Harga Ethereum (ETH) kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan hari ini. Dalam 24 jam terakhir, ETH naik 1,72% ke level US$2.478,52, sedikit mengungguli kenaikan kapitalisasi pasar kripto global yang berada di sekitar 1,22%.
Penguatan Ethereum kali ini didorong oleh meningkatnya akumulasi dari investor institusional, termasuk pembelian dalam jumlah besar oleh perusahaan publik Bitmine Immersion Technologies.
Bitmine dilaporkan membeli 53.501 ETH senilai sekitar US$131,3 juta dalam sepekan terakhir. Aksi tersebut membuat total kepemilikan Ethereum perusahaan mencapai sekitar 5,9 juta ETH, setara dengan 4,9% dari total suplai Ethereum yang beredar.
Pembelian tersebut membawa Bitmine semakin dekat dengan target kepemilikan yang mereka sebut sebagai “Alchemy of 5%”, yakni menguasai 5% dari suplai Ethereum.
Akumulasi Besar ETH
Aksi akumulasi dalam skala besar ini menjadi salah satu faktor utama yang menopang harga ETH. Ketika jumlah ETH yang tersedia di pasar berkurang akibat pembelian dan penyimpanan jangka panjang, tekanan jual dapat ikut menurun.
Selain pembelian korporasi, permintaan institusional melalui spot Ethereum ETF di Amerika Serikat juga masih menunjukkan tren positif.
Produk ETF Ethereum mencatat arus dana masuk selama 11 hari perdagangan berturut-turut, dengan inflow sekitar US$87,7 juta pada Senin, 1 September. ETF Ethereum milik BlackRock, iShares Ethereum Trust (ETHA), menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap arus dana tersebut.
Dalam sepekan sebelumnya, ETF Ethereum bahkan mencatat total inflow sekitar US$824 juta. Kondisi ini menunjukkan bahwa minat terhadap Ethereum tidak hanya berasal dari pasar kripto ritel, tetapi juga terus mendapatkan dukungan dari investor institusional.
ETH Hadapi Resistance US$2.564

Dari sisi teknikal, Ethereum saat ini masih berada dalam struktur bullish. ETH diperdagangkan di atas sejumlah moving average jangka pendek, sementara Relative Strength Index (RSI) berada di level 69,13.
Posisi tersebut menunjukkan momentum bullish masih cukup kuat, meskipun ETH mulai mendekati area yang berpotensi memicu aksi ambil untung.
Level yang menjadi perhatian berikutnya adalah US$2.564,27, yang merupakan swing high terbaru. Jika Ethereum mampu menembus dan mempertahankan perdagangan di atas level tersebut, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju area US$2.765 terbuka.
Target tersebut berada di sekitar level Fibonacci extension 127,2%.
Sebaliknya, Ethereum perlu mempertahankan area support penting di sekitar US$2.283, yang bertepatan dengan level Fibonacci retracement 38,2%.
Analisis Harga Ethereum
Data CoinMarketCap melihat, jika ETH gagal bertahan di atas support tersebut, harga berpotensi mengalami koreksi menuju US$2.195.
Selain pergerakan harga dan arus dana ETF, investor juga akan mencermati perkembangan regulasi kripto di Amerika Serikat, khususnya pemungutan suara terhadap Clarity Act yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan September.
Perkembangan tersebut dapat menjadi katalis tambahan bagi pasar apabila memberikan kejelasan yang lebih besar terhadap regulasi aset digital di AS.

Dengan kombinasi akumulasi korporasi, arus dana ETF yang konsisten, dan momentum teknikal yang masih positif, Ethereum saat ini memiliki sejumlah katalis yang mendukung tren bullish.
Namun, area US$2.564 menjadi ujian penting. Jika berhasil ditembus dengan kuat, ETH berpotensi membuka jalan menuju US$2.700-an. Sebaliknya, kegagalan menembus resistance dapat memicu aksi profit taking dan membawa harga kembali menguji area support.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan Ethereum, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai ETH dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Stablecoin Terancam Gagal Jadi Uang Digital? Bos BIS Ungkap Masalah Besarnya



