Bitcoin Bertahan di $76 Ribu Usai FOMC, Sinyal Rebound Menguat?

Berita

17 Sep 2026

3 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Harga Bitcoin (BTC) bergerak relatif stabil di kisaran US$76.000 setelah The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 16 September 2026.

The Fed menaikkan target federal funds rate ke kisaran 3,75%–4%. Keputusan tersebut menjadi kenaikan suku bunga pertama bank sentral Amerika Serikat (AS) dalam lebih dari tiga tahun.

Meski keputusan tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap aset berisiko seperti kripto, pergerakan Bitcoin justru relatif terbatas setelah pengumuman FOMC.

Data pasar menunjukkan BTC berada di sekitar US$76.358, naik 0,66% dalam 24 jam. Kenaikan tersebut masih sedikit tertinggal dibandingkan total kapitalisasi pasar kripto yang meningkat sekitar 1,13%.

Bitcoin Hadapi Tekanan dari Kebijakan The Fed

Dilaporkan Coinpedia, kenaikan suku bunga terjadi ketika inflasi AS masih berada di atas target The Fed. Inflasi konsumen (CPI) tercatat sebesar 3,4% secara tahunan pada Agustus 2026, sementara target inflasi bank sentral berada di level 2%.

Tekanan inflasi juga diperkuat oleh kenaikan harga energi di tengah ketegangan geopolitik yang mendorong harga minyak mentah di atas US$106 per barel.

Dalam proyeksi terbarunya, pejabat The Fed masih membuka kemungkinan adanya satu kenaikan suku bunga tambahan sebesar 25 bps pada 2026, yang berpotensi membawa suku bunga ke kisaran 4%–4,25%.

Proyeksi tersebut membuat ekspektasi pelonggaran moneter menjadi lebih terbatas. Kondisi suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi tantangan bagi aset berisiko karena dapat meningkatkan daya tarik instrumen berbasis dolar dan menekan likuiditas.

Namun, respons Bitcoin setelah keputusan FOMC sejauh ini belum menunjukkan tekanan jual lanjutan yang signifikan.

BTC Masih Bertahan di Atas Support $75.278

Dari sisi teknikal, Bitcoin saat ini berada di antara level support dan resistance penting.

Level US$75.278 menjadi support Fibonacci 38,2%. Selama BTC mampu bertahan di atas area tersebut, terdapat peluang harga untuk menguji kembali 7-day Simple Moving Average (SMA) di sekitar US$76.825.

Sebaliknya, apabila tekanan jual kembali meningkat dan Bitcoin menembus US$75.278, harga berpotensi bergerak menuju area US$74.000.

Volume perdagangan yang turun sekitar 22,5% juga menunjukkan belum adanya dorongan kuat untuk membawa Bitcoin keluar dari area konsolidasi.

Dengan demikian, pergerakan BTC pasca-FOMC masih cenderung berada dalam fase menunggu katalis berikutnya.

Tekanan Leverage Mulai Mereda

Selain level teknikal, kondisi pasar derivatif juga menjadi perhatian.

Total open interest Bitcoin relatif stabil dengan perubahan sekitar -0,49%. Sementara itu, likuidasi Bitcoin dalam 24 jam turun sekitar 66,46% menjadi US$76,73 juta.

Penurunan likuidasi menunjukkan tekanan dari posisi leverage berlebihan mulai mereda dibandingkan periode volatilitas sebelumnya.

Kondisi tersebut dapat mengurangi potensi lonjakan volatilitas yang dipicu oleh forced liquidation. Namun, stabilnya open interest juga belum memberikan sinyal kuat mengenai arah pergerakan BTC berikutnya.

Arus ETF Bitcoin Jadi Katalis Berikutnya

Setelah FOMC, perhatian pasar berpotensi beralih ke arus dana spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat.

Pada 15 September 2026, produk ETF Bitcoin tercatat mengalami arus keluar sekitar US$450 juta, menjadi salah satu tekanan terhadap sentimen pasar.

Jika arus dana ETF mulai kembali positif, permintaan institusional dapat menjadi katalis bagi Bitcoin untuk menguji resistance di sekitar US$76.825.

Sebaliknya, apabila arus keluar berlanjut dan BTC kehilangan support US$75.278, tekanan jual berpotensi kembali meningkat.

Untuk saat ini, Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi di sekitar US$76.000 setelah keputusan FOMC. Arah berikutnya akan bergantung pada kemampuan BTC mempertahankan support sekaligus menembus resistance terdekat.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai BTC dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Bitcoin Bukan Cuma Soal Harga, Ini Sisi Lain yang Perlu Dipahami


Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device