Biaya Notaris Jual Beli Rumah dan Rinciannya

Finansial

27 Oct 2026

8 menit

Ditulis oleh: Karin Hidayat

Pattern 1
Article

Membeli rumah bukan cuma soal menyiapkan uang muka dan cicilan KPR. Ada biaya tambahan yang perlu kamu perhitungkan, salah satunya biaya notaris jual beli rumah.

Biaya ini sering bikin calon pembeli bingung. Apalagi, nominalnya bisa berbeda tergantung harga rumah, jenis layanan yang dibutuhkan, lokasi properti, dan kesepakatan dengan pihak terkait.

Belum lagi ada biaya lain seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pembuatan Akta Jual Beli (AJB), serta proses balik nama sertifikat.

Nah, supaya anggaran pembelian rumah nggak membengkak, kamu perlu memahami setiap komponennya sejak awal.

Lantas, berapa biaya notaris jual beli rumah? Apa saja yang harus dibayar pembeli? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Berapa Biaya Notaris Jual Beli Rumah?

Biaya notaris jual beli rumah tidak memiliki satu nominal tetap yang berlaku untuk semua transaksi. Besarnya bergantung pada layanan yang digunakan, nilai transaksi, serta kesepakatan dengan notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Sebagai gambaran, biaya jasa notaris dan PPAT bisa mencapai jutaan rupiah. Namun, nominal pastinya perlu dikonfirmasi langsung kepada penyedia jasa karena setiap transaksi bisa memiliki kebutuhan yang berbeda.

Penting untuk membedakan biaya jasa notaris dengan pajak dan biaya administrasi pertanahan. Ketiganya merupakan komponen berbeda, meskipun dalam praktiknya bisa dibayarkan melalui satu rangkaian proses transaksi.

Menurut ketentuan mengenai jabatan notaris, honorarium notaris didasarkan pada nilai ekonomis dan nilai sosiologis dari akta yang dibuat. Untuk nilai ekonomis, terdapat batas maksimum honorarium berdasarkan rentang nilai objek akta. Ketentuan ini menjadi salah satu acuan dalam memahami biaya jasa notaris.

Karena itu, jangan langsung menganggap seluruh biaya yang disebutkan sebagai biaya notaris murni. Kamu perlu meminta rincian agar mengetahui jumlah yang benar-benar dibayarkan untuk jasa notaris, pajak, dan pengurusan dokumen.

Rincian Biaya Notaris Jual Beli Rumah yang Perlu Disiapkan

Sebelum membeli rumah, ada beberapa komponen biaya yang perlu kamu ketahui. Tidak semuanya merupakan honorarium notaris, tetapi beberapa di antaranya berkaitan langsung dengan proses peralihan hak atas rumah.

1. Biaya Pembuatan Akta Jual Beli (AJB)

Akta Jual Beli atau AJB merupakan dokumen penting dalam transaksi jual beli tanah dan bangunan.

AJB dibuat oleh PPAT yang berwenang untuk mendokumentasikan peralihan hak dari penjual kepada pembeli. Dokumen ini menjadi bagian penting dalam proses pendaftaran peralihan hak atas tanah.

Biaya pembuatan AJB dapat berbeda tergantung nilai transaksi, ketentuan yang berlaku, dan kesepakatan jasa PPAT.

Perlu diketahui, notaris dan PPAT memiliki kewenangan yang berbeda, meskipun satu orang bisa menjalankan kedua jabatan tersebut. Karena itu, pastikan kamu mengetahui layanan yang diberikan oleh pejabat yang menangani transaksi rumahmu.

2. Biaya Pemeriksaan Sertifikat

Sebelum transaksi dilanjutkan, sertifikat rumah perlu diperiksa untuk memastikan kesesuaian data dan status hak atas tanah.

Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperhatikan, seperti kesesuaian identitas pemegang hak, data bidang tanah, atau catatan tertentu yang berkaitan dengan status sertifikat.

