Harga Ethereum (ETH) menguat 2,76% dalam 24 jam ke US$2.448,46 pada Rabu (21/10/2026), seiring pemulihan pasar kripto secara keseluruhan. Pergerakan ini terjadi menjelang aktivasi upgrade Glamsterdam di jaringan uji Hoodi pada 26 Oktober 2026.
Peningkatan kapasitas pengujian transaksi dan pertumbuhan staking Ethereum menjadi sejumlah faktor yang diperhatikan pasar, sementara level US$2.500 masih menjadi resistance penting yang perlu ditembus ETH.
Berdasarkan data yang dilaporkan Coingape, kapitalisasi pasar kripto global naik 2,49% menjadi US$2,79 triliun dalam periode yang sama. Bitcoin (BTC) juga diperdagangkan di sekitar US$82.930, sedangkan XRP bertahan di kisaran US$1,333 setelah mencatat kenaikan lebih dari 2% pada sesi sebelumnya.
Meski menunjukkan penguatan, peluang Ethereum untuk mencapai US$3.000 masih bergantung pada kemampuan harga menembus resistance terdekat dan mempertahankan momentum bullish.
Upgrade Glamsterdam Jadi Katalis Perhatian Pasar Ethereum
Ethereum Foundation menjadwalkan aktivasi upgrade Glamsterdam pada Hoodi testnet pada 26 Oktober 2026 pukul 17.42 UTC atau 27 Oktober pukul 00.42 WIB. Upgrade ini menjadi bagian dari proses pengujian sebelum implementasi lebih lanjut pada jaringan utama Ethereum.
Salah satu perubahan yang direncanakan adalah peningkatan block gas limit Hoodi menjadi 200 juta, menyamai kapasitas yang telah diterapkan pada testnet Sepolia. Peningkatan tersebut ditujukan untuk memperluas kapasitas pengujian transaksi pada jaringan uji.
Ethereum Sets October 26 for Glamsterdam Upgrade on Hoodi Testnet, Raising Gas Limit to 200 Million
— Wu Blockchain (@WuBlockchain) October 20, 2026
The Ethereum Foundation announced that the Glamsterdam upgrade will activate on the Hoodi testnet on October 26 at 17:42 UTC, raising its block gas limit to 200 million, matching… pic.twitter.com/jqIDpV3rzi
Glamsterdam juga mengusulkan penerapan enshrined proposer-builder separation (ePBS) dan block-level access lists(BALs). Kedua mekanisme tersebut dirancang untuk mendukung proses produksi blok dan memungkinkan validasi transaksi secara paralel.
Selain itu, upgrade ini mencakup penyesuaian biaya gas untuk pembuatan state blockchain dan akses terhadap data yang tersimpan.
Meski membawa perubahan teknis yang berpotensi meningkatkan efisiensi jaringan, aktivasi di Hoodi belum berarti upgrade langsung diterapkan pada mainnet Ethereum. Pengembang masih perlu menguji perubahan tersebut dan memastikan klien execution serta consensus telah diperbarui. Hingga laporan ini disusun, jadwal aktivasi Glamsterdam di mainnet belum ditetapkan.
Dari sisi pergerakan harga, agenda upgrade ini menjadi salah satu katalis yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar. Namun, dampaknya terhadap harga ETH tetap bergantung pada respons pelaku pasar, kondisi likuiditas, dan perkembangan pasar kripto secara keseluruhan.
Analisa Harga ETH Hari Ini: Resistance US$2.500 Jadi Penentu
Secara teknikal, harga ETH bergerak mendekati resistance US$2.500 setelah pulih dari level terendah sebelumnya. Area ini menjadi penghalang penting karena aktivitas perdagangan sebelumnya beberapa kali terkonsentrasi di sekitar level tersebut.
Apabila ETH mampu mencatatkan penutupan candle empat jam di atas US$2.500, harga berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di US$2.600.
Jika momentum bullish bertahan dan tekanan beli terus meningkat, peluang kenaikan menuju US$3.000 dapat kembali diperhatikan. Meski demikian, target tersebut masih bersifat skenario dan belum dapat dianggap sebagai kepastian arah harga.

Indikator teknikal turut menunjukkan momentum positif. MACD tercatat di 4,51, berada di atas garis sinyal yang berada pada -3,41, dengan histogram positif 7,92. Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) berada di level 59, di atas ambang 50 yang sering digunakan untuk mengidentifikasi dominasi momentum bullish.
Kombinasi tersebut mengindikasikan bahwa momentum pemulihan ETH masih terjaga. Namun, indikator teknikal tidak menjamin harga akan melanjutkan kenaikan, terutama jika ETH gagal menembus resistance utama.
Di sisi bawah, US$2.400 menjadi support terdekat yang perlu diperhatikan. Apabila harga melemah dan menembus area tersebut, ETH berpotensi kembali menguji kisaran US$2.320–US$2.350.
Jika tekanan jual berlanjut, level US$2.300 dapat menjadi area yang dipantau pasar. Meski demikian, berdasarkan analisis yang dikutip, US$2.300 belum terkonfirmasi sebagai level support yang kuat.
Dengan demikian, pergerakan ETH dalam waktu dekat akan banyak ditentukan oleh respons harga terhadap resistance US$2.500 dan kemampuan mempertahankan support US$2.400.
Staking Ethereum Capai Rekor 43,8 Juta ETH
Selain perkembangan teknis jaringan, aktivitas staking juga menjadi faktor yang diperhatikan dalam analisis fundamental Ethereum.
Laporan Bitwise tertanggal 20 Oktober 2026 mencatat jumlah ETH yang di-stake mencapai rekor 43,8 juta ETH pada akhir September. Angka tersebut setara dengan 35,9% dari total pasokan Ethereum.
Sepanjang kuartal III 2026, arus masuk bersih ke staking mencapai 1,99 juta ETH. Pertumbuhan tersebut menandai kuartal keenam dengan peningkatan jumlah ETH yang di-stake dalam enam kuartal terakhir.
Di sisi lain, imbal hasil staking tahunan tercatat turun menjadi 2,63%, dibandingkan 2,81% pada kuartal sebelumnya.
Tingginya jumlah ETH yang di-stake menunjukkan semakin besarnya bagian pasokan yang dialokasikan untuk mekanisme staking. Kondisi ini dapat mengurangi jumlah ETH yang tersedia untuk diperdagangkan secara langsung, meskipun dampaknya terhadap harga tidak bersifat otomatis karena dipengaruhi pula oleh permintaan, likuiditas, serta keputusan pemilik aset untuk melakukan staking atau menarik asetnya.
Pertumbuhan staking tersebut memberikan konteks tambahan bagi investor dalam menilai perkembangan ekosistem Ethereum menjelang upgrade Glamsterdam.
Akankah Harga Ethereum Tembus US$3.000?

Prospek harga ETH dalam beberapa hari ke depan akan bergantung pada kombinasi katalis teknis, fundamental, dan kondisi pasar kripto global.
Dari sisi teknikal, penembusan resistance US$2.500 dapat membuka peluang pengujian US$2.600. Jika momentum penguatan berlanjut, US$3.000 menjadi target kenaikan lanjutan yang dapat diperhatikan. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan momentum dan penurunan di bawah US$2.400 berpotensi membawa harga kembali menguji area US$2.320–US$2.350.
Dari sisi fundamental, upgrade Glamsterdam di Hoodi pada 26 Oktober serta rekor staking Ethereum menjadi dua perkembangan yang layak dicermati. Namun, pengujian upgrade di testnet tidak serta-merta menjamin kenaikan harga, sementara pertumbuhan staking juga bukan indikator tunggal untuk menentukan arah pasar.
Karena itu, pelaku pasar perlu memperhatikan konfirmasi pergerakan harga, volume perdagangan, dan perkembangan pasar secara keseluruhan sebelum menyimpulkan apakah Ethereum memiliki momentum yang cukup untuk menuju US$3.000.
Informasi ini merupakan analisis pasar untuk tujuan edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual aset kripto maupun rekomendasi investasi. Aset kripto memiliki risiko volatilitas tinggi, sehingga setiap keputusan perlu mempertimbangkan profil risiko masing-masing.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Ethereum, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: OJK Usulkan Pajak Kripto Turun, Soroti Peluang Pertumbuhan Transaksi



