Harga Ethereum (ETH) berpotensi menembus US$5.000 sebelum akhir 2026. Prediksi tersebut disampaikan Tom Lee, salah satu pendiri Fundstrat sekaligus Chairman BitMine, yang menilai Ethereum berpeluang mencatatkan kenaikan signifikan setelah bergerak dalam rentang harga selama beberapa tahun terakhir.
Menurut Lee dalam wawancara dengan Coinage, Ethereum berpotensi melampaui level US$5.000 sebelum pergantian tahun. Jika tercapai, target tersebut akan membawa ETH melewati rekor harga sebelumnya yang berada di sekitar US$4.954 pada Agustus 2025, berdasarkan data CoinMarketCap.
Tom Lee is calling for $ETH to break above $5,000 before the end of 2026.
— That Martini Guy ₿ (@MartiniGuyYT) October 11, 2026
That would put Ethereum back at a major milestone.
Can ETH deliver before year-end? pic.twitter.com/u4HYey2sXJ
Namun, target tersebut membutuhkan kenaikan harga yang signifikan. Dengan harga Ethereum berada di kisaran US$2.500–US$2.700 dalam materi yang dilaporkan, ETH perlu menguat sekitar 85%–100% untuk mencapai US$5.000. Artinya, proyeksi Lee masih bergantung pada kemampuan pasar kripto melanjutkan pemulihan dalam beberapa bulan mendatang.
Lee menilai periode konsolidasi Ethereum yang berlangsung cukup lama dapat menjadi landasan bagi potensi kenaikan berikutnya. Jika harga berhasil menembus level tertinggi sebelumnya, momentum tersebut berpotensi membuka ruang penguatan lebih lanjut.
Ia juga mengaitkan prospek Ethereum dengan pergerakan Bitcoin. Dalam skenario Bitcoin mencapai US$100.000, Lee memperkirakan harga ETH berpotensi bergerak menuju US$7.500. Meski demikian, proyeksi tersebut merupakan skenario yang bergantung pada kondisi pasar dan bukan jaminan bahwa target harga akan tercapai.
Arus Dana ETF dan Pembelian Institusi Jadi Katalis Ethereum

Sejumlah faktor berpotensi mendukung kenaikan harga Ethereum hingga akhir tahun. Salah satunya adalah meningkatnya permintaan dari investor institusi, terutama jika arus dana masuk ke produk spot Ethereum exchange-traded fund (ETF) kembali menguat.
Pembelian ETH oleh perusahaan juga dapat menjadi sumber permintaan tambahan. Di sisi lain, penguatan Bitcoin berpotensi memperbaiki sentimen pasar kripto secara keseluruhan dan mendorong sebagian modal mengalir ke Ethereum maupun aset digital lainnya.
Perkembangan jaringan turut menjadi perhatian. Ethereum menargetkan peningkatan jaringan Glamsterdam pada kuartal IV 2026. Pembaruan tersebut diarahkan untuk meningkatkan skalabilitas dan efisiensi jaringan, meskipun dampaknya terhadap harga ETH akan bergantung pada implementasi dan respons pasar.
Aktivitas staking juga dapat memengaruhi jumlah ETH yang tersedia untuk diperdagangkan secara langsung. Sementara itu, mekanisme pembakaran atau burning ETH dapat mengurangi suplai beredar ketika aktivitas jaringan meningkat. Kedua faktor tersebut berpotensi memengaruhi dinamika penawaran dan permintaan, tetapi tidak secara otomatis mendorong harga naik.
Kejelasan regulasi kripto di Amerika Serikat juga menjadi faktor yang diperhatikan pelaku pasar. Jika CLARITY Act disahkan, aturan yang lebih jelas berpotensi mendukung partisipasi institusi. Namun, perkembangan legislasi dan dampaknya terhadap investasi kripto masih perlu dipantau.
Analis Soroti Peluang Ethereum Menuju US$2.640
Di tengah proyeksi jangka panjang tersebut, analis Ali Charts menyoroti peluang kenaikan Ethereum dalam jangka pendek. Ia mengidentifikasi pola Adam and Eve bottom pada grafik ETH dengan kerangka waktu 10 menit.
Menurut Ali Charts, level US$2.520 menjadi area penting yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi potensi penembusan ke atas. Jika Ethereum mampu mempertahankan penutupan harga di atas level tersebut, ETH berpeluang bergerak menuju target US$2.640.
Target itu berada sekitar 4,8% di atas level US$2.520. Namun, pola teknikal tersebut belum terkonfirmasi selama harga belum menunjukkan penguatan yang berkelanjutan di atas area kunci.
ETHEREUM: SUNDAY BREAKOUT?
— Ali Charts (@alicharts) October 11, 2026
On the 10-minute chart, Ethereum appears to be forming an Adam and Eve bottoming pattern.
The key level I’m watching is the neckline at $2,520.
A sustained close above this level could confirm a bullish breakout and open the door for $ETH to rally… pic.twitter.com/aNi6wOO6GH
Pergerakan Ethereum juga akan dipengaruhi oleh sejumlah agenda ekonomi Amerika Serikat pada pekan ini, termasuk data ketenagakerjaan ADP, inflasi konsumen atau Consumer Price Index (CPI), inflasi produsen atau Producer Price Index (PPI), klaim pengangguran, serta pernyataan pejabat Federal Reserve.
Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga, selera risiko investor, dan aliran modal ke aset berisiko seperti mata uang kripto.
Dengan demikian, target US$5.000 dari Tom Lee memberikan gambaran optimistis terhadap prospek Ethereum hingga akhir 2026. Namun, realisasinya akan bergantung pada kekuatan permintaan institusi, perkembangan pasar Bitcoin, pembaruan jaringan, kondisi makroekonomi, serta kemampuan ETH menembus level resistensi penting.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Ethereum, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Lima Agenda Ekonomi AS Pekan Ini yang Bisa Mengguncang Harga Bitcoin



