Suku Bunga BI Terbaru: Apa Dampaknya Buat Rupiah?

Finansial

22 Sep 2026

7 menit

Ditulis oleh: Karin Hidayat

Pattern 1
Article

Kalau kamu sedang mengikuti berita ekonomi, istilah suku bunga BI pasti sering muncul.

BI menaikkan suku bunga. BI menahan suku bunga. Atau BI memberi sinyal perubahan kebijakan moneter.

Kelihatannya seperti berita ekonomi biasa.

Padahal, keputusan tersebut bisa punya efek ke banyak hal. Mulai dari bunga kredit, deposito, nilai tukar rupiah, sampai kondisi pasar keuangan.

Nah, sebenarnya apa itu suku bunga BI? Berapa suku bunga BI terbaru? Dan kenapa perubahan kecil, misalnya 25 basis poin, bisa diperhatikan oleh banyak orang? Yuk, bahas dari dasar.

Suku Bunga BI Terbaru Berapa?

Per 22 September 2026, BI-Rate terbaru yang sudah diputuskan secara resmi adalah 5,75%.

Angka tersebut ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Agustus 2026. Dalam keputusan tersebut, BI juga mempertahankan:

  • BI-Rate sebesar 5,75%.
  • Deposit Facility sebesar 4,75%.
  • Lending Facility sebesar 6,50%.

BI menyebut keputusan ini berkaitan dengan upaya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga inflasi dalam sasaran 2,5% ± 1% pada 2026 dan 2027, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Namun, ada satu catatan penting. Pada 22-23 September 2026, BI kembali menggelar RDG. Jadi, angka 5,75% merupakan angka resmi terbaru yang sudah tersedia saat artikel ini diperbarui, sementara keputusan RDG September masih ditunggu pada 22 September.

Suku Bunga BI Adalah Apa?

Secara sederhana, suku bunga BI adalah suku bunga kebijakan yang ditetapkan Bank Indonesia untuk memengaruhi kondisi moneter dan perekonomian.

Nama yang digunakan sekarang adalah BI-Rate.

Sebelumnya, kamu mungkin lebih sering mendengar istilah BI 7-Day Reverse Repo Rate atau BI7DRR.

Sejak 21 Desember 2023, Bank Indonesia menggunakan nama BI-Rate untuk suku bunga kebijakannya. Perubahan nama tersebut tidak mengubah makna dan tujuan kebijakan.

Operasionalnya tetap mengacu pada transaksi reverse repo Bank Indonesia tenor tujuh hari.

Lalu, kenapa BI menetapkan suku bunga?

Salah satu tujuan utamanya adalah menjaga stabilitas nilai rupiah. Salah satu indikator pentingnya adalah inflasi.

Ketika tekanan inflasi meningkat atau rupiah menghadapi tekanan, BI bisa menggunakan kebijakan suku bunga sebagai salah satu alat untuk merespons kondisi tersebut.

Sebaliknya, ketika kondisi memungkinkan, kebijakan moneter bisa diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi.

Jadi, BI-Rate bukan sekadar angka yang berdiri sendiri.

Ada banyak pertimbangan ekonomi di belakangnya.

Perjalanan Suku Bunga BI Sepanjang 2026

Kalau melihat pergerakannya sepanjang 2026, BI-Rate mengalami beberapa perubahan.

Pada awal tahun, BI-Rate berada di level 4,75%.

Angka tersebut dipertahankan pada Januari, Februari, Maret, dan April 2026.

Kemudian, perubahan mulai terjadi pada Mei.

Pada RDG 19–20 Mei 2026, BI menaikkan BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%.

Berikutnya, pada 9 Juni, BI menaikkan BI-Rate lagi sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%.

Tidak berhenti di situ.

Pada RDG 17-18 Juni, BI menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%.

Setelah itu, BI mempertahankan BI-Rate di level 5,75% pada Juli dan Agustus.

Keputusan Agustus menjadi keputusan resmi terbaru sebelum RDG September.

Artinya, sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, BI-Rate berubah dari 4,75% menjadi 5,75%.

Kenaikannya secara kumulatif mencapai 100 basis poin atau 1%.

