghadapi Inflasi

Inflasi membuat harga barang dan jasa cenderung meningkat dari waktu ke waktu.

Jika uang hanya disimpan tanpa mempertimbangkan pertumbuhannya, daya belinya dapat terpengaruh.

Investasi dapat menjadi salah satu cara untuk mengupayakan pertumbuhan aset dalam jangka panjang.

Namun, potensi keuntungan tetap harus dibandingkan dengan risiko masing-masing instrumen.

Apa Risiko Investasi?

Jangan cuma melihat keuntungan.

Risiko juga wajib dipahami.

Salah satu risiko yang paling umum adalah penurunan nilai aset.

Misalnya, kamu membeli saham seharga Rp1 juta. Kemudian harga saham turun dan nilai kepemilikanmu menjadi Rp800 ribu.

Jika dijual pada saat itu, kamu mengalami kerugian Rp200 ribu sebelum memperhitungkan biaya transaksi jika ada.

Ada juga risiko likuiditas.

Artinya, suatu aset mungkin tidak bisa dijual dengan cepat pada harga yang kamu inginkan.

Selain itu, ada risiko terkait penerbit, perubahan kondisi ekonomi, suku bunga, nilai tukar, maupun kondisi pasar.

Karena itu, tidak ada investasi yang benar-benar tanpa risiko.

Bagaimana Memulai Investasi untuk Pemula?

Kalau kamu masih baru, nggak perlu langsung mencoba semuanya.

Mulai dari memahami dasar.

Pertama, tentukan tujuan keuangan.

Kedua, siapkan dana darurat.

Ketiga, kenali profil risiko.

Keempat, pelajari instrumen yang ingin digunakan.

Kelima, mulai dengan nominal yang sesuai kemampuan.

Keenam, lakukan secara konsisten.

Yang tidak kalah penting, jangan berinvestasi menggunakan uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan pokok.

Jangan juga membeli aset hanya karena sedang ramai dibicarakan.

Pahami dulu apa yang kamu beli.

Jadi, Apa yang Dimaksud dengan Investasi?

Sekarang kita bisa kembali ke pertanyaan awal.

Investasi adalah kegiatan menempatkan uang atau aset pada instrumen tertentu dengan tujuan memperoleh pertumbuhan nilai atau manfaat ekonomi di masa depan.

Investasi bisa dilakukan melalui berbagai instrumen.

Mulai dari saham, obligasi, reksadana, emas, properti, sampai aset digital.

Setiap instrumen punya karakteristik masing-masing.

Potensi keuntungan dan risikonya juga berbeda.

Karena itu, investasi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu, kondisi finansial, dan kemampuan menghadapi risiko.

Intinya, jangan buru-buru mencari investasi yang terlihat paling menguntungkan.

Pahami dulu cara kerjanya.

Dengan begitu, keputusan investasi bisa dibuat berdasarkan informasi, bukan sekadar ikut tren.

FAQ tentang Investasi

1. Investasi adalah apa?

Investasi adalah kegiatan menempatkan uang atau aset pada instrumen tertentu dengan tujuan memperoleh pertumbuhan nilai atau manfaat ekonomi di masa depan.

2. Apa itu investasi untuk pemula?

Investasi untuk pemula adalah aktivitas menempatkan dana pada instrumen yang dipahami dan sesuai dengan tujuan serta profil risiko. Pemula sebaiknya mempelajari karakteristik aset sebelum mulai berinvestasi.

3. Apa arti investasi?

Arti investasi adalah menggunakan uang atau aset saat ini untuk memperoleh potensi pertumbuhan nilai atau manfaat pada masa depan.

4. Apa perbedaan investasi dan menabung?

Menabung lebih berfokus pada menyimpan dana agar mudah digunakan. Investasi bertujuan mengembangkan nilai aset dan memiliki risiko perubahan nilai.

5. Apakah investasi selalu menguntungkan?

Tidak. Investasi memiliki risiko. Nilai aset bisa naik maupun turun, tergantung jenis instrumen dan kondisi yang memengaruhinya.

6. Investasi apa yang cocok untuk pemula?

Tidak ada satu instrumen yang cocok untuk semua orang. Pilihan investasi perlu disesuaikan dengan tujuan, jangka waktu, kondisi keuangan, dan profil risiko masing-masing.

7. Berapa uang yang dibutuhkan untuk mulai investasi?

Jumlahnya tergantung instrumen yang dipilih. Beberapa produk investasi bisa dimulai dengan nominal yang relatif terjangkau. Yang penting, gunakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi.

8. Apakah investasi sama dengan trading?

Tidak selalu. Investasi umumnya berorientasi pada kepemilikan aset dan tujuan keuangan dalam periode tertentu. Trading lebih berfokus pada aktivitas jual beli untuk memanfaatkan pergerakan harga dalam periode yang biasanya lebih pendek.

Kesimpulan

Investasi adalah salah satu bagian dari perencanaan keuangan yang bertujuan membantu mengembangkan aset untuk kebutuhan masa depan.

Ada banyak pilihan instrumen.

Saham, obligasi, reksadana, emas, properti, hingga aset digital punya karakteristik yang berbeda.

Jadi, jangan memilih hanya berdasarkan potensi keuntungan.

Pertimbangkan juga risiko, jangka waktu, likuiditas, dan tujuan keuanganmu.

Kalau sudah memahami apa itu investasi, langkah berikutnya adalah belajar mengenali setiap instrumen sebelum mulai menempatkan dana.

Untuk kamu yang ingin mengenal aset digital, kamu bisa mempelajarinya melalui platform yang resmi dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store; FLOQ aplikasi aset digital telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Manajemen Investasi: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device