Harga Bitcoin (BTC) kembali mendekati level US$80.000 dan mulai membuka peluang untuk menguji kembali resistance US$85.000. Namun, Bitcoin masih membutuhkan breakout kuat di atas US$82.000 untuk melanjutkan reli.
Berdasarkan data pasar terbaru CoinMarketCap, harga Bitcoin berada di sekitar US$79.972, naik 0,43% dalam 24 jam. Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan juga meningkat 0,98% menjadi sekitar US$2,72 triliun.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap aset berisiko mulai menguat. Sejumlah altcoin utama turut mencatat kenaikan, dengan Solana (SOL) naik 4,07% menjadi US$106,57 dan Ethereum (ETH) menguat 2,02% ke US$2.502,82.
XRP juga naik 1,23% menjadi US$1,42, sementara BNB menguat 0,60% ke US$757,21. Di sisi lain, Crypto Fear and Greed Index berada di level 75 yang masuk kategori greed, mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap pasar kripto.

Bitcoin Butuh Tembus US$82.000 untuk Kejar US$85.000
Dalam analisa Bitcoin hari ini, level US$82.000 menjadi area penting yang perlu diperhatikan investor. Bitcoin sebelumnya menghadapi tekanan jual ketika mendekati level tersebut.
Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas US$82.000, momentum bullish berpotensi kembali menguat dan membuka peluang menuju US$85.000.
Dari level sekitar US$79.972, Bitcoin membutuhkan kenaikan sekitar 6,3% untuk mencapai US$85.000. Pergerakan tersebut masih terbuka, terutama jika arus modal institusional dan sentimen pasar terus mendukung aset kripto.
Data pasar prediksi Kalshi bahkan menunjukkan probabilitas sekitar 77% bahwa Bitcoin akan menembus US$85.000 sebelum 2 Oktober 2026.
ETF Bitcoin Catat Inflow US$175 Juta
Salah satu katalis yang dapat mendukung harga Bitcoin adalah meningkatnya permintaan institusional melalui ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat.
Pada 4 September, ETF Bitcoin spot AS mencatat net inflow sebesar US$175 juta, sekaligus menjadi sesi positif ketiga secara berturut-turut.
BlackRock melalui IBIT menjadi kontributor terbesar dengan inflow sekitar US$117 juta, disusul Fidelity dengan sekitar US$57,22 juta.
Dikutip Coingape, arus dana tersebut menunjukkan bahwa permintaan institusional terhadap Bitcoin masih cukup kuat. Jika tren inflow berlanjut, berkurangnya pasokan BTC yang tersedia di pasar dapat memberikan tekanan positif terhadap harga.
ETF Ethereum spot AS juga mencatat inflow sekitar US$26,46 juta pada periode yang sama, menunjukkan bahwa minat institusional tidak hanya berfokus pada Bitcoin.

CLARITY Act dan Keputusan The Fed Jadi Katalis Berikutnya
Selain ETF, perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Senat AS dijadwalkan menghadapi agenda terkait CLARITY Act pada 15 September. Kemajuan regulasi tersebut dapat meningkatkan kepastian hukum bagi industri aset digital di AS.
Sebaliknya, jika proses legislasi kembali tertunda, sentimen pasar berpotensi tertekan karena investor harus menghadapi ketidakpastian regulasi yang lebih panjang.
Pasar juga akan mengamati rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15–16 September. Kebijakan moneter The Fed dapat menjadi faktor penting bagi pergerakan aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Ekspektasi terhadap suku bunga akan memengaruhi likuiditas pasar dan selera investor terhadap aset berisiko dalam beberapa pekan ke depan.
Analisa Bitcoin Hari Ini: Support US$79.500 Jadi Kunci
Dari sisi teknikal, Bitcoin masih berada di atas support US$79.500 setelah sebelumnya mengalami penolakan di sekitar US$82.000.
Level US$79.500 menjadi support penting dalam struktur bullish jangka pendek. Selama BTC mampu bertahan di atas area tersebut, peluang untuk kembali menguji US$82.000 masih terbuka.

Indikator Relative Strength Index (RSI) pada grafik empat jam berada di sekitar 55,20. Kondisi ini menunjukkan momentum berada di area netral dengan tekanan beli yang masih moderat.
Sementara itu, indikator MACD menunjukkan momentum jangka pendek mulai melemah. Garis MACD berada di 327,50, di bawah signal line yang berada di 393,86, sedangkan histogram tercatat negatif 66,35.
Meski demikian, kedua garis MACD masih berada di atas level nol. Kondisi ini menunjukkan bahwa momentum bearish jangka pendek belum sepenuhnya mengubah struktur positif Bitcoin.
Apakah Bitcoin Bisa Tembus US$85.000?
Pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada kemampuannya mempertahankan support US$79.500 dan menembus resistance US$82.000.
Jika BTC berhasil breakout di atas US$82.000 dengan volume dan permintaan yang kuat, level US$85.000 menjadi target berikutnya. Arus masuk ETF Bitcoin yang kembali positif dapat menjadi salah satu katalis yang mendukung skenario tersebut.
Sebaliknya, kegagalan mempertahankan US$79.500 dapat meningkatkan risiko koreksi dan membuat Bitcoin kembali bergerak dalam fase konsolidasi.
Dengan sentimen pasar yang masih berada di zona greed, ETF Bitcoin yang mencatat tiga sesi inflow berturut-turut, serta probabilitas 77% dari Kalshi untuk BTC menembus US$85.000 sebelum 2 Oktober, peluang menuju level tersebut masih terbuka.
Namun, US$82.000 tetap menjadi level kunci yang harus ditembus Bitcoin terlebih dahulu sebelum investor dapat mengharapkan reli menuju US$85.000.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secarareal-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai BTC dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Trading Crypto Halal atau Haram? Jangan Asal Ikut Cuan, Ini Penjelasannya