Kenapa Suku Bunga BI Bisa Naik?

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi pertimbangan Bank Indonesia.

1. Inflasi

Inflasi menjadi salah satu faktor penting dalam kebijakan moneter. Kalau tekanan inflasi meningkat, daya beli masyarakat bisa ikut terpengaruh. BI perlu menjaga inflasi agar tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan.

Untuk 2026 dan 2027, BI menyebut sasaran inflasi sebesar 2,5% ± 1%. Sederhananya, BI ingin menjaga agar kenaikan harga tetap terkendali.

2. Nilai Tukar Rupiah

Faktor lainnya adalah pergerakan rupiah. Ketika rupiah mengalami tekanan, harga barang atau bahan baku dari luar negeri bisa ikut terdampak.

Kondisi tersebut kemudian bisa memengaruhi inflasi. Karena itu, stabilitas nilai tukar menjadi salah satu perhatian dalam keputusan BI-Rate.

Dalam beberapa keputusan 2026, BI secara eksplisit menyebut stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai salah satu alasan di balik kebijakan suku bunganya.

3. Kondisi Ekonomi Global

Indonesia tidak berdiri sendiri. Perubahan ekonomi global bisa memengaruhi pasar keuangan domestik.

Pergerakan suku bunga bank sentral negara lain, kondisi pasar keuangan global, harga komoditas, dan ketidakpastian geopolitik bisa memengaruhi arus modal serta nilai tukar.

Karena itu, BI juga memperhatikan perkembangan ekonomi global ketika menentukan kebijakan.

4. Arus Modal Asing

Suku bunga juga berkaitan dengan daya tarik aset keuangan domestik.

Ketika imbal hasil aset rupiah dianggap menarik, aliran modal asing bisa lebih mendukung pasar domestik.

Dalam beberapa keputusan 2026, BI menyebut kebijakan untuk meningkatkan daya tarik aliran investasi portofolio asing dan memperkuat stabilitas rupiah.

Bagaimana Suku Bunga BI Memengaruhi Bunga Bank?

Nah, ini bagian yang cukup penting.

BI-Rate bukan berarti semua bank otomatis menggunakan angka 5,75% untuk bunga kredit atau deposito. Bukan begitu cara kerjanya.

BI-Rate merupakan suku bunga kebijakan.

Perubahannya kemudian ditransmisikan ke pasar uang dan sektor perbankan.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, perbankan akan merespons kenaikan atau penurunan BI-Rate dengan menyesuaikan suku bunga perbankan. Namun, responsnya tidak selalu langsung dan besarnya bisa berbeda.

Misalnya begini. BI menaikkan suku bunga. Biaya dana di sistem keuangan bisa ikut meningkat.

Bank kemudian dapat menyesuaikan bunga simpanan dan kredit. Kalau bunga kredit naik, cicilan pinjaman dengan bunga mengambang bisa ikut meningkat.

Sebaliknya, kalau suku bunga kebijakan turun dan penurunannya diteruskan oleh bank, biaya pinjaman bisa menjadi lebih rendah.

Tapi ingat. Transmisi kebijakan moneter membutuhkan waktu. Jadi, perubahan BI-Rate hari ini tidak selalu langsung terlihat di seluruh produk perbankan pada hari yang sama.

Dampak Suku Bunga BI bagi Masyarakat

Lalu, apa hubungannya dengan kehidupan sehari-hari? Ternyata cukup banyak.

Kredit dan Cicilan

Salah satu dampak yang paling mudah dirasakan adalah kredit.

Kenaikan suku bunga dapat membuat biaya pinjaman meningkat, terutama pada produk kredit dengan bunga yang mengikuti kondisi pasar.

Contohnya KPR, kredit kendaraan, atau pinjaman usaha.

Namun, mekanismenya tergantung produk dan kebijakan masing-masing bank.

Deposito

Suku bunga BI juga bisa memengaruhi tingkat bunga simpanan.

Ketika suku bunga meningkat, bank dapat menawarkan bunga deposito yang lebih menarik untuk menarik dana.

Tetapi lagi-lagi, tidak berarti setiap kenaikan BI-Rate otomatis diikuti kenaikan bunga deposito dengan besaran yang sama.

Nilai Tukar Rupiah

Suku bunga merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi daya tarik aset dalam mata uang rupiah.

Ketika kebijakan moneter mendukung stabilitas rupiah, dampaknya bisa terasa pada pasar valuta asing.

Tapi nilai tukar juga dipengaruhi banyak faktor lain. Jadi, jangan melihat pergerakan rupiah hanya dari satu angka suku bunga.

Pasar Keuangan

Perubahan suku bunga juga dapat memengaruhi keputusan investor dan kondisi pasar keuangan. Ketika tingkat suku bunga berubah, investor dapat mengevaluasi kembali pilihan aset berdasarkan risiko, likuiditas, dan potensi imbal hasil.

Karena itu, berita mengenai keputusan BI sering diperhatikan oleh pasar saham, obligasi, valuta asing, dan instrumen keuangan lainnya.

Apa Bedanya BI-Rate, Deposit Facility, dan Lending Facility?

Kalau kamu membaca berita Bank Indonesia, tiga istilah ini sering muncul bersamaan.

Pertama, BI-Rate. Ini adalah suku bunga kebijakan utama Bank Indonesia.

Kedua, Deposit Facility. Ini merupakan fasilitas penempatan dana perbankan di Bank Indonesia.

Ketiga, Lending Facility. Ini merupakan fasilitas penyediaan likuiditas oleh Bank Indonesia kepada bank.

Per Agustus 2026, ketiganya berada pada level masing-masing 5,75%, 4,75%, dan 6,50%. Jadi, jangan menyamakan ketiganya.

Masing-masing punya fungsi dalam operasi moneter.

Apa yang Terjadi Kalau Suku Bunga BI Turun?

Kebalikannya juga menarik.

Kalau BI menurunkan suku bunga, biaya dana dalam perekonomian berpotensi ikut turun.

Perbankan kemudian dapat menyesuaikan suku bunga kredit maupun simpanan.

Jika bunga kredit turun, biaya pinjaman bisa menjadi lebih ringan.

Kondisi ini dapat mendorong permintaan kredit.

Masyarakat bisa lebih terdorong untuk mengambil KPR atau kredit kendaraan. Perusahaan juga bisa memiliki ruang lebih besar untuk mendapatkan pembiayaan.

Namun, penurunan BI-Rate tidak otomatis membuat semua bunga kredit langsung turun.

Bank Indonesia sendiri menjelaskan adanya time lag dalam transmisi kebijakan moneter. Respons perbankan juga bisa berbeda tergantung kondisi ekonomi dan risiko yang dihadapi.

Kenapa Suku Bunga BI Penting untuk Perencanaan Keuangan?

Sekarang masuk ke bagian yang lebih praktis.

Kamu tidak harus menjadi ekonom untuk memahami dampak BI-Rate.

Cukup pahami hubungan sederhananya.

BI-Rate berubah → kondisi pasar uang berubah → perbankan bisa menyesuaikan bunga → biaya pinjaman dan imbal hasil simpanan bisa ikut berubah.

Karena itu, kamu bisa memasukkan kondisi suku bunga ke dalam perencanaan keuangan.

Misalnya, kalau sedang punya pinjaman dengan bunga mengambang, perubahan suku bunga patut diperhatikan.

Kalau sedang memilih produk simpanan, kamu juga bisa membandingkan tingkat bunga, tenor, pajak, dan ketentuan produknya.

Kalau sedang mempertimbangkan investasi, jangan hanya melihat potensi keuntungan.

Perhatikan juga risiko, likuiditas, jangka waktu, dan kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Suku bunga hanyalah salah satu bagian dari gambaran yang lebih besar.

Suku Bunga BI dan Investasi

Buat investor, perubahan suku bunga juga penting.

Ketika suku bunga tinggi, aset dengan karakter pendapatan tetap atau simpanan berbunga dapat menjadi lebih menarik bagi sebagian investor.

Sementara itu, ketika suku bunga turun, investor dapat mengevaluasi kembali alokasi asetnya.

Namun, tidak ada hubungan yang selalu otomatis.

Harga saham, obligasi, aset digital, dan instrumen lainnya dipengaruhi banyak faktor.

Karena itu, jangan menggunakan perubahan BI-Rate sebagai satu-satunya alasan untuk membeli atau menjual sebuah aset.

Lebih baik lihat konteksnya secara menyeluruh.

Suku Bunga BI Terbaru dan Apa yang Perlu Dipantau?

Per 22 September 2026, BI-Rate resmi terbaru masih 5,75%.

Namun, perhatian pasar sedang tertuju pada RDG BI 22–23 September 2026. Hasil keputusan September belum tersedia pada saat artikel ini diperbarui.

Selain keputusan BI-Rate, beberapa hal yang layak dipantau adalah:

  • Perkembangan inflasi.
  • Pergerakan nilai tukar rupiah.
  • Kebijakan bank sentral global.
  • Kondisi ekonomi Indonesia.
  • Arus modal asing.
  • Pergerakan bunga kredit dan deposito.
  • Kondisi pasar keuangan.

Dengan melihat beberapa indikator sekaligus, kamu bisa mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.

FAQ Suku Bunga BI

Berapa suku bunga BI terbaru?

Per 22 September 2026, BI-Rate terbaru yang sudah resmi adalah 5,75%, berdasarkan keputusan RDG BI pada 18-19 Agustus 2026. RDG September berlangsung pada 22-23 September 2026 sehingga hasil terbarunya masih ditunggu pada saat artikel ini diperbarui.

Suku bunga BI adalah apa?

Suku bunga BI atau BI-Rate adalah suku bunga kebijakan Bank Indonesia yang digunakan sebagai instrumen utama untuk memengaruhi kondisi moneter dan perekonomian.

Apakah suku bunga BI sama dengan bunga deposito?

Tidak.

BI-Rate adalah suku bunga kebijakan Bank Indonesia. Sementara bunga deposito ditentukan oleh masing-masing bank dengan mempertimbangkan berbagai kondisi pasar dan kebijakan perbankan.

Apakah kenaikan BI-Rate membuat cicilan naik?

Bisa, terutama pada pinjaman yang suku bunganya dapat menyesuaikan dengan kondisi pasar. Namun, besarnya dampak dan waktunya bergantung pada jenis kredit serta kebijakan bank.

Kenapa Bank Indonesia menaikkan suku bunga?

Salah satu alasannya adalah untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi. Pada 2026, BI juga menyebut tingginya ketidakpastian global sebagai salah satu pertimbangan kebijakan.

Apakah suku bunga BI bisa turun lagi?

Bisa saja, tetapi keputusan tersebut bergantung pada kondisi ekonomi dan penilaian Bank Indonesia terhadap inflasi, nilai tukar, stabilitas keuangan, serta faktor domestik dan global lainnya.

Apa dampak suku bunga BI terhadap investasi?

Perubahan suku bunga dapat memengaruhi daya tarik relatif berbagai aset dan kondisi pasar keuangan. Namun, dampaknya berbeda untuk setiap instrumen dan tidak bisa dijadikan satu-satunya dasar keputusan investasi.

Kesimpulan

Suku bunga BI bukan sekadar angka yang muncul dalam berita ekonomi.

Perubahannya bisa merambat ke banyak bagian ekonomi.

Mulai dari bunga kredit dan deposito, nilai tukar rupiah, sampai kondisi pasar keuangan.

Per 22 September 2026, BI-Rate yang terakhir ditetapkan secara resmi masih berada di 5,75%. Angka tersebut dipertahankan dalam RDG 18-19 Agustus 2026.

Namun, perkembangan berikutnya tetap perlu dipantau karena RDG BI September berlangsung pada 22-23 September 2026.

Buat kamu yang sedang mengatur keuangan, memahami arah suku bunga bisa membantu membaca kondisi ekonomi dengan lebih baik.

Tapi jangan berhenti di satu indikator saja.

Lihat juga inflasi, nilai tukar, kondisi ekonomi, risiko investasi, dan kebutuhan keuanganmu sendiri.

Kalau ingin mulai mengenal aset digital, kamu bisa download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ aplikasi aset digital telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Manajemen Investasi: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device