Bitcoin Tetap di Atas US$78 Ribu Saat AS Serang Iran, Ada Sinyal Menuju US$100 Ribu?

Bitcoin

09 Sep 2026

3 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Harga Bitcoin (BTC) hari ini, Rabu (9/9) menunjukkan ketahanan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Di saat serangan AS terhadap sejumlah target Iran di kawasan Teluk kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global, Bitcoin masih mampu bertahan di kisaran US$78.000.

Ketegangan meningkat setelah pasukan AS dilaporkan menyerang sejumlah kapal tanker Iran di sekitar Pulau Kharg dan kawasan Teluk Oman. Serangan tersebut terjadi setelah adanya upaya pasukan Iran untuk menyerang kapal perang AS.

Situasi ini turut meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan jalur perdagangan energi global. Harga minyak mentah Brent bahkan bergerak mendekati level psikologis US$100 per barel, mencerminkan meningkatnya premi risiko di pasar energi.

Namun, respons Bitcoin sejauh ini relatif terbatas.

Konflik AS-Iran Makin Memanas

Media Iran melaporkan bahwa AS mulai menargetkan kapal-kapal Iran di sekitar Pulau Kharg dan Teluk Oman. Salah satu kapal tanker dilaporkan terkena serangan di dekat Pulau Kharg, sementara kapal lainnya diserang di sekitar Jask.

Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan ancaman terhadap kapal tanker minyak di sekitar pelabuhan Kuwait dan Bahrain. Awak kapal juga disebut telah diperingatkan untuk meninggalkan kapal yang berada di dekat fasilitas yang memiliki keterkaitan dengan pasukan AS.

Dikutip Coingape, Iran juga dilaporkan tengah mempersiapkan zona eksklusi maritim di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur paling strategis bagi perdagangan energi dunia.

Jika eskalasi berlanjut dan mengganggu aktivitas pelayaran di kawasan tersebut, pasar global berpotensi menghadapi tekanan baru dari sisi pasokan energi.

Konflik Meluas ke Arab Saudi

Eskalasi juga melebar setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di selatan Arab Saudi.

Mengutip Reuters, serangan menggunakan drone dan rudal menyasar pangkalan udara serta sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan infrastruktur energi Saudi.

Otoritas Arab Saudi menyebut 73 orang terluka dalam serangan tersebut. Kebakaran juga dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi di Jazan dan Abha.

Perkembangan tersebut menambah satu lagi titik konflik di kawasan yang sebelumnya telah berfokus pada keamanan jalur pelayaran dan pasokan minyak.

Minyak Mendekati US$100, Bitcoin Justru Bertahan

Pasar minyak memberikan respons lebih agresif dibandingkan Bitcoin. Harga Brent ditutup di sekitar US$98,63 per barel, semakin mendekati level US$100.

Selat Hormuz menjadi salah satu perhatian utama pasar karena jalur tersebut merupakan rute penting bagi pengiriman minyak global. Setiap gangguan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan ini berpotensi meningkatkan kekhawatiran mengenai pasokan energi.

Menariknya, Bitcoin sejauh ini tidak menunjukkan tekanan sebesar yang terlihat pada pasar energi. BTC masih bertahan di sekitar US$78.000 meski risiko geopolitik meningkat.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Bitcoin belum sepenuhnya kehilangan minat beli di tengah ketidakpastian makro dan geopolitik.

Bitcoin Bisa ke US$100 Ribu?

Di tengah pergerakan yang masih relatif stabil, sejumlah analis justru melihat peluang pemulihan Bitcoin apabila level teknikal tertentu berhasil direbut kembali.

Analis kripto, Ted Pillows menilai Bitcoin perlu mencetak penutupan mingguan di atas US$83.000 untuk membuka peluang kenaikan menuju US$100.000 pada tahun ini.

Pillows juga mencatat Bitcoin baru-baru ini membentuk daily golden cross, sebuah pola teknikal yang kerap dipandang sebagai sinyal positif bagi tren harga.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa permintaan spot Bitcoin yang masih menurun menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Pemulihan permintaan spot dinilai penting agar kenaikan harga dapat berkembang menjadi reli yang lebih kuat.

Sementara itu, analis kripto Michaël van de Poppe menilai koreksi Bitcoin saat ini kemungkinan sudah mendekati fase akhirnya.

Namun, apabila tekanan jual kembali meningkat, Van de Poppe melihat area US$72.000-US$74.000 sebagai zona yang berpotensi menjadi area pembelian.

Dengan demikian, level US$83.000 menjadi salah satu area penting yang patut diperhatikan investor. Jika Bitcoin mampu menembus dan mempertahankan level tersebut, peluang menuju US$100.000 kembali terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support dapat membuat BTC kembali menguji area US$72.000-US$74.000.

Untuk saat ini, pasar masih harus mencermati dua faktor sekaligus: perkembangan konflik di Timur Tengah dan kemampuan Bitcoin mempertahankan level US$78.000.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secarareal-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai BTC dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Bitcoin Anjlok Hari Ini (8/9) di Bawah US$79.000, Ada Sinyal Bahaya Jelang Data Inflasi AS

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device