Pernah dengar istilah sertifikat deposito? Kalau kamu sudah familiar dengan deposito, mungkin kamu mengira sertifikat deposito itu sama saja. Padahal, ada beberapa perbedaan penting yang perlu dipahami.
Sertifikat deposito merupakan salah satu instrumen keuangan atau simpanan yang diterbitkan oleh bank. Produk ini menawarkan karakteristik yang berbeda dari deposito biasa, terutama dari sisi kepemilikan dan fleksibilitas pengalihan.
Nah, buat kamu yang sedang mempelajari produk keuangan, memahami cara kerja sertifikat deposito bisa membantu sebelum mengambil keputusan.
Apa Itu Sertifikat Deposito?
Sertifikat deposito adalah surat berharga yang diterbitkan oleh bank sebagai bukti simpanan sejumlah dana dengan jangka waktu tertentu.
Berbeda dengan deposito biasa yang umumnya mencantumkan nama nasabah, sertifikat deposito pada dasarnya dapat diterbitkan atas unjuk. Artinya, kepemilikannya tidak selalu terikat pada nama orang tertentu seperti rekening deposito pada umumnya.
Sertifikat deposito juga memiliki jangka waktu tertentu. Misalnya, beberapa bulan sampai periode tertentu sesuai ketentuan bank.
Ketika jatuh tempo, pemegang sertifikat bisa menerima kembali dana pokok beserta imbal hasil sesuai ketentuan yang berlaku.
Jadi, sederhananya, sertifikat deposito bisa dipahami sebagai instrumen simpanan berjangka yang diterbitkan bank dalam bentuk sertifikat.
Sertifikat Deposito vs Deposito Biasa, Apa Bedanya?
Sekilas memang mirip. Keduanya sama-sama menempatkan dana di bank dalam periode tertentu. Keduanya juga memberikan imbal hasil sesuai ketentuan yang berlaku. Tapi ada beberapa perbedaan.
1. Bentuk kepemilikan
Deposito biasa biasanya tercatat atas nama nasabah. Sementara itu, sertifikat deposito dapat diterbitkan atas unjuk. Karakteristik ini membuat sertifikat deposito memiliki mekanisme kepemilikan yang berbeda.
2. Bisa dialihkan
Salah satu karakteristik penting sertifikat deposito adalah dapat dialihkan kepada pihak lain sesuai ketentuan yang berlaku. Ini berbeda dengan deposito biasa yang umumnya melekat pada rekening dan identitas nasabah.
3. Bunga atau imbal hasil
Sertifikat deposito dapat memiliki mekanisme pembayaran imbal hasil sesuai produk yang ditawarkan bank.
Dalam praktiknya, terdapat sertifikat deposito yang memberikan bunga di muka. Artinya, mekanisme pengembalian dan imbal hasilnya sudah diperhitungkan sejak awal.
4. Pencairan
Deposito biasa biasanya dicairkan ketika sudah jatuh tempo. Kalau dicairkan sebelum waktunya, bisa ada konsekuensi seperti penalti atau hilangnya sebagian keuntungan.
Sertifikat deposito memiliki karakteristik yang berbeda karena instrumen ini dapat dialihkan sebelum jatuh tempo, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Bagaimana Cara Kerja Sertifikat Deposito?
Cara kerja sertifikat deposito sebenarnya cukup mudah dipahami. Misalnya, kamu memiliki dana Rp100 juta. Kamu kemudian membeli atau menempatkan dana pada sertifikat deposito yang diterbitkan bank dengan tenor tertentu.
Bank akan menerbitkan sertifikat sebagai bukti kepemilikan instrumen tersebut. Selama periode yang disepakati, dana berada dalam instrumen tersebut. Imbal hasil diberikan sesuai mekanisme produk.
Ketika sertifikat mencapai jatuh tempo, pemegang sertifikat dapat memperoleh pembayaran sesuai nilai dan ketentuan yang berlaku. Namun, ada satu hal yang menarik.
Karena karakteristiknya dapat memungkinkan pengalihan, sertifikat deposito tidak selalu harus menunggu sampai jatuh tempo untuk berpindah tangan. Pemegangnya dapat mengalihkan sertifikat kepada pihak lain sesuai ketentuan.
