Harga Ethereum (ETH) hari ini, Jumat (21/8) kembali menguat dan mencatat kinerja yang lebih baik dibandingkan pergerakan pasar kripto secara umum. ETH naik 3,65 persen dalam 24 jam ke level US$2.349,64, didorong terutama oleh derasnya aliran modal institusional ke produk spot Ethereum ETF di Amerika Serikat.
Kenaikan tersebut juga berlangsung di tengah sentimen makro yang lebih positif. Ethereum tercatat memiliki korelasi sebesar 0,59 dengan emas (Gold), mengindikasikan bahwa pergerakan ETH saat ini turut dipengaruhi oleh sentimen makro yang mendorong aset berisiko dan aset lindung nilai secara bersamaan.

Salah satu katalis terkuat datang dari aktivitas investor institusional. Pada 19 Agustus 2026, spot Ethereum ETF di AS mencatat arus dana masuk bersih sebesar US$189,15 juta. Angka tersebut menjadi arus masuk harian terbesar dalam sekitar 10 bulan.
BlackRock melalui produk ETHA menjadi kontributor terbesar dengan inflow mencapai US$122,12 juta. Masuknya dana melalui instrumen investasi yang teregulasi memberikan tekanan beli yang lebih fundamental terhadap ETH.
Jika tren inflow ETF terus berlanjut dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya, hal tersebut dapat menjadi indikasi bahwa permintaan institusional terhadap Ethereum mulai kembali menguat.
Short Squeeze Ikut Dorong Harga ETH

Selain aliran dana institusional, lonjakan Ethereum juga diperkuat oleh aksi short squeeze di pasar derivatif.
Salah satu posisi short besar senilai sekitar 50.000 ETH di Hyperliquid dilaporkan mengalami likuidasi dengan kerugian sekitar US$23,92 juta. Likuidasi posisi short secara paksa dapat memicu pembelian ETH secara otomatis sehingga memperbesar tekanan beli dan mempercepat kenaikan harga.
Pada saat yang sama, sentimen pasar kripto mendapatkan dukungan dari kebijakan likuiditas pemerintah AS. Rencana Departemen Keuangan AS untuk menggandakan pembelian kembali surat utang tenor panjang membantu menekan imbal hasil obligasi dan melemahkan dolar AS.
Kondisi tersebut membuat aset berisiko, termasuk kripto, mendapatkan sentimen positif.
Dengan demikian, kenaikan ETH saat ini tidak hanya ditopang oleh faktor teknikal, tetapi juga merupakan kombinasi antara arus modal institusional, short squeeze, dan perubahan ekspektasi likuiditas makro.
ETH Masih Bullish, tetapi Mulai Rawan Koreksi
Dari sisi teknikal dilaporkan TradingView, momentum Ethereum masih cenderung bullish. Namun, kondisi pasar mulai menunjukkan tanda-tanda jenuh beli karena indikator Relative Strength Index (RSI) berada di area tinggi.
Level US$2.272 menjadi support penting yang perlu diperhatikan. Selama ETH mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk kembali menguji US$2.378 masih terbuka.
Sebaliknya, apabila ETH kehilangan support US$2.272, tekanan jual berpotensi meningkat dan membawa harga menuju area US$2.160.
Investor juga perlu memperhatikan perkembangan regulasi di AS, khususnya pembahasan CLARITY Act, yang dapat menjadi katalis tambahan bagi pasar kripto apabila menghasilkan kerangka regulasi yang lebih jelas.
Prospek Ethereum Jangka Menengah Masih Positif
Selain faktor harga, prospek Ethereum juga ditopang oleh sejumlah katalis fundamental.
Dari sisi regulasi, kejelasan aturan aset digital di AS berpotensi membuka jalur yang lebih jelas bagi institusi untuk berpartisipasi dalam ekosistem Ethereum. Kerangka regulasi yang lebih pasti dapat mengurangi risiko operasional dan mendorong alokasi modal dari sektor keuangan tradisional.
Dari sisi teknologi, roadmap Ethereum juga terus berlanjut. Ethereum Foundation telah memetakan sejumlah upgrade hingga 2029, termasuk Glamsterdam pada paruh pertama 2026 dan Hegotá pada paruh kedua 2026. Upgrade tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas jaringan, mempercepat finality, serta memperkuat aspek keamanan.
Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, peningkatan skalabilitas dan efisiensi jaringan dapat memperkuat utilitas Ethereum dan mendorong penggunaan jaringan dalam jangka panjang.
Sementara itu, pertumbuhan tokenisasi aset dunia nyata (RWA) juga menjadi sumber potensi permintaan baru. Aktivitas institusi keuangan dan pengembangan produk berbasis blockchain di jaringan Ethereum dapat meningkatkan penggunaan smart contract sekaligus memperkuat posisi ETH dalam ekosistem aset digital.

Investor Perlu Waspadai Level US$2.272
Dengan kombinasi arus masuk ETF, short squeeze, sentimen makro, serta prospek regulasi dan pengembangan jaringan, Ethereum masih memiliki bias bullish untuk jangka menengah hingga panjang.
Namun, kenaikan yang cepat membuat ETH rentan terhadap aksi ambil untung. Karena itu, US$2.272 menjadi level kunci yang perlu dipantau dalam waktu dekat.
Jika level tersebut bertahan, ETH berpeluang melanjutkan momentum dan menguji US$2.378. Sebaliknya, penembusan ke bawah dapat membuka ruang koreksi menuju US$2.160.
Dengan demikian, arah Ethereum selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah arus dana institusional mampu berlanjut atau justru momentum rally mulai kehilangan tenaga.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan Ethereum, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: FLOQ Hadirkan Program Community Bus, Bawa Komunitas Kripto ke Coinfest Asia 2026 di Bali



