Harga Ethereum (ETH) hari ini, Kamis (17/9) kembali menjadi perhatian pasar setelah kegagalan CLARITY Act meloloskan proses di Senat Amerika Serikat (AS) menghilangkan salah satu katalis yang sebelumnya diharapkan dapat menopang aset kripto terbesar kedua tersebut.
Berdasarkan laporan BeInCrypto yang diperbarui pada 17 September 2026, harga ETH telah turun sekitar 3 persen dalam sepekan. ETH sempat merosot ke sekitar US$2.388 setelah kegagalan CLARITY Act, sebelum kembali bergerak di area US$2.400.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap ETH sudah muncul sebelum hasil pemungutan suara diumumkan. Data pasar juga mencatat bahwa arus keluar dari produk Ethereum spot di AS meningkat, sementara permintaan spot dari investor AS masih relatif lemah.
Tekanan Harga Ethereum Masih Membayangi
Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah arus ETH ke bursa kripto. Data CryptoQuant menunjukkan sekitar 709.400 ETH masuk ke Binance pada 11 September 2026, menjadi arus masuk harian tertinggi sejak Juni.
Arus masuk besar ke bursa dapat menunjukkan meningkatnya jumlah ETH yang tersedia untuk diperdagangkan dan berpotensi dijual. Namun, data tersebut tidak serta-merta berarti seluruh ETH yang masuk telah dijual.

Di sisi lain, produk investasi Ethereum spot di AS juga mencatat tekanan jual. Produk tersebut mengalami arus keluar terbesar sejak Januari pada Selasa, ketika proses CLARITY Act mengalami hambatan.
Kondisi ini membuat sisi permintaan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pergerakan ETH berikutnya.
Supply Ethereum Justru Menunjukkan Sinyal Berbeda
Meski tekanan jual masih terlihat, kondisi pasokan ETH memberikan gambaran yang berbeda.
CryptoQuant mencatat cadangan Ethereum di seluruh bursa berada di sekitar 14,6 juta ETH, level terendah sejak 2016. Cadangan ETH di bursa juga telah menunjukkan tren penurunan sejak 2022.

Selain itu, sekitar 43 juta ETH atau hampir 35 persen dari total pasokan disebut telah berada dalam staking. ETH yang dikunci dalam validator tidak dapat langsung diperdagangkan sebelum proses pelepasan staking dan antreannya selesai.
Dengan demikian, jumlah ETH yang tersedia secara langsung di pasar relatif lebih terbatas dibandingkan total pasokan yang beredar.
Kondisi pasokan tersebut berpotensi menjadi faktor pendukung dalam jangka lebih panjang, meski belum cukup untuk menghilangkan tekanan dari sisi permintaan.
US$2.300 Jadi Level Penting Harga ETH
Dari sisi valuasi, indikator MVRV Ethereum telah bergerak di atas level 1 dan bertahan selama beberapa sesi. ETH juga masih berada di atas realized price yang berada di sekitar US$2.300.
Analis MorenoDV menilai kombinasi MVRV di atas 1 dan kemampuan ETH mempertahankan posisi di atas realized price sekitar US$2.300 dapat memperkuat indikasi bahwa level terendah pada Juni-Juli mungkin telah terlewati.

Namun, sinyal tersebut belum sepenuhnya solid.
CryptoQuant mencatat Coinbase Premium Index Ethereum berada di sekitar -0,08. Kondisi tersebut menunjukkan permintaan spot dari pasar AS masih lebih lemah dibandingkan pasar offshore.
Artinya, meskipun struktur pasokan ETH terlihat lebih ketat, pasar masih membutuhkan peningkatan permintaan untuk mengimbangi tekanan jual yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Fokus Pasar Beralih ke The Fed
Setelah CLARITY Act kehilangan momentum sebagai katalis jangka pendek, perhatian pasar kini kembali tertuju pada kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu. Kenaikan tersebut menjadi kenaikan suku bunga pertama dalam siklus ini.

Bagi pasar kripto, perhatian selanjutnya bukan hanya tertuju pada keputusan kenaikan suku bunga, tetapi juga pada petunjuk mengenai kebijakan berikutnya.
Analis Ted Pillows mengatakan apabila The Fed mengindikasikan kenaikan tersebut hanya bersifat satu kali, pasar dapat merespons positif. Sebaliknya, sinyal mengenai kemungkinan pengetatan lanjutan dapat meningkatkan tekanan pada aset berisiko seperti saham dan kripto.
Dengan demikian, pergerakan Ethereum ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan ETH mempertahankan area sekitar US$2.300, sekaligus melihat apakah permintaan baru mampu mengimbangi tekanan jual.
Untuk saat ini, kegagalan CLARITY Act telah mengurangi katalis jangka pendek ETH. Namun, rendahnya cadangan ETH di bursa dan tingginya jumlah ETH yang di-staking masih menjadi faktor struktural yang dapat memengaruhi dinamika harga dalam jangka lebih panjang.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Ethereum, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai ETH dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Bitcoin Bertahan di $76 Ribu Usai FOMC, Sinyal Rebound Menguat?



