Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di persimpangan penting memasuki pekan ini. Setelah gagal mempertahankan kenaikan di atas US$80.000, Bitcoin bergerak di sekitar US$78.800 pada 30 Agustus 2026.
Pergerakan tersebut membuat dua level menjadi perhatian utama trader, yakni resistance US$81.800 dan support US$75.000. Penembusan salah satu level tersebut berpotensi menentukan arah Bitcoin dalam jangka pendek.
Di pasar kripto secara keseluruhan, kapitalisasi pasar tercatat naik 1,33% menjadi sekitar US$2,65 triliun. Sementara itu, Crypto Fear and Greed Index berada di level 72 yang menunjukkan sentimen investor masih berada dalam zona optimistis.

Bitcoin sebelumnya mencatat kenaikan mingguan yang kuat. Pada pekan yang berakhir 23 Agustus, BTC naik sekitar US$14.775 atau 23,5%, menjadi salah satu kenaikan mingguan terbesar dalam beberapa waktu terakhir.
Penguatan tersebut didorong oleh sejumlah faktor, termasuk ekspektasi regulasi yang lebih positif, pelemahan dolar AS, serta meningkatnya permintaan terhadap aset berisiko.
Namun, Bitcoin kemudian menghadapi aksi ambil untung setelah sempat mencetak level tertinggi tiga bulan di atas US$81.000. Indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di sekitar 50 menunjukkan momentum pasar relatif seimbang. Di sisi lain, indikator MACD yang masih positif menunjukkan struktur pemulihan belum sepenuhnya rusak.

Data Ekonomi AS Jadi Katalis Utama
Dilaporkan Coingape, perhatian pasar Bitcoin pekan ini juga akan tertuju pada sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed.
Pada Selasa, pasar akan mencermati data ISM Manufacturing PMI Agustus dan laporan pembukaan lapangan kerja JOLTS untuk Juli. Kemudian pada Rabu, data ADP private payrolls dan Beige Book The Fed akan menjadi perhatian.
Kamis akan menghadirkan data klaim pengangguran mingguan serta pidato Gubernur The Fed Christopher Waller. Sementara itu, Jumat diperkirakan menjadi hari paling penting dengan rilis data Non-farm Payrolls, tingkat pengangguran, dan pertumbuhan upah rata-rata.
🚨 THIS WEEK’S SCHEDULE IS INSANE!!
— ᴛʀᴀᴄᴇʀ (@DeFiTracer) August 30, 2026
TUESDAY → ISM Manufacturing PMI + JOLTS job openings
WEDNESDAY → ADP jobs + Fed Beige Book
THURSDAY → Waller speaks + Jobless claims (!)
FRIDAY → Nonfarm Payrolls + Unemployment Rate + Average Hourly Earnings (!!)
Many important economic… pic.twitter.com/pkmRAz8DcP
Data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan berpotensi menekan dolar AS dan imbal hasil obligasi, sehingga dapat memberikan dukungan bagi Bitcoin dan aset berisiko lainnya.
Sebaliknya, data ekonomi yang terlalu kuat dapat meningkatkan kekhawatiran bahwa kebijakan moneter AS masih akan bertahan ketat lebih lama, yang berpotensi memberikan tekanan terhadap Bitcoin.
Arus ETF Bitcoin Masih Jadi Penopang
Dari sisi institusional, permintaan melalui ETF Bitcoin masih menjadi salah satu faktor pendukung harga BTC.
Data Farside Investors menunjukkan ETF Bitcoin spot AS mencatat inflow sekitar US$242,3 juta pada 27 Agustus. Namun, sehari kemudian produk tersebut mengalami outflow sekitar US$201,9 juta.
Arus keluar tersebut mengakhiri sembilan hari berturut-turut inflow ETF Bitcoin dan menjadi sinyal bahwa investor mulai lebih berhati-hati setelah reli harga yang cukup besar.
Spot Bitcoin ETFs End Nine-Day Inflow Streak With $202M Outflow; Ethereum ETFs Take In $102M
— Wu Blockchain (@WuBlockchain) August 29, 2026
According to SoSoValue, U.S. spot Bitcoin ETFs saw $202 million in net outflows on August 28 (ET), ending a nine-day inflow streak. Spot Ethereum ETFs recorded $102 million in net… pic.twitter.com/jZNxqksmVU
Meski demikian, permintaan institusional di pasar kripto masih terlihat kuat. ETF Ethereum justru mencatat inflow sekitar US$102,1 juta pada 28 Agustus dan memperpanjang tren inflow menjadi 10 hari berturut-turut.
BlackRock juga dilaporkan mencatat lebih dari US$1,58 miliar arus dana masuk ke ETF Bitcoin dan Ethereum dalam sepekan terakhir.
Di sisi lain, perhatian pasar turut tertuju pada Michael Saylor yang kembali mengunggah pesan “We’re ₿ack” di media sosial. Unggahan tersebut memicu spekulasi bahwa Strategy berpotensi kembali melakukan pembelian Bitcoin setelah sebelumnya berhenti membeli selama sekitar dua bulan.
Bitcoin Bisa ke US$85.000 atau Justru US$70.000?
Secara teknikal, Bitcoin membutuhkan daily close di atas US$81.800 untuk memperkuat skenario bullish. Jika level tersebut berhasil ditembus dan dipertahankan, BTC berpotensi bergerak menuju US$83.000 dan kemudian US$85.000.
Dari level sekitar US$78.800, target US$85.000 membutuhkan kenaikan sekitar 8%. Breakout yang disertai volume perdagangan tinggi dan kembali positifnya arus dana ETF Bitcoin akan menjadi konfirmasi tambahan bagi skenario tersebut.
Namun, risiko penurunan masih terbuka.

Area US$77.500-US$76.000 menjadi support awal yang perlu dipertahankan. Jika Bitcoin ditutup di bawah zona tersebut, tekanan jual berpotensi meningkat dan membawa harga menguji support yang lebih kuat di sekitar US$75.000.
Kehilangan level US$75.000 secara meyakinkan dapat membuka jalan menuju US$72.600. Jika tekanan jual berlanjut dan support tersebut ikut ditembus, target berikutnya berada di sekitar US$70.000.
Dengan kondisi saat ini, Bitcoin berpotensi bergerak dalam rentang US$75.000-US$83.000 sepanjang pekan. Sementara itu, area US$79.000-US$82.000 menjadi kisaran penutupan yang masih mungkin terjadi.
Meski peluang menuju US$85.000 mulai terbuka, konsolidasi masih menjadi skenario yang lebih mungkin selama Bitcoin belum berhasil menembus US$81.800 secara meyakinkan.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Market Outlook W4 Agustus 2026: BTC Tembus $80.000, Apa yang Terjadi Berikutnya?