Biayanya bergantung pada prosedur pemeriksaan dan layanan yang digunakan. Mintalah rincian apakah biaya pemeriksaan sudah termasuk dalam paket jasa notaris atau PPAT.

Jangan melewatkan tahap ini hanya karena ingin menghemat biaya. Pemeriksaan dokumen merupakan bagian penting dari proses pembelian rumah yang aman.

3. Biaya Balik Nama Sertifikat

Setelah transaksi jual beli dilakukan, hak atas tanah perlu didaftarkan agar tercatat atas nama pemilik baru.

Proses ini dikenal sebagai balik nama sertifikat. Pengurusannya melibatkan Kantor Pertanahan sesuai prosedur yang berlaku.

Biaya balik nama bisa mencakup biaya pelayanan pertanahan dan jasa pengurusan jika kamu menggunakan bantuan pihak lain. Besarnya perlu dihitung berdasarkan ketentuan yang berlaku dan informasi objek tanah.

Pastikan kamu membedakan biaya resmi pelayanan pertanahan dengan honorarium jasa pengurusan. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui komponen mana yang wajib dibayarkan dan mana yang bergantung pada layanan tambahan.

4. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

BPHTB merupakan pajak yang dikenakan kepada pihak yang memperoleh hak atas tanah dan bangunan. Dalam transaksi jual beli rumah, kewajiban ini umumnya menjadi tanggung jawab pembeli.

Tarif BPHTB ditetapkan melalui peraturan daerah dengan mengacu pada ketentuan perundang-undangan. Perhitungannya juga mempertimbangkan dasar pengenaan pajak dan pengurang berupa Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP).

Karena ketentuan daerah dapat berbeda, kamu perlu memeriksa tarif dan nilai pengurang yang berlaku di lokasi rumah yang dibeli.

BPHTB bukan honorarium notaris. Pajak ini merupakan kewajiban tersendiri yang perlu diperhitungkan dalam anggaran pembelian rumah.

5. Pajak Penghasilan (PPh) Penjual

Selain BPHTB, transaksi jual beli rumah juga berkaitan dengan Pajak Penghasilan (PPh) atas pengalihan hak atas tanah dan bangunan.

Pajak ini pada umumnya menjadi kewajiban penjual, sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.

Walaupun bukan biaya yang secara umum ditanggung pembeli, kamu tetap perlu memahami keberadaannya. Sebab, pemenuhan kewajiban pajak menjadi bagian penting sebelum proses peralihan hak dapat dilanjutkan.

Pastikan pembagian kewajiban antara penjual dan pembeli dibicarakan sejak awal agar tidak menimbulkan kesalahpahaman saat transaksi berlangsung.

6. Biaya Pembuatan Akta Tambahan

Dalam kondisi tertentu, transaksi rumah memerlukan dokumen tambahan selain AJB.

Contohnya adalah Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), surat kuasa, atau dokumen lain yang dibutuhkan sesuai kondisi transaksi.

PPJB biasanya digunakan ketika transaksi belum dapat dilanjutkan ke AJB karena ada persyaratan yang belum terpenuhi. Namun, kebutuhan dokumen ini bergantung pada situasi transaksi, sehingga tidak semua pembelian rumah memerlukannya.

Jika ada akta tambahan, tanyakan apakah biayanya sudah termasuk dalam penawaran awal atau akan dikenakan secara terpisah.

Contoh Menghitung Biaya Notaris Jual Beli Rumah

Supaya lebih mudah dipahami, mari gunakan ilustrasi pembelian rumah dengan harga Rp1 miliar.

Perlu diingat, angka berikut hanya contoh simulasi anggaran, bukan tarif resmi notaris atau PPAT.

Misalnya, kamu mendapatkan penawaran biaya jasa notaris dan PPAT sebesar Rp8 juta. Angka tersebut merupakan asumsi untuk ilustrasi, sehingga nominal sebenarnya perlu dikonfirmasi langsung kepada penyedia jasa.