Nah, di sinilah salah satu perbedaan penting dengan deposito biasa.
Jenis Sertifikat Deposito
Jenis sertifikat deposito dapat dibedakan berdasarkan karakteristik produk dan mekanisme pembayaran imbal hasilnya.
Sertifikat Deposito Atas Unjuk
Jenis ini tidak mencantumkan nama pemilik seperti rekening deposito biasa. Karena itu, kepemilikannya dapat berpindah sesuai mekanisme pengalihan yang berlaku.
Karakteristik ini membuat sertifikat deposito atas unjuk berbeda dengan deposito konvensional yang umumnya tercatat atas nama nasabah.
Sertifikat Deposito dengan Bunga di Muka
Pada produk tertentu, bunga dapat diberikan atau diperhitungkan di awal.
Jadi, perhitungan nilai yang diterima pemegang sertifikat sudah memperhitungkan imbal hasil sejak awal transaksi.
Mekanisme seperti ini bisa membuat perencanaan dana menjadi lebih mudah karena kamu bisa mengetahui struktur keuntungan dan nilai yang terkait dengan instrumen sejak awal.
Namun, detail perhitungannya tetap perlu dilihat dari produk dan ketentuan bank yang menerbitkannya.
Sertifikat Deposito dengan Tenor Berbeda
Bank dapat menawarkan tenor yang berbeda sesuai produk yang tersedia. Tenornya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kebijakan bank.
Semakin panjang periode penempatan, struktur imbal hasil yang ditawarkan juga bisa berbeda. Karena itu, jangan hanya melihat angka imbal hasil. Perhatikan juga berapa lama dana akan ditempatkan.
Apa Keuntungan Sertifikat Deposito?
Setiap instrumen keuangan punya karakteristik masing-masing. Sertifikat deposito juga begitu. Berikut beberapa hal yang membuat produk ini menarik untuk dipelajari.
1. Imbal hasil lebih terstruktur
Sertifikat deposito memiliki jangka waktu dan ketentuan imbal hasil yang ditetapkan sejak awal. Ini membuatnya relatif mudah dimasukkan ke dalam perencanaan keuangan.
2. Bisa dialihkan
Karakteristik pengalihan menjadi salah satu pembeda utama. Dalam kondisi tertentu, pemegang sertifikat bisa mengalihkan kepemilikan kepada pihak lain tanpa harus menunggu jatuh tempo, tentunya sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Cocok untuk dana yang sudah memiliki tujuan
Kalau kamu memiliki dana yang memang belum akan digunakan dalam beberapa bulan ke depan, instrumen berjangka seperti sertifikat deposito bisa menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan.
Misalnya dana untuk kebutuhan yang sudah direncanakan.
4. Diterbitkan oleh bank
Sertifikat deposito diterbitkan oleh bank. Ini membuat produk tersebut berbeda dengan instrumen investasi seperti saham atau reksa dana.
Tetap saja, kamu perlu memahami ketentuan produk dan risiko yang melekat sebelum menempatkan dana.
Apa Kekurangan Sertifikat Deposito?
Jangan cuma melihat keuntungannya. Ada beberapa hal yang juga perlu diperhatikan.
Dana tidak sebebas tabungan
Dana yang ditempatkan pada instrumen berjangka memiliki periode tertentu. Jadi, kamu perlu memastikan dana tersebut memang tidak akan digunakan dalam waktu dekat.
Ada risiko kehilangan jika sertifikat tidak dijaga
Karena bentuknya dapat berupa sertifikat, keamanan dokumen menjadi hal penting. Kamu perlu menyimpan sertifikat dengan baik dan mengikuti prosedur bank jika terjadi kehilangan atau kerusakan.
Tidak selalu cocok untuk dana darurat
Dana darurat sebaiknya mudah diakses ketika dibutuhkan. Karena sertifikat deposito memiliki tenor tertentu, instrumen ini belum tentu cocok untuk seluruh dana darurat.
Imbal hasil tetap perlu dibandingkan
Jangan langsung memilih hanya karena melihat angka imbal hasil. Bandingkan dengan alternatif lain. Perhatikan tenor, pajak, biaya, likuiditas, serta ketentuan pencairan atau pengalihan.
Apakah Sertifikat Deposito Aman?
