Lima Agenda Ekonomi AS Pekan Ini yang Bisa Mengguncang Harga Bitcoin

Pasar

12 Oct 2026

4 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Pasar kripto menghadapi pekan penting pada 12–16 Oktober 2026. Sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS), mulai dari inflasi konsumen hingga harga produsen dan kondisi ketenagakerjaan, berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) serta pergerakan harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan XRP.

Dilaporkan CoinMarketCap, Bitcoin bertahan di kisaran US$82.900 setelah mengalami tekanan jual dalam beberapa hari terakhir. Sementara itu, Ethereum diperdagangkan di bawah US$2.500 dan XRP berada di sekitar US$1,38. Kondisi ini membuat pelaku pasar mencermati perkembangan ekonomi AS untuk mencari petunjuk mengenai arah pasar selanjutnya.

Tekanan terhadap Bitcoin terjadi setelah harganya gagal menembus zona resistensi US$86.000–US$90.000. Penolakan tersebut memperlemah momentum pemulihan harga dan membuat pasar semakin sensitif terhadap perkembangan makroekonomi.

Lima Agenda Ekonomi AS yang Bisa Menggerakkan Pasar Kripto

Perhatian investor pada pekan ini tertuju pada lima agenda utama yang dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed.

Pertama, laporan ketenagakerjaan ADP pada Selasa, 13 Oktober 2026. Data ini memberikan gambaran mengenai perkembangan perekrutan tenaga kerja di sektor swasta AS. Pertumbuhan lapangan kerja yang kuat berpotensi memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat, sedangkan perlambatan perekrutan dapat meningkatkan harapan terhadap kebijakan yang lebih akomodatif.

Kedua, data Consumer Price Index (CPI) atau inflasi konsumen AS yang dijadwalkan rilis pada Rabu, 14 Oktober 2026. Data ini menjadi salah satu indikator utama untuk menilai perkembangan tekanan harga di tingkat konsumen.

Inflasi CPI AS untuk September diperkirakan mencapai 3,7% secara tahunan (year-on-year/YoY), naik dari 3,4% pada periode sebelumnya. Secara bulanan (month-on-month/MoM), CPI diproyeksikan meningkat 0,6%, dibandingkan 0,4% pada Agustus.

Sementara itu, inflasi inti atau Core CPI, yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi, diperkirakan berada di level 2,5% secara tahunan dan 0,2% secara bulanan.

Jika inflasi melampaui perkiraan, ekspektasi penurunan suku bunga dapat melemah. Kondisi tersebut berpotensi menekan aset berisiko, termasuk mata uang kripto. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat memberikan ruang bagi pemulihan sentimen pasar.

Ketiga, data Producer Price Index (PPI) atau inflasi harga produsen pada Kamis, 15 Oktober 2026. PPI diperkirakan meningkat 0,6% secara bulanan, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,4% pada Agustus.

Kenaikan harga produsen dapat mengindikasikan tekanan biaya yang masih tinggi bagi dunia usaha. Jika perusahaan meneruskan kenaikan biaya tersebut kepada konsumen, tekanan inflasi berpotensi bertahan lebih lama dan memengaruhi pertimbangan kebijakan The Fed.

Keempat, laporan initial jobless claims pada Kamis, 15 Oktober 2026. Indikator ini mengukur jumlah warga AS yang pertama kali mengajukan tunjangan pengangguran. Peningkatan klaim dapat menjadi sinyal melemahnya pasar tenaga kerja, sedangkan penurunan klaim dapat menunjukkan bahwa kondisi ketenagakerjaan masih relatif kuat.

Kelima, pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh pada Jumat, 16 Oktober 2026. Warsh dijadwalkan mengikuti diskusi bersama Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva.

Pernyataannya akan menjadi perhatian pelaku pasar, terutama terkait penilaian terhadap inflasi, kondisi ketenagakerjaan, dan arah kebijakan moneter AS ke depan.

Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Masih Membayangi

Data ekonomi pekan ini menjadi semakin penting setelah risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan bahwa sejumlah pejabat The Fed mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir 2026.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada rapat 28 Oktober 2026 tercatat sebesar 82,3%. Sementara itu, peluang kenaikan sebesar 25 basis poin mencapai 17,7%.

Saat ini, target suku bunga The Fed berada di kisaran 3,75%–4,00%.

Meski pasar masih lebih mengantisipasi suku bunga tetap, data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat mengubah ekspektasi tersebut. Sebaliknya, perlambatan inflasi yang disertai pelemahan pasar tenaga kerja berpotensi mengurangi tekanan terhadap kebijakan moneter.

Selain faktor inflasi dan ketenagakerjaan, perkembangan harga energi juga perlu diperhatikan. Perubahan pasokan bahan bakar dan gangguan terhadap infrastruktur energi dapat memengaruhi biaya energi, yang selanjutnya berdampak pada inflasi AS.

Bagaimana Dampaknya terhadap Harga Bitcoin dan Altcoin?

Arah pasar kripto pada pekan ini berpotensi ditentukan oleh kombinasi data inflasi, kondisi ketenagakerjaan, dan komunikasi The Fed.

Jika inflasi AS meningkat lebih tinggi dari perkiraan, pasar dapat kembali mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih ketat. Imbal hasil obligasi dan biaya pendanaan yang tinggi berpotensi mengurangi minat terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin dan altcoin.

Sebaliknya, data inflasi yang lebih rendah dapat memperbaiki sentimen investor apabila memperkuat ekspektasi bahwa The Fed tidak perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut.

Meski demikian, respons pasar tidak hanya bergantung pada satu indikator. Investor juga akan mempertimbangkan kondisi likuiditas, perkembangan pasar keuangan global, dan ekspektasi kebijakan moneter yang telah tercermin dalam harga aset.

Dengan Bitcoin yang masih berada di bawah zona resistensi US$86.000–US$90.000, rilis data ekonomi AS pada 12–16 Oktober menjadi katalis penting yang patut diperhatikan. Perkembangan tersebut dapat menentukan apakah pasar kripto mampu melanjutkan pemulihan atau kembali menghadapi tekanan jual.

Investor perlu mencermati volatilitas selama periode rilis data dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan transaksi.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: FLOQ Listing QNT: Mengenal Token Quant dan Hal yang Perlu Dicermati

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device