Selanjutnya, kamu perlu memperhitungkan BPHTB.

Sebagai ilustrasi, jika tarif BPHTB di daerah tersebut adalah 5% dan NPOPTKP yang berlaku sebesar Rp80 juta, perhitungannya menjadi:

Dasar pengenaan BPHTB:

Rp1.000.000.000 - Rp80.000.000 = Rp920.000.000.

BPHTB:

5% x Rp920.000.000 = Rp46.000.000.

Dengan asumsi tersebut, perkiraan anggaran untuk jasa notaris atau PPAT dan BPHTB adalah Rp54 juta.

Angka ini belum tentu mencakup seluruh biaya transaksi. Kamu masih perlu memastikan apakah biaya balik nama, pemeriksaan sertifikat, dan administrasi lainnya sudah masuk dalam penawaran jasa.

Selain itu, nilai transaksi yang digunakan sebagai dasar pengenaan pajak serta NPOPTKP harus mengikuti ketentuan yang berlaku di daerah terkait.

Simulasi ini menunjukkan bahwa biaya tambahan pembelian rumah bisa cukup besar. Karena itu, sebaiknya kamu tidak hanya menyiapkan uang berdasarkan harga rumah atau uang muka saja.

Siapa yang Menanggung Biaya Notaris Jual Beli Rumah?

Pertanyaan ini cukup sering muncul ketika penjual dan pembeli mulai membicarakan transaksi.

Pada dasarnya, pembagian biaya jasa notaris atau PPAT dapat dibicarakan dan disepakati oleh para pihak. Tidak semua biaya otomatis menjadi tanggung jawab pembeli.

Sementara itu, kewajiban pajak memiliki ketentuan tersendiri. BPHTB pada umumnya menjadi kewajiban pembeli, sedangkan PPh atas pengalihan hak atas tanah dan bangunan pada umumnya menjadi kewajiban penjual.

Untuk biaya jasa, beberapa hal yang bisa dibicarakan antara lain:

  • Siapa yang membayar jasa pembuatan AJB.
  • Siapa yang menanggung biaya pemeriksaan sertifikat.
  • Siapa yang membayar jasa pengurusan balik nama.
  • Bagaimana pembagian biaya administrasi tambahan.
  • Apakah biaya jasa sudah mencakup seluruh proses yang dibutuhkan.

Sebaiknya, semua kesepakatan dibuat secara jelas sebelum transaksi dilanjutkan.

Jangan hanya mengandalkan pembicaraan lisan. Mintalah rincian tertulis agar masing-masing pihak mengetahui tanggung jawabnya.

Faktor yang Memengaruhi Biaya Notaris Jual Beli Rumah

Kenapa biaya notaris untuk satu rumah bisa berbeda dengan rumah lainnya?

Ada beberapa faktor yang memengaruhi besarnya biaya.

1. Harga Rumah

Nilai transaksi dapat memengaruhi honorarium jasa tertentu dan besarnya pajak yang harus dibayarkan.

Semakin tinggi nilai transaksi, semakin besar pula kemungkinan anggaran untuk beberapa komponen biaya meningkat.

Namun, bukan berarti seluruh komponen biaya otomatis naik dengan persentase yang sama.

2. Jenis Layanan yang Digunakan

Transaksi yang hanya membutuhkan pembuatan AJB tentu berbeda dengan transaksi yang memerlukan pemeriksaan dokumen, PPJB, dan pengurusan balik nama.

Semakin banyak layanan yang dibutuhkan, semakin banyak pula komponen biaya yang perlu diperiksa.

Karena itu, tanyakan secara spesifik layanan apa saja yang termasuk dalam penawaran.

3. Lokasi Rumah

Lokasi rumah berpengaruh terhadap ketentuan pajak daerah dan prosedur administrasi yang berlaku.

Sebagai contoh, ketentuan BPHTB di satu kabupaten atau kota bisa berbeda dari daerah lainnya.

Biaya pelayanan pertanahan juga perlu diperiksa berdasarkan jenis layanan yang dibutuhkan dan ketentuan resmi yang berlaku.

4. Status dan Kelengkapan Dokumen

Rumah dengan dokumen yang lengkap bisa memiliki kebutuhan pengurusan yang berbeda dibandingkan rumah yang memerlukan perbaikan atau pelengkapan dokumen.

Misalnya, terdapat ketidaksesuaian data yang perlu diklarifikasi atau dokumen tambahan yang harus disiapkan.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi waktu dan biaya pengurusan. Oleh karena itu, pemeriksaan dokumen sebaiknya dilakukan sebelum transaksi diselesaikan.

Tips Menghemat Biaya Notaris Jual Beli Rumah

Biaya transaksi memang tidak bisa dihindari. Namun, kamu tetap bisa mengatur anggaran dengan lebih cermat.

1. Minta Rincian Biaya Sejak Awal

Jangan hanya bertanya, "Berapa biaya notarisnya?"

Mintalah rincian setiap komponen, termasuk jasa pembuatan akta, pemeriksaan sertifikat, balik nama, pajak, dan biaya administrasi lainnya.

Dengan begitu, kamu bisa membandingkan penawaran secara lebih adil.

2. Bandingkan Penawaran Beberapa Notaris atau PPAT

Kamu bisa meminta penawaran dari beberapa notaris atau PPAT yang memiliki kewenangan sesuai kebutuhan transaksi.

Namun, jangan hanya memilih berdasarkan harga termurah. Pertimbangkan juga kejelasan biaya, pengalaman menangani transaksi serupa, dan kelengkapan layanan.

Pastikan pejabat yang menangani transaksi memang berwenang atas objek dan jenis perbuatan hukum yang dilakukan.

3. Pastikan Dokumen Rumah Lengkap

Sebelum membayar biaya pengurusan, periksa kelengkapan dokumen bersama pihak yang menangani transaksi.

Dokumen yang perlu diperiksa dapat mencakup sertifikat, identitas penjual, dokumen perpajakan, serta dokumen lain sesuai kondisi rumah.

Jika ada masalah, minta penjelasan mengenai langkah penyelesaiannya beserta kemungkinan biaya tambahan.

4. Pisahkan Dana Pembelian dan Biaya Tambahan

Jangan menghabiskan seluruh dana yang tersedia untuk uang muka atau pembayaran rumah.

Sisihkan anggaran khusus untuk pajak, jasa notaris atau PPAT, biaya balik nama, dan kebutuhan administrasi lainnya.

Langkah ini membantu kamu menghindari kekurangan dana ketika transaksi memasuki tahap penyelesaian.

5. Periksa Apakah Ada Biaya yang Sudah Termasuk dalam Paket

Beberapa penawaran jasa mungkin sudah mencakup sejumlah layanan sekaligus.

Sebelum menyetujui penawaran, tanyakan secara terperinci apa saja yang sudah termasuk dan apa yang masih harus dibayar terpisah.

Cara ini membantu mencegah pembayaran ganda atau munculnya biaya yang sebenarnya sudah tercakup dalam kesepakatan awal.

Kapan Biaya Notaris Jual Beli Rumah Dibayarkan?

Waktu pembayaran bergantung pada jenis layanan dan kesepakatan dengan penyedia jasa.

Sebagian biaya mungkin diminta saat proses pengurusan dimulai. Sementara itu, pembayaran komponen lainnya dapat mengikuti tahapan transaksi dan persyaratan administrasi.

Untuk BPHTB, ketentuan waktu pembayaran mengikuti peraturan yang berlaku. Dalam transaksi jual beli, pemenuhan kewajiban pajak menjadi bagian penting sebelum AJB ditandatangani sesuai prosedur yang berlaku.

Agar lebih aman, pastikan kamu mengetahui jadwal pembayaran, dokumen yang menjadi persyaratan, serta bukti pembayaran yang akan diterima.

Hindari membayar sejumlah uang tanpa mengetahui tujuan dan rincian penggunaannya.

FAQ Seputar Biaya Notaris Jual Beli Rumah

1. Berapa biaya notaris jual beli rumah seharga Rp500 juta?

Biayanya bergantung pada jasa yang digunakan, kesepakatan honorarium, dan komponen transaksi lainnya. Kamu perlu meminta rincian biaya dari notaris atau PPAT, termasuk pajak dan biaya balik nama.

2. Apakah biaya notaris jual beli rumah ditanggung pembeli?

Pembagian biaya jasa dapat disepakati oleh penjual dan pembeli. Namun, kewajiban pajak seperti BPHTB dan PPh memiliki ketentuan tersendiri yang perlu diperhatikan.

3. Apakah biaya AJB sudah termasuk biaya balik nama?

Belum tentu. Biaya pembuatan AJB dan biaya balik nama sertifikat merupakan komponen yang berbeda. Tanyakan apakah keduanya sudah termasuk dalam penawaran jasa yang diberikan.

4. Apakah membeli rumah secara tunai tetap membutuhkan notaris atau PPAT?

Pembelian rumah secara tunai tetap memerlukan proses hukum dan administrasi yang sesuai. Dalam transaksi jual beli tanah dan bangunan, AJB dibuat oleh PPAT yang berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.

5. Apa perbedaan notaris dan PPAT dalam jual beli rumah?

Notaris memiliki kewenangan membuat akta autentik untuk berbagai perbuatan hukum sesuai peraturan. Sementara itu, PPAT berwenang membuat akta tertentu yang berkaitan dengan perbuatan hukum atas hak tanah atau hak milik atas satuan rumah susun. Seseorang dapat merangkap kedua jabatan tersebut, tetapi kewenangannya tetap berbeda.

6. Apakah biaya notaris bisa dinegosiasikan?

Honorarium dan ruang lingkup layanan dapat dibicarakan sesuai ketentuan yang berlaku. Mintalah rincian tertulis dan pastikan kesepakatan tidak mengabaikan kewajiban pajak maupun prosedur resmi.

7. Apa saja yang perlu disiapkan sebelum mengurus jual beli rumah?

Dokumen yang dibutuhkan dapat mencakup identitas penjual dan pembeli, sertifikat tanah, dokumen perpajakan, serta dokumen pendukung lainnya. Persyaratan pastinya bergantung pada status rumah dan kondisi transaksi. Sebaiknya, konfirmasikan daftar dokumen kepada PPAT yang menangani proses tersebut.

Kesimpulan

Biaya notaris jual beli rumah tidak memiliki satu nominal yang berlaku untuk semua transaksi. Besarnya bergantung pada jenis layanan, nilai transaksi, lokasi rumah, kelengkapan dokumen, dan kesepakatan dengan notaris atau PPAT.

Selain biaya jasa, kamu juga perlu memperhitungkan BPHTB, biaya balik nama sertifikat, pemeriksaan dokumen, dan komponen lain yang relevan.

Supaya anggaran tidak membengkak, mintalah rincian biaya sejak awal dan pisahkan antara honorarium jasa, pajak, serta biaya administrasi pertanahan.

Dengan perencanaan yang matang, kamu bisa mempersiapkan proses pembelian rumah dengan lebih tenang tanpa mengabaikan kebutuhan keuangan lainnya.

Selain menyiapkan biaya transaksi, penting juga untuk mengatur keuangan agar rencana membeli rumah tetap sejalan dengan tujuan finansial jangka panjang.

Kamu bisa mulai mempelajari pengelolaan aset dan keuangan melalui aplikasi FLOQ.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Cicilan Rumah Subsidi: Ini Syarat dan Cara Hitungnya!

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device