Pertanyaan ini cukup sering muncul. Jawabannya perlu dilihat dari beberapa sisi. Sertifikat deposito diterbitkan oleh bank. Namun, bukan berarti setiap kondisi bebas dari risiko.
Ada risiko yang perlu diperhatikan, seperti risiko bank penerbit, risiko likuiditas, risiko perubahan kondisi pasar, serta risiko administratif atau kehilangan dokumen.
Kamu juga perlu memperhatikan ketentuan penjaminan simpanan yang berlaku. Di Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS memiliki ketentuan terkait simpanan yang dijamin. Ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi, termasuk batas nilai simpanan dan tingkat bunga penjaminan.
Jadi, jangan hanya melihat apakah suatu produk diterbitkan oleh bank. Pahami juga apakah dana tersebut memenuhi persyaratan penjaminan yang berlaku.
Apakah Sertifikat Deposito Bisa Dicairkan Sebelum Jatuh Tempo?
Ini bagian yang cukup penting. Karakteristik sertifikat deposito memungkinkan adanya pengalihan kepada pihak lain sesuai ketentuan. Namun, mekanisme pengalihan bukan berarti kamu bisa mencairkan instrumen kapan saja tanpa konsekuensi.
Ketentuan setiap produk bisa berbeda. Karena itu, sebelum membeli sertifikat deposito, tanyakan kepada bank:
- Apakah sertifikat bisa dialihkan?
- Bagaimana prosedur pengalihannya?
- Apakah ada biaya?
- Bagaimana perhitungan imbal hasil?
- Apa yang terjadi jika ingin mendapatkan dana sebelum jatuh tempo?
- Bagaimana prosedur jika sertifikat hilang?
Pertanyaan sederhana seperti ini bisa membantu kamu menghindari salah paham.
Pajak Sertifikat Deposito
Imbal hasil dari produk simpanan tertentu dapat dikenakan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.
Untuk deposito dan produk sejenis, pajak penghasilan atas bunga deposito pada umumnya menggunakan mekanisme pemotongan pajak oleh bank sesuai peraturan yang berlaku.
Jadi, ketika menghitung keuntungan, jangan hanya melihat imbal hasil kotor. Perhatikan juga nilai setelah pajak. Ini penting supaya ekspektasi keuntungan kamu lebih realistis.
Siapa yang Cocok Menggunakan Sertifikat Deposito?
Sertifikat deposito lebih cocok dipertimbangkan oleh orang yang:
- Memiliki dana yang tidak akan digunakan dalam waktu tertentu.
- Menginginkan instrumen dengan jangka waktu yang jelas.
- Memahami karakteristik produk perbankan.
- Memiliki tujuan keuangan yang sudah cukup terencana.
- Bersedia mengikuti ketentuan bank terkait pengalihan dan pencairan.
Sebaliknya, kalau kamu membutuhkan akses dana yang sangat fleksibel setiap saat, instrumen ini mungkin bukan pilihan utama.
Kuncinya ada pada kebutuhan. Bukan sekadar mengejar imbal hasil.
Hal yang Perlu Dicek Sebelum Membeli Sertifikat Deposito
Sebelum mengambil keputusan, luangkan waktu untuk membaca ketentuannya.
Pertama, cek tenor. Berapa lama dana akan ditempatkan?
Kedua, cek imbal hasil. Berapa yang kamu dapatkan dan bagaimana mekanisme pembayarannya?
Ketiga, cek pajak. Berapa nilai bersih yang akan kamu terima setelah pajak?
Keempat, cek likuiditas. Apa yang bisa dilakukan jika kamu membutuhkan dana sebelum jatuh tempo?
Kelima, cek pengalihan. Apakah sertifikat bisa dialihkan? Bagaimana prosesnya?
Keenam, cek penjaminan. Pastikan kamu memahami ketentuan penjaminan simpanan yang berlaku.
Dan yang terakhir, cek reputasi serta kondisi bank penerbit. Jangan buru-buru hanya karena melihat imbal hasil yang terlihat menarik.
Sertifikat Deposito Bisa Jadi Bagian dari Strategi Keuangan
Setiap orang punya kondisi keuangan yang berbeda. Ada yang membutuhkan likuiditas tinggi. Ada juga yang punya dana menganggur dan bisa ditempatkan untuk periode tertentu.
Sertifikat deposito bisa menjadi salah satu instrumen yang dipertimbangkan dalam kondisi tersebut. Tapi jangan menaruh seluruh dana di satu instrumen. Diversifikasi tetap penting.
Kamu bisa membagi dana berdasarkan tujuan dan jangka waktunya. Sebagian untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagian untuk dana darurat. Sebagian lagi bisa ditempatkan pada instrumen keuangan sesuai profil risiko dan tujuan.
Dengan begitu, strategi keuangan kamu tidak bergantung pada satu produk saja.
Kesimpulan
Sertifikat deposito adalah instrumen simpanan yang diterbitkan bank dengan jangka waktu tertentu dan memiliki karakteristik berbeda dari deposito biasa.
Salah satu pembeda utamanya adalah sertifikat deposito dapat memiliki mekanisme kepemilikan dan pengalihan yang berbeda dari deposito atas nama.
Produk ini bisa menarik untuk kamu yang punya dana dan tujuan keuangan yang sudah terencana.
Namun, tetap ada hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari tenor, imbal hasil, pajak, likuiditas, pengalihan, sampai ketentuan penjaminan. Jadi, sebelum mengambil keputusan, jangan cuma bertanya, “Berapa keuntungannya?”
Tanyakan juga, “Apakah produk ini cocok dengan kebutuhan finansial saya?” Karena produk keuangan yang bagus bukan cuma soal imbal hasil tinggi.
Yang lebih penting adalah sesuai dengan tujuan, kebutuhan, dan kemampuan kamu mengelola risiko.
FAQ Sertifikat Deposito
Apa itu sertifikat deposito?
Sertifikat deposito adalah surat berharga yang diterbitkan bank sebagai bukti simpanan dengan jangka waktu tertentu dan memiliki karakteristik kepemilikan serta pengalihan sesuai ketentuan yang berlaku.
Apa perbedaan sertifikat deposito dan deposito biasa?
Perbedaan utamanya terletak pada karakteristik kepemilikan dan pengalihan. Deposito biasa umumnya tercatat atas nama nasabah, sedangkan sertifikat deposito dapat memiliki mekanisme atas unjuk dan dapat dialihkan sesuai ketentuan.
Apakah sertifikat deposito bisa diperjualbelikan?
Sertifikat deposito memiliki karakteristik yang memungkinkan pengalihan kepada pihak lain sesuai ketentuan yang berlaku. Mekanismenya bergantung pada produk dan bank penerbit.
Apakah sertifikat deposito aman?
Sertifikat deposito memiliki risiko yang tetap perlu diperhatikan. Kamu juga perlu mengecek apakah simpanan memenuhi persyaratan penjaminan LPS yang berlaku.
Apakah sertifikat deposito mendapatkan bunga?
Sertifikat deposito dapat memberikan imbal hasil sesuai ketentuan produk. Mekanisme pembayaran atau perhitungannya bisa berbeda, termasuk kemungkinan bunga yang diperhitungkan di muka.
Apakah sertifikat deposito cocok untuk pemula?
Bisa saja, selama pemula tersebut sudah memahami tenor, imbal hasil, pajak, likuiditas, risiko, dan ketentuan produk sebelum menempatkan dana.
Apakah sertifikat deposito cocok untuk dana darurat?
Umumnya dana darurat membutuhkan akses yang cepat dan fleksibel. Karena sertifikat deposito memiliki tenor tertentu, sebaiknya jangan otomatis menganggapnya sebagai tempat utama dana darurat.
Apa yang harus diperhatikan sebelum membeli sertifikat deposito?
Perhatikan bank penerbit, tenor, imbal hasil, pajak, ketentuan pengalihan, likuiditas, biaya, serta ketentuan penjaminan simpanan.
Mulai Kenali Lebih Banyak Instrumen Keuangan
Memahami berbagai instrumen keuangan bisa membantu kamu membuat keputusan yang lebih terencana.
Selain produk perbankan, kamu juga bisa mempelajari berbagai instrumen aset digital dan perkembangan pasar melalui FLOQ.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store; FLOQ aplikasi aset digital telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Deposito Syariah: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